Halo semuanya… berhubung sesuatu dan lain hal, saya mau nge lego handphone saya nih. LG Prada alias KE 850. Baru dipake 5 Bulan.
cocok banget buat kamu yang pengen keliatan stylish dan tampil beda. Kelebihan handphone ini banyak banget, selain desain nya yang elegan, touch screen (lebih tepatnya finger touch screen), resolusi paten dan oke punya serta kamera 2MP nya yang memakai lensa Kreuzznach. Asal tau saja, lensa Kreuzznach adalah lensa terbaik di dunia, so jangan heran kalo hasil foto dari LG Prada ini menjadi sangat bagus, Kalo dibanding sama hasil foto HP lain sih lewat jauh!
Oh ya Handphonenya lengkap ada dus, buku, CD, handsfree, lap pembersih, kabel data dll.
Harga penawarannya saya lepas 3,2 juta saja, sangat-sangat murah bila dibandingkan dengan harga di Roxy or dimana gitu (silahkan di bandingkan).
Kalo masih belum jelas, ini dibawah ada contoh handphone nya kayak apa. Buat kamu yang berminat please Japri aja ke rasyefki@yahoo.com yah.
Saya sedang mencoba berimajinasi tentang peristiwa 80 tahun yang lalu. Bukan!, bukan tentang peristiwa Sumpah Pemuda itu yang saya pikirkan, karena sudah banyak yang mengupasnya, lagian diatas kan udah saya tulis kalo hari ini tanggal 29 oktober, berarti udah lewat satu hari dong! Nah… justru itu yang saya pikirkan, dan menurut saya cukup menarik di analisa. Kira-kira 80 tahun yang lalu di hari ini si Pemuda-pemuda yang tadi malam bersumpah itu pada ngapain ya?
Berhubung tidak ada data sejarah yang mencatat tentang kejadian hari itu, maka saya mencoba untuk berimajinasi tentang kemungkinan-kemungkinan apa saja yang terjadi pada hari itu:
1. Bisa jadi pada hari ini para pemuda kita itu masih terlelap tidur karena tadi malam mereka harus rapat sampai larut malam, belum lagi ditambah dengan acara dugem ajeb-ajeb mendengarkan lagu dari Biola WR Supratman, pasti mereka capek sekali tadi malam, dan kemungkinan mereka masih tidur besar sekali.
2. Acara tanggal 28 Oktober 1928 itu kan dihadiri oleh banyak pemuda dari utusan berbagai daerah dari seluruh penjuru Indonesia, maka mungkin pada hari ini para pemuda kita itu ada yang lagi sibuk packing, ada yang lagi pesen tiket kereta, ada yang lari-larian ngejer delman ke Ambon (Jong Ambon kan kudu pulang juga dong!), ada juga yang mungkin sedang salam-salaman pamitan ama yang lain.
3. Tempat dilaksanakannya Kongres Pemuda itu adalah sebuah Pondokan Mahasiswa yang bernama Indonesische Clubgebouw, kebayang dong kalo yang namanya pondokan alias kos-kos an abis dipake kumpul maka kotornya kayak apa? nah bisa jadi hari ini si penghuni pondokan lagi pada ngebersih-bersihin sisa-sisa Kongres tadi malam, nyuci piring or gelas-gelas kopi sisa hang over semalem, kalo ada sisa makanan ya bisa sekalian di selamatkan
4. Perhatikan gak kalo kata-kata sumpah pemuda itu berbunyi “Kami Putra dan putri Indonesia…” nah… itu artinya adalah berarti rapat tadi malam juga di hadiri oleh banyak putri, dan itu juga berarti kemungkinan cinlok sangat besar. Dan bisa aja hari ini si pemuda dan pemudi yang terlibat cinlok lagi janjian untuk bertemu kembali hehe…
5. Sadar gak kalian kalo ternyata tanggal 28 Oktober 1928 itu adalah hari Minggu. Nah berarti tanggal 29 nya hari senin dong, sebagian pemuda-pemudi itu kebanyakan adalah pelajar/mahasiswa, bisa di pastikan buat mereka yang hari senin ada jam kuliah terpaksa deh kudu ngampus dengan mata sedikit bengkak akibat begadang, atau malah mungkin bisa jadi ada yang ketiduran di kelas. Paling apes sih bagi yang hari senin itu ternyata ada ujian/ulangan wah… bisa jadi tadi malam dia bersumpah dan hari ini dia berserapah karena gak bisa jawab ujian
Udah ah, segitu dulu aja, buat yang mau nambahin kemungkinan lain ya silahkan aja.
One day Love department has caught me, they are considered me as a love criminal. I’ve had interrogated by their agent, I don’t know her face cause its dark, but from the voices I knew that the agent is a woman, and she introduce herself as Ms Keane.
“Kamu kejam terhadap perempuan!”
“Kata Siapa? Kata perempuan? Ya tentu saja, dan perempuan mana yang bilang saya kejam? Pastilah perempuan yang kecewa dengan saya kan?”
“Kamu gak punya hati!”
“Kenapa bisa bilang begitu?”
“Kamu meninggalkan mereka begitu saja!”
“Well, I tell you, dalam hidup saya kalau di hitung secara statistik maka saya lebih sering di tinggalkan oleh mereka ketimbang saya meninggalkan mereka.”
“Tapi tetap saja kan, itu artinya bahwa kamu meninggalkan mereka!”
“Oke itu benar (sambil berfikir kenapa kalau perempuan meninggalkan laki-laki tidak pernah di cap kejam?)”
“Kenapa kamu tinggalkan mereka?”
“Banyak dan beragam alasannya.”
“Ya Coba sebutkan!”
“Ya.. alasannya terkadang bisa sangat sepele atau sangat serius, ada yang karena bau mulut, ada yang karena beda agama, ada yang karena satu agama tapi lain keyakinan, ada yang karena saya tiba-tiba merasa ilfil, ada yang karena benci, ada yang karena tertarik dengan yang lain, ada juga yang karena saya merasa muak.”
“Oke, apa yang bisa membuat mu tiba-tiba merasa ilfil?”
“Hmmm… ada yang karena ngomong nya gak nyambung, ada yang karena selera humornya rendah, ada yang karena terlalu serius dan ada juga yang karena terlalu bercandaan.”
“Loh, tapi yang menentukan parameter itu semua adalah kamu sendiri kan? Berarti itu gak fair dong bagi mereka, bisa aja mereka berpendapat sama tentang mu.”
“Oh tentu saja itu fair, karena saya mencari pasangan hidup, pasangan hidup saya ya tentunya saya dong yang menentukan parameternya, kenapa? Karena saya akan hidup lama dengannya, kalau dia tidak sesuai dengan keinginan saya sudah dapat dipastikan dia tidak akan lama dengan saya. Kalau mereka menganggap saya juga sama ya bagus, tapi kalau mereka menganggap saya tidak sama ya gak papa, ini kan masalah hidup, tidak ada yang bisa menentukan hidup kecuali yang punya hidup dan yang menciptakan kehidupan.”
“Halah kamu terlalu bertele-tele dan terlalu banyak alasan!”
“Terserah mau bilang apa, tapi bagi saya ya seperti itu, mungkin pada awalnya akan terlihat kejam bagi mereka tapi pada akhirnya toh mereka juga akan mengerti.”
“Tapi kamu sudah memberikan mereka harapan?”
“Loh, apa itu salah? Bukankah semua yang kita jalani di dunia ini karena ada harapan? Kalau gak ada harapan ya udah mati aja.”
“Tapi kamu kemudian mengambil kembali harapan itu?”
“Loh apa itu juga salah? Hidup adalah kompetisi, dan harapan itu adalah iming-iming kompetisi, begitu juga dengan cinta, kalau ternyata dia kalah dalam kompetisi ya berarti dia harus mencari harapan baru yang lain, mencari cinta yang lain.”
“Mengapa kamu sering mendiamkan perempuan mu?”
“Saya mendiamkan karena sudah capek bicara.”
“Bukankah kamu sendiri yang bilang kalo dalam sebuah hubungan itu komunikasi yang penting lalu kenapa diam?”
“Ya itu betul, komunikasi adalah nomor satu, tapi kalo kita selalu ngomong yang sama berulang-ulang sementara tidak pernah dilaksanakan ya buat apa ada komunikasi? Percuma juga saya ngomong panjang lebar kalo gak di fahami.”
“Apa misalnya?”
“Saya ingin pasangan saya menjadi orang yang lebih baik, misalnya saya ingin dia lulus kuliah cepat, saya udah capek ngomong, nyinyir mau bantuin, tapi kalo dari orangnya sendiri gak pernah ada niat ya ngapain juga saya ngomong.”
“Loh tapi itu kan gak ada hubungannya dengan cinta?”
“Kata siapa? Kalau untuk hal yang sangat penting bagi dirinya sendiri aja dia kurang acuh bagaimana untuk hal yang kurang penting bagi pasangannya atau orang lain? See… ada hubungannya kan?”
“Tapi kenapa kamu selalu mengatakannya lewat tulisan? Entah SMS atau surat, apa kamu gak punya nyali untuk ngomong langsung?”
“Well, jangan pernah bicara nyali sama saya, untuk urusan nyali saya ladeni semua. Tapi ada satu hal kelemahan saya, saya paling tidak bisa melihat perempuan menangis! Kalau saya lihat mereka menangis, maka saya seperti merasa terhipnotis untuk selalu mengikuti apa yang mereka mau. Saya sudah berkali-kali mengalami ini dan saya gak mau terjebak pada hal yang sama dan semu, air mata wanita. Itu sebabnya saya lebih sering mengakhiri hubungan lewat tulisan, selain saya tidak usah melihat mereka menangis, saya juga bisa berfikir lebih tenang.”
“Kamu sering menduakan perempuan?”
“Mereka juga sering menduakan saya, Kenapa mereka tidak ditanya? Kenapa kita harus maklum kalau perempuan punya lebih dari satu relationship dengan alasan pelarian lah, pelengkaplah, penghiburlah dll. Tapi kenapa kalo lelaki punya lebih dari satu relationship langsung di cap bajingan lah, buaya lah, kadal lah bla… bla…”
“Loh tapi kan yang kamu duakan bukan yang menduakan mu?”
“Oh ya? Kata siapa, somehow, somewhere I know that they re cheated on me, so why don’t I? lagian apa salahnya mencari, mumpung masih muda, belum menikah, Life is about choice right? And special case for relationship the chase is stop when you are marrying.”
Lalu interogasi berhenti, Ms Keane keluar ruangan dan tidak pernah kembali lagi… dan saya masih terkunci disini..