Jangan Coba-coba Berbahasa Inggris di Shenzen

one moment in shenzen

Ini salah satu cerita oleh-oleh saya sepulang dari Shenzen, buat yang gak tau, Shenzen itu letaknya sebelah-sebelahan ama Hongkong, jadi biasanya kalo orang pergi ke hongkong pasti juga mampir ke Shenzen.

Ada satu hal yang cukup unik dengan kota ini, yaitu penduduknya hampir 90% gak bisa Bahasa Inggris, jadi kalau kamu kesana ya siap-siap aja untuk bereksplorasi dengan bahasa isyarat, bahasa tubuh dan bahasa-bahasa lainnya.

Saya punya pengalaman lucu ketika disana, saya iseng menanyakan nama seseorang dengan menggunakan bahasa Inggris

” What is your name?” kata saya

Orang yang saya tanya menunjukkan tampang bingung dan tidak mengerti.

”Name” kata saya sambil menunjuk dada kiri saya sendiri tempat dimana biasa tagname disematkan.

Orang yang saya tanya masih bingung.

”Name, you know name?” saya sudah mulai kesal

Lalu saya sambung,” Ricky (sambil menunjuk diri saya sendiri), Dino, Fajar (saya menunjuk teman saya), and you??”

Orang itu masih bingung juga, alamaakkk, saya mulai berpikir kalau saya sedang berada di Planet lain.

“OK do you know, Mao Tze Tung, Deng Xiao Ping, Andy Lau, Chow Youn Fat, Jackie Chan, Stephen Chow, Ricky, Dino, Fajar and you????”

“Oooo… Yuan-yuan!” buset kita udah nanya panjang lebar dan namanya hanya Yuan-yuan!

Dilain waktu masih soal bahasa Inggris saya pernah putus asa, ceritanya kami sedang berjalan-jalan dan makan lalu disitu ada perempuan Shenzen sedang duduk-duduk, oh ya perlu saya sampaikan sebelumnya kalo perempuan Shenzen itu cantik-cantik dan posturnya tinggi-tinggi, sehingga benar-benar menarik!

Kami pun mencoba mendekati, walaupun sudah bersiap-siap akan mendengar bahasa yang sama sekali kami tidak mengerti, setelah mengeksplorasi segala macam bahasa isyarat akhirnya saya mencoba bertanya

“Ni Puh English?” artinya kurang lebih kamu tidak bisa bahasa inggris? Maklum selama disana saya mencoba belajar beberapa kata-kata umum.

”yes, mei yo english” artinya kurang lebih, ya tidak Inggris.

Spontan saya bertanya ”Why??”

Spontan pula dia menjawab ”Yes!”

Dengan bingung akhirnya saya menggerakkan kedua tangan saya untuk lebih ekspresif dan berkata dengan intonasi yang dalam ”Whhhyyy???”

Dan dia seperti tidak mau kalah juga tersenyum dan mengankat kedua tangannya sambil menjawab dengan intonasi yang tidak kalah seru” Yeeeessssssss!!!!”

Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti terus bertanya, saya pikir percuma saja bila permainan film bisu yang aneh ini dilanjutkan.

Tapi jangan salah, orang Indonesia merupakan salah satu orang yang lumayan familiar di Shenzen sebagai orang yang doyan belanja, suatu saat saya sedikit terkejut ketika mendapati di depan hotel ada yang berteriak-teriak menawarkan souvenir dengan Bahasa Indonesia yang sangat-sangat aneh didengar

”Olek,olek, olek,olek, cicing,cicing satu selatucs…”

Mulanya hanya kata ”Satu Selatucs (satu seratus) yang bisa saya tangkap, lama-kelamaan setelah saya perhatikan dari benda yang dijual dan memikirkan kata-katanya akhirnya saya paham bahwa dia menyebut

”Olek,olek,olek,olek,cicing,cicing,satu selatucs…” artinya adalah ”oleh-oleh, oleh-oleh, cincin, cincin, satu seratus…” oalaaahhhh…

posted by rasyefki in jalan-jalan and have Comments (2)

2 Responses to “Jangan Coba-coba Berbahasa Inggris di Shenzen”

  1. d3d3k says:

    hahaha..ini lebih lucu dari NO POK lo ki! hehehe

  2. rasyefki says:

    hehe… memang begitulah kenyataannya dek, eh katanya lo mau ke china kan, jangan lupa mampir di Shenzen dek, tapi ya itu tadi jangan coba-coba pake bahasa Inggris, mending belajar bahasa tubuh aja yang banyak mulai dari sekarang hehe..

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment