Archive for August, 2008
Ketika Onky menjadi Encep
Kemaren di kantor saya ada acara 17an, seperti halnya dengan kantor atau kampung lain biasanya dimeriahkan dengan berbagai lomba dan permainan yang lucu dan ancur-ancuran seperti makan kerupuk, balap bakiak, karaoke dll.
Nah kalo di kantor saya ada satu lagi acara yang biasanya ada pas 17an, yaitu pesta kostum, jadi setiap karyawan diwajibkan untuk berpakaian sesuai dengan tema yang sudah di tentukan, nanti siapa-siapa karyawan yang dianggap berbusana paling sesuai dengan tema yang di buat akan menjadi pemenang dan berhak mendapatkan hadiah.
Saya sebagai orang modis (Moyangnya Sadis), dan Fashionista (selalu nista dalam berpakaian), gak mau ketinggalan dong. Saya coba buka-buka majalah dan cari referensi kira-kira bakal seperti apa tampilan saya. Setelah banyak timbang-timbang, searching dimana-mana, ngeliatin majalah jadul, akhirnya saya berpikiran untuk tampil ala Onky Alexander (haha… bentar saya ketawa dulu).
Ketika pagi menjelang, saya sudah mulai sibuk padu padan dengan baju yang saya punya, kaos dalem putih saya jadikan dasar, trus di lapis sama kemeja kantor lengan panjang warna biru, tidak dikancingkan tapi cukup diikat, trus celana jeans yang dilipat dan di gulung biar seperti celana baggy, sepatu kets putih, sarung tangan sebelah warna norak, kacamata hitam gede, dan terakhir sentuhan pada rambut dengan dibikin belah pinggir.
Hasilnya??? jauh dari Onky Alexander! malah lebih mirip Encep haha… tapi gak papa, saya udah cukup senang karena ternyata style ancur lebur gitu aja udah mampu menjadikan saya sebagai salah satu dari lima orang finalis hehe…
Nih saya kasih foto-foto nya buat yang pengen nyela saya, haha…
Seberapa Berharga?
Diambil dari sebuah poster lusuh di pojok kantor…
Bila Ingin tahu seberapa berharganya waktu satu tahun, cobalah tanyakan hal itu pada anak-anak sekolah yang gagal naik kelas.
Bila Ingin tahu seberapa berharganya waktu satu bulan, cobalah tanyakan hal itu pada ibu yang melahirkan secara prematur.
Bila ingin tahu seberapa berharganya waktu satu minggu, cobalah tanyakan hal itu seorang pada seorang editor koran mingguan.
Bila ingin tahu seberapa berharganya waktu satu hari, cobalah tanyakan hal itu pada buruh harian yang punya anak lima untuk diberi makan.
Bila ingin tahu seberapa berharganya waktu satu jam, cobalah tanyakan hal itu pada sepasang kekasih yang menunggu untuk bertemu.
Bila ingin tahu seberapa berharganya waktu satu menit, cobalah tanyakan hal itu pada seseorang yang baru saja ketinggalan pesawat.
Bila ingin tahu seberapa berharganya waktu satu detik, cobalah tanyakan hal itu pada orang yang selamat dari sebuah kecelakaan.
Bila ingin tahu seberapa berharganya waktu seper sepuluh detik, cobalah tanyakan hal itu pada peraih peringkat kedua lomba lari Olimpiade
nikmatilah setiap waktu yang kalian punyai, karena dia tidak menunggu siapapun termasuk Nabi!
“God, I really thankful for every moment that you give in my life”
Nyontek Itu Memalukan
Kemaren saya abis jala-jalan ke Kampus Al Azhar (yang di Indonesia loh bukan yang di Mesir!), selagi saya muter-muter sambil cari-cari cewek cakep (yang sayangnya saat itu tidak ada hehe..) mata saya tiba-tiba tertumbuk pada pintu kaca ruang masuk sebuah jurusan, tadinya dari jauh saya perhatiin, saya mikir “Itu apaan ya, kok pintu bagus-bagus ditempelin kertas gak beraturan gitu?”. kurang lebih pandangan saya seperti foto dibawah ini…
Tuh bener kan agak gak jelas gitu… nah setelah saya dekati barulah kemudian ternyata terkuak sebuah rahasia memalukan dari orang-orang (tepatnya sih mahasiswa) yang kurang jujur dan kurang siap sekolah hehe… nih ternyata setelah didekati, berikut ini adalah foto-fotonya.
Salut deh buat Al Azhar yang udah mau untuk mendidik mahasiswanya bahwa yang namanya sekolah itu ya buat cari ilmu bukan buat cari nilai, salut juga untuk kemauan pihak Universitas ngasih shock therapy kayak gini. Andai saja semua sekolah dan Kampus di Indonesia kayak gini, pasti siswa-siswanya pada malu buat nyontek, sayang sekali dulu sekolahan saya mulai dari SD sampe kuliah gak ada yang kayak gini, walhasil praktek nyontek tumbuh subur, eiitttss… saya gak ikutan loh, saya orang paling anti nyontek, kalo gak percaya tanya aja ama temen-temen sekolahan saya dulu, yang ada malah mereka yang nyontek sama saya walaupun kadang suka saya kerjain dengan ngasih jawaban yang salah haha…
Duhhh… duh… sayang sekali Al Azhar ini kayaknya agak kurang canggih dalam investigasi nyontek, kalo minta kertas tambahan buat contekan itu sih bukan modus baru, tapi modus kuno banget bapak-bapak/ Ibu-ibu.
Kalo mau tau modus baru ya salah satunya nyontek via bluetooth dan teman-temannya, well makin canggih tekhnologi makin dsalahgunakan juga…
Duh Mbak Rika… kasian sekali kamu nak.. pasti kamu malu sekali ya, dan andai orang tua kamu tau kelakuanmu pastilah mereka menangis, udah mahal-mahal sekolahin anaknya bukannya belajar yang bener malah belajar korupsi… segeralah insap mbak rika… aku ikut mendoakanmu (lho??!)
Saya dukung terus Al Azhar untuk melaksanakan seperti diatas, dan saya tunggu kampus dan sekolahan lainnya untuk berbuat yang sama, budaya nyontek harus dihilangkan, karena nyontek itu menular dan memalukan!
Hari Ini…
Seharusnya hari ini saya tidak disini
Seharusnya hari ini saya tidak begini
Seharusnya hari ini ada sesuatu yang besar yang saya alami
Karena hari ini saya Pernah merencanakan sesuatu yang besar dalam hidup saya
Well, kita hanya bisa berencana, yang diatas juga yang menentukan.
Bye 888, now I’m crossing my finger for 999
…
Salam Olahraga!
Well, udah lama banget saya gak olahraga, dengan berbagai alasan mulai dari gak sempet sampe dengan gak ada tempat, terakhir saya inget saya olahraga yang serius sekitar setengah tahun yang lalu waktu masuh sering maen bulutangkis.
Dan hari senin kemaren saya “terpaksa” berolahraga karena ada pertandingan three on three antar karyawan di kantor. pertandingannya 2×15 menit. Berhubung team saya gak ada cadangan well akhirnya saya dan dua teman saya yang terus-terusan maen sampe akhir pertandingan.
Baru babak pertama saya rasanya udah mau mokat! walhasil babak kedua saya main nya cuma berdiri doang di tengah lapangan sambil sesekali ngangkat tangan, mirip banget ama bebegig (gak tau bebegig? itu loh orang-orangan sawah).
Sialnya team saya menang, and terpaksa harus tersiksa lagi minggu depan, anyway busway sebagai manusia narsis sedunia, tentunya saya harus tetap bergaya dan foto-foto, setelah edit sana-sini dibawah ini hasilnya hehe…
Hmmm… not bad!, minggu depan saya mau foto-foto lagi ah, gak peduli menang atau kalah haha…
Untuk Kamu Disana…
…
I love you without knowing how, or when or from where
I Love you simply, without problems or pride
I Love you in this way because I dont know any other way of loving
I love you so intimate until that your hand in my chest is my hand
So intimate until when you fall asleep it is my eyes that close
…
Thanks to Hunter “Patch” Adams
Hanya Untuk Yang Jujur…
Guys ada lowongan di Bank Indonesia nih…
Peluang Berkarya
Bank Indonesia mengundang profesional muda yang berintegritas dan berdedikasi tinggi melalui program Multi Level Entry untuk jabatan Non-Staf yang akan ditempatkan pada posisi Pengawas Bank Pertama dan beberapa posisi di bidang Logistik dan Teknologi Informasi.
Persyaratan Administratif:
- Usia maksimum 30 tahun pada 1 Agustus 2008 (Lahir setelah 31 Juli 1978) untuk posisi Pengawas Bank Pertama (PBP)
- Usia maksimum 31 tahun (Lahir setelah 31 Juli 1977) untuk posisi di bidang Logistik dan Teknologi Informasi
- Pendidikan minimal D3; Diutamakan jurusan yang sesuai dengan persyaratan dan memiliki pengalaman kerja yang relevan dengan jabatan yang dilamar
- IPK minimal: 2.5 (skala 4) dan perpadanannya bagi perguruan tinggi yang menerapkan pola penilaian yang berbeda
- Memiliki Kemampuan berbahasa Inggris
- Tidak mempunyai saudara kandung/ suami/ isteri yang bekerja sebagai pegawai atau calon pegawai Bank Indonesia
- Bersedia menjalani ikatan dinas dan atau bersedia melepaskan ikatan dinas dari institusi lain
- Hanya kandidat yang memenuhi persyaratan administratif dan pengalaman terbaik (shortlisted candidate) yang akan diikutkan dalam setiap tahapan seleksi
- Penetapan shortlisted candidate dilakukan berdasarkan peringkat peserta per jabatan dan per Kantor Pusat/ wilayah Kantor Koordinator Bank Indonesia (KKBI)
Tata Cara Pengajuan Lamaran:
- Penyampaian lamaran hanya dapat dilakukan melalui aplikasi on-line mulai 3 s/d 12 Agustus 2008. Tidak ada jalur lain yang digunakan dalam proses pengiriman lamaran
- Seleksi akan diselenggarakan di Jakarta, Kantor Koordinator Bank Indonesia (KKBI) Medan, KKBI Padang, KKBI Bandung, KKBI Semarang, KKBI Surabaya, KKBI Denpasar, KKBI Makassar, KKBI Banjarmasin, dan 16 Kantor Bank Indonesia
- Pelamar diperkenankan memilih satu kota sebagai tempat untuk mengikuti seleksi
- Biaya dari dan ke tempat seleksi menjadi tanggung jawab peserta
- Dalam proses seleksi ini pelamar tidak dipungut biaya apapun
- Pelamar dihimbau untuk mengabaikan pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu kelulusan dalam proses seleksi ini.
| Posisi & Kode | Syarat Pendidikan | Kebutuhan |
| PENGAWAS BANK PERTAMA (PBP) | Min D3, diutamakan jurusan: Ekonomi Akuntansi, Ekonomi Manajemen, Manajemen Keuangan dan Perbankan | 100 orang |
| ASISTEN ANALIS (AA) | Min D3, diutamakan jurusan: Sistem Informasi/ Teknik Informatika | 2 orang |
| ANALIS LOGISTIK PERTAMA : | ||
|
|
Min D3, diutamakan: Politeknik Jurusan Teknik Mesin (Refrigrasi dan Tata Udara), Jurusan Teknik Elektro | 1 orang |
|
|
Min D3, diutamakan: Politeknik Jurusan Teknik Sipil, Jurusan Teknik Arsitektur | 1 orang |
| PELAKSANA LOGISTIK PERTAMA : | ||
|
|
Min D3, diutamakan jurusan: Teknik ELektro | 1 orang |
|
|
Min D3, diutamakan jurusan: Teknik Sipil, Teknik Arsitektur | 1 orang |
|
|
Min D3, diutamakan jurusan: Teknik Elektro | 1 orang |
|
|
Min D3, diutamakan jurusan: Teknik Sipil, Teknik Arsitektur | 1 orang |
|
|
Min D3, diutamakan jurusan:Teknik Mesin | 1 orang |
| TEKNISI MESIN (TM) | Min D3, diutamakan jurusan: Teknik Elektro, Teknik Mesin | 2 orang |
Registrasi on-line dan informasi lengkap:
www.ppm-rekrutmen.com/bi/ atau www.bi.go.id
Tulisan Yang lain
- December 2011 (2)
- June 2011 (1)
- March 2011 (1)
- February 2011 (1)
- November 2010 (1)
- October 2010 (1)
- September 2010 (1)
- July 2010 (1)
- June 2010 (2)
- May 2010 (1)
- October 2009 (3)
- July 2009 (2)
- June 2009 (1)
- May 2009 (3)
- April 2009 (3)
- March 2009 (3)
- February 2009 (7)
- January 2009 (3)
- December 2008 (6)
- November 2008 (6)
- October 2008 (5)
- August 2008 (8)
- July 2008 (5)
- June 2008 (4)
- May 2008 (5)
- April 2008 (3)
- March 2008 (6)
- February 2008 (5)
- January 2008 (11)
Blogroll
Sabda Kawan
- Rizka Cibro on CARA MURAH KE SINGAPORE (Singapore Series Part 1)
- Ardy on Its Time to Move on…
- fina on About Me
- purwo on Buat Laki-laki Jomblo… Yang Sabar ya…
- syukur on Biarlah Gambar Yang Berbicara






