Nit nat nit nut… nit nat nit nut… suara hp saya menderu-deru (halah!)…
“halo Rick…” sebentuk suara yang aduhai cemprengnya diujung sana menyapa.
“yup!”
“Nanti lo ikut gue ya, kita ke Grand Hyatt ada acara sertijab pulisi” si cempreng melanjutkan kecemprengannya.
“Loh, kok gw sih? Duh gw udah mau pulang nih…”
“Gak bisa, lo kudu ngikut, lo ngewakilin kepala kantor kita, tadi dia nelpon gw, suruh lo yang ngewakilin ”
“Duh… jam berapa?”
“Jam tujuh malem, udah lu gak usah pulang kantor, ntar kita langsungan aja dari kantor ke Hyatt, lumayan sekalian makan malem gratis”.
Hmmm… menghadiri acara sertijab (buat yang gak tau, Sertijab itu kepanjangan dari Serah terima Jabatan) pulisi bukanlah spesialisasi saya, dalam pikiran saya pastilah nanti acaranya akan formal dan resmi. Tapi saya juga kepikiran soal makanannya, Grand Hyatt gitu loh, pastilah bakalan berjibun makanan enak ala buffet yang siap disantap. Kebetulan sekali perut saya sudah keroncongan.
Tepat jam setengah 7 malam saya meluncur (duilee… meluncur kayak baju aja… eh itu mah luntur, aaargghhh gak penting!), kira-kira gak sampe sepeminuman aqua (galon) sampe juga di Hyatt sekitar jam 7 lewat.
Dengan perut yang sudah riuh rendah tentunya saya berharap bahwa acara sudah dimulai, dan acara inti (you know what it is) segera dilaksanakan, dengan penuh semangat dari sisa tenaga nasi tadi siang saya berjalan ke arah Ballroom, mengisi buku tamu dan membuka pintu ball room dan…. Jreengg… jrenggg.. masih sepi sodara-sodara!
Wah, ternyata di Negara ini bahkan yang namanya penegak kedisiplinan juga ngaret, hmmm penegaknya aja begitu apalagi penidur kayak saya hehe… well terpaksalah saya bersama teman saya mengambil tempat duduk, sengaja saya pilih dibelakang, dekat dengan buffet agar ketika acara inti (you know what it is) dimulai saya bisa langsung menjadi peserta terkemuka hehe…
Tunggu punya tunggu acara belum mulai juga, udah jam 7.30 tapi sepertinya masih jauh dari akan dimulai, 7.45 masih belum juga walaupun sudah rame, padahal cemilan di meja berupa kripik sudah tandas akibat laparnya saya. Di meja hanya tersisa buah-buahan yang pasti bukan ditujukan untuk cemilan, tapi karena berhubung acara gak mulai-mulai juga ya sudah saya mulai melahap buah yang ada dimeja, buah salak disikat, buah rambutan diembat, buah klengkeng dihajar, buah dada di (ups!) hehe.. dan sampai dengan habisnya buah yang memang jumlahnya tidak seberapa itu acara belum juga dimulai.
Tepat jam 20.00 acara dimulai, syukurlah pikir saya, semoga tidak berlama-lama acara formalnya, pikir saya kalo acara sertijab paling-paling kata sambutan dari pejabat lama, sambutan pejabat yang baru trus langsung masuk deh ke acara inti.
Eeehhh… ternyata saya masih harus bersabar, karena ternyata acara diawali oleh laporan ketua panitia (???!!!) oh my god! Masak sih acara sertijab begini aja ada pake laporan ketua panitia segala?! Tapi memang itulah yang terjadi, dan mulailah si Ketua Panitia yang juga seorang Pulisi itu berbacot tentang penyelenggaraan acara, tak lupa disisipkan ucapan terima kasih kepada pejabat lama dan selamat datang kepada pejabat yang baru, sepuluh menit kemudian bacotnya ketua panitia habis juga.
Sukurlah dalam hati saya, semakin dekat saya dengan sesuatu yang sudah saya rencanakan dari tadi hehe… Dan pembawa acara naik ke atas panggung lalu mengumumkan acara selanjutnya, dan ternyata kesabaran saya harus diuji kembali karena si pembawa acara mengatakan seperti ini (persis tanpa di sensor):
“Bapak-bapak dan ibu-ibu ternyata di kepolisian ini bukan hanya bapak polisi saja yang pintar tampil dan bernyanyi, tapi istri-istri yang tergabung dalam Bhayangkari kali ini juga ingin tampil dan unjuk gigi, marilah kita sambut dan beri tepuk tangan untuk penampilan dari ibu-ibu bhayangkari”
GOD!! Dan intuisi saya benar, karena ibu-ibu bhayangkari itu mulai menyanyikan lagu-lagu dengan gaya yang tidak jelas maksudnya apa seperti misalnya tangan merentang, pinggul goyang-goyang, sampe dengan kaki disilang-silangkan di belakang, satu demi satu lagu keluar (catat ya, keluar, bukan dinyanyikan, karena saya tahu bernyanyi bukan seperti itu) dari congor ibu-ibu itu, mulai dari “di dadaku ada kumismu”nya Vina (bener gak sih judulnya), “widuri”, dan satu lagi yang saya gak tau judulnya apaan. Dan akhirnya mereka turun panggung juga.
Gak sampe disitu aja, ternyata acara sertijab ini masih menyimpan kejutan lain, surprise-surprise, saya bengong ketika MC mengumumkan:
“baiklah, selama ini kita hanya melihat pulisi menjaga keamanan, ketertiban, sesekali mereka menghibur dengan menyanyi seperti ibu bhayangkari tadi, kali ini ada penampilan spesial dari 2 pasang polisi dan polwan, yang akan menampilkan dansa cha-cha untuk semua yang hadir malam ini, beri tepuk tangan yang meriaahhhh…”
Duh gusti paringono sabar… kok ya bisa-bisanya pake acara dansa cha-cha segala, dan belum habis keheranan saya, muncullah dua pasang makhluk yang semuanya berbadab tegap, lalu mulai menari dansa cha-cha, tentunya dengan sedikit agak kaku (ya iyalah bo, namanya juga pulisi, kalo luwes itu didik ninik thowok!).
Waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 ketika si pembawa acara kembali membuat saya termangu dengan suksesnya karena berkata seperti ini (sekali lagi ini asli gak pake di sensor):
“Bapak-bapak, ibu-ibu dan hadirin, sekarang saatnya para Kapulsek yang unjuk kebolehan, ternyata selain ahli dalam mengamankan wilayah mereka, mereka ini juga ahli dalam tarik suara, kini sambutlan penampilan istimewa (martabak kali!) dari para Kapulsek”
Oh my GOAT!!! Duh wedhus! Dosa apa saya kok ya acara nya gak abis-abis begini, dan yang lebih membuat saya menggelinjang lagi adalah karena lagu yang dinyanyikan oleh para Kapulsek tersebut adalah lagunya Matta Band yang judulnya “Ketahuan”, tentunya dengan perombakan lirik di sana-sini, seperti misalnya di bagian reffrain, yang seharusnya:
“Ooo oow kamu ketahuan , pacaran lagi, dengan dirinya, teman baikku…”
Dirubah dengan dahsyatnya menjadi:
“Ooo oow kami kehilangan, sosok pimpinan, yang berwibawa, dan baik hati…”
Waks…
Setelah puas para Kapulsek itu mempermalukan diri sendiri, akhirnya mereka turun panggung juga, fiuuuhhh….
Akhirnya si pembawa acara mengundang pejabat lama untuk memberikan sepatah dua patah kata perpisahan, dan entah kenapa ya, si MC nya kan cuma nyuruh sepatah dua patah kata, lha kok ya si pejabat ini malah tampil selama kurang lebih 15 menit! Lengkap dengan segala cerita penderitaan dan kenangan terindahnya selama menjabat.
Dilanjutkan oleh sambutan pejabat baru yang masih keukeuh mencoba menghibur penonton yang sudah jelas-jelas membutuhkan makanan (apa cuma saya aja ya?), lengkap dengan cerita mulai dari dia di masa kecil, masa sekolah, masa dulu di Akpul (Akademi Pulisi), penugasan pertama, pindah tugas, sampe dengan kemudian ditugaskan di tempat barunya ini.
Apa sudah sampai disitu? Oh ternyata penderitaan saya masih berlanjut karena ternyata masih ada acara do’a bersama, dan si pak Ustadz yan sepertinya kurang mengerti mental psikologis audience nya, bukannya langsung tancap baca do’a eh kok malah nekat mencoba memberi kultum .
Dan akhirnya kemudian acara makan dimulai, dan waktu sudah menunjukkan pukul 21.15… dan tau sendirilah ya, namanya perut kalo udah telat banget di isi kan jadi gak laper lagi yah, tapi malah nyeri, nah itulah yang saya rasakan, justru disaat diperbolehkan makan, saya malah udah gak napsu lagi.
Hmmm… pelajaran buat saya dan semua, jangan lupa makan dulu sebelum menghadiri acara beginian…
Keep up the good work mate! I was cracking up, rolling on the floor when I read this one.. =)
wahhh.. ada kawan lama nongol lagi, Bung Ragil Raja Bugil… apa kabar bro? gimana di Berlin? pasti asik lah ya sampe lo gak pulang-pulang gitu… ditunggu undangan sekaligus ongkos pesawat PP dan biaya akomodasi ya bro hehe…