Namaku Yang Aneh
Nama saya adalah RASYEFKI, sudah titik. Hanya 8 huruf dan hanya satu kata. Nama yang sangat pendek dan sangat aneh bagi kebanyakan orang Indonesia yang biasanya namanya berakhiran –wan (iwan, Wawan, ridwan), -no (yono, tono, dono, kasino) , -di (budi, handi, Yudi, Junaidi), atau –dra (Indra, Hendra, Chandra).
Tapi walaupun begitu, saya bangga sekali dengan nama saya tersebut, karena ternyata setelah saya searching, nama tersebut bukan hanya aneh di Indonesia, tapi juga aneh di seluruh Dunia!. Tidak ada lagi yang bernama Rasyefki di dunia ini sepertinya selain saya, kalau tidak percaya silahkan ketik kata “rasyefki” di yahoo atau google, maka kalian hanya akan terhubung dengan saya.
Saking uniknya nama ini, bahkan ketika mendaftar email di yahoo, gmail, ataupun web maka semuanya masih available, walhasil sayalah satu-satunya yang memiliki alamat dan domain tersebut. Sungguh nama yang membanggakan hehe…
Awalnya saya sempat heran juga dengan kreatifitas orang tua saya hingga mereka sanggup membuat sebuah nama yang sangat unik, tapi kemudian setelah saya dijelaskan maka kemudian saya jadi ngeh bahkan kadang-kadang agak malu juga dengan nama ini hehe…
Jadi begini, sebenarnya nama asli saya menurut orang tua saya itu sangatlah panjang, terdiri dari 4 kata yaitu RASYEFKI DIAN PURNAMA SULTANI…
Wait a minute, don’t you think its sounds like a girl’s name? yup dua kata yang di tengah itu sangat-sangat menggangu, karena seperti nama perempuan walaupun setelah diterangkan saya kemudian agak mafhum, jadi penjelasan dari nama saya yang sesungguhnya panjang naudzubillah itu adalah sbb:
RASYEFKI : Diambil dari singkatan nama Ayah saya, Kakek saya dan Ibu saya. Ayah saya bernama RAhmat, Kakek saya bernama SYEFe’i, dan ibu saya bernama Kasma junelIs. Walhasil dari ke kreatifitasan ortu saya jadilah satu kata aneh RASYEFKI!
DIAN PURNAMA : konon kabarnya saya dilahirkan persis ketika bulan purnama.
SULTANI : ini adalah nama klan turun temurun dari moyang saya.
Nah, karena sesuatu dan lain hal, entah susternya yang dodol atau petugas pencatat akte kelahiran sedang Amnesia, walhasil di akte kelahiran saya hanya tertulis RASYEFKI saja, dan 3 kata yang mengikutinya hilang semua. Saya sih senang-senang saja, karena saya juga gak bisa membayangkan kalau saya dipanggil “dian”, atau “pur” atau “purnama”, sounds like gimanaaa gitttuuu…
So, apa yang terjadi dengan nama rumit RASYEFKI itu? Berhubung ternyata saking kreatifnya dalam menciptakan nama, si pencipta sendiri alias bapak dan ibu saya kesusahan dalam menyebut nama saya, walhasil saya diberikan nama panggilan yang simple yaitu RIKI.
Dan kawan-kawan, ternyata keanehan tidak berhenti sampai disitu, ketika saya didaftarkan untuk masuk SD sekitar akhir tahun 80an, ibu saya saat itu ngefans berat dengan penyanyi Armis bersaudara itu loh yang Meta Armis dkk. Dan saking ngefansnya dan entah apa yang ada dipikiran ibu saya saat itu, ketika petugas administrasi bertanya:
“Nama anaknya siapa bu?”
“Ehm… RIKI ARMIS!”
Dan karena si petugas entah budeg entah kupingnya jamuran maka yang tertulis di buku administrasi, Raport, dan segala hal adalah “RIKI ARMIN”.
Dan itulah nama yang saya sandang sampe saya kelas 5 SD! Saya sih waktu itu seneng-seneng aja, secara nama saya mirip artis kapiran tapi waktu itu saya sempet wondering juga sih, kenapa gak nama RIKI KARNO, atau RIKI KOESWOYO, atau RIKI MONROE sekalian ya biar heboh, haha…
Ketika saya kelas 5, guru saya menyuruh untuk mengumpulkan fotokopi akte kelahiran, dan begitu ketauan kalo ternyata nama saya beda maka akhirnya nama saya kembali ke khittah dengan RASYEFKI dan panggilan RIKI.
Ketika saya SMA, teman sebangku saya sempat mengira saya adalah orang Hungaria karena dia membaca nama saya, beberapa yang lain bilang saya blasteran Ceko, padahal udah jelas muka saya itu Sumatra abis! Waktu main bola di SMA saking gak karuannya, saya di kasih kostum yang bertuliskan RASYEFICEVIC (anjrit!)
Ketika siaran di radio akhirnya saya memutuskan untuk memakai nama RIKI saja, tanpa embel-embel apapun, walhasil kalau ada surat resmi dari mana saja yang mencantumkan RASYEFKI maka di radio saya itu akan dianggap surat nyasar karena gak ada yang tau nama asli saya adalah itu.
Waktu kemudian saya pindah bekerja di salah satu TV swasta, nama saya mengalami perubahan lagi, karena saya sendiri waktu itu udah agak males-malesan ngurusin naskah maka ketika nama saya ditanya siapa untuk di cantumkan di credit title maka dengan sekenanya saya tulis RIKI SIMILIKITI, dan nama itu sempat tertayang selama dua episode sebelum akhirnya terbaca oleh Asisten Produser yang mencak-mencak karena saya dianggap kurang serius dan harus mengganti nama dengan yang lebih serius. So, saya ganti lagi menjadi RIKI RASYEFKI, yang menurut saya malah terdengar sangat sunda dengan ciri pengulangan suku kata. Badewei, sampa dengan saat ini beberapa teman dari TV tersebut tetap memanggil saya dengan SIMILIKITI hehe…
Lanjut lagi masih soal nama saya yang aneh bin ajaib, ketika saya masuk di perusahaan FMCG, saya dihadapkan pada peraturan aneh di perusahaan tersebut bahwa nama panggilan untuk nama yang sama hanya boleh di gunakan oleh siapa yag lebih dulu masuk ke perusahaan tersebut. Berhubung nama RIKI ternyata sudah ada 3 yang bernama begitu so terpaksa saya sebagai junior mengalah. Ketika saya usulkan untuk mereka memanggil saya dengan nama asli saya mereka malah keberatan karena menurut mereka nama RASYEFKI sangat susah di ucapkan, Ketika saya usulkan nama “RASYA” kembali semuanya keberatan karena saya di sangkain sok imut niru-niru nama anaknya Tamara, so karena saya bingung harus mengganti dengan apa, akhirnya Direktur saya turun tangan langsung, dia berjanji untuk nyariin nama panggilan yang pas buat saya. Bayangin bo, sampe Direktur harus ikutan pusing untuk urusan sebuah nama panggilan!
Keesokan harinya Direktur yang orientasi seksualnya sangat di ragukan ini memanggil saya dan memberikan nama panggilan yang harus saya terima yaitu RAFKI. Menurut dia itu adalah nama yang bagus, saya pikir karena nama tersebut nyerempet-nyerempet dengan nama asli saya, maka ya sudah saya terima saja. Mulai dari hari itu sampai seterusnya saya di perusahaan itu nama saya menjadi RAFKI, beberapa teman yang usil bin dekil menggantinya seenak jidat dengan RAFIK, buset emang gue dangdut!
Setelah saya meniggalkan perusahaan tersebut dan secara tidak sengaja saya ke Gramedia, ternyata saya kemudian menemukan bahwa nama RAFKI itu diambil dari buku “Lelaki Terindah”, dimana si tokoh bernama RAFKI ini adalah seorang hombreng! Najis! Anjrittt!! Untung saya segera meninggalkan perusahaan itu.
Pindah lagi saya ke perusahaan tempat saya bekerja sekarang ini, maka terjadi lagi perubahan, karena ternyata di perusahaan ini tidak di perbolehkan memakai nama yang hanya satu kata, maka saya kemudian terpaksa memutar otak, well ketimbang susah-susah saya ambil saja nama klan saya sebagai nama belakang, walhasil nama saya menjadi RASYEFKI SULTANI sampai sekarang.
Semoga tidak berganti lagi, pusing saya!