Love Interrogation

interrogationroom6.jpg

One day Love department has caught me, they are considered me as a love criminal. I’ve had interrogated by their agent, I don’t know her face cause its dark, but from the voices I knew that the agent is a woman, and she introduce herself as Ms Keane.

“Kamu kejam terhadap perempuan!”

“Kata Siapa? Kata perempuan? Ya tentu saja, dan perempuan mana yang bilang saya kejam? Pastilah perempuan yang kecewa dengan saya kan?”

“Kamu gak punya hati!”

“Kenapa bisa bilang begitu?”

“Kamu meninggalkan mereka begitu saja!”

“Well, I tell you, dalam hidup saya kalau di hitung secara statistik maka saya lebih sering di tinggalkan oleh mereka ketimbang saya meninggalkan mereka.”

“Tapi tetap saja kan, itu artinya bahwa kamu meninggalkan mereka!”

“Oke itu benar (sambil berfikir kenapa kalau perempuan meninggalkan laki-laki tidak pernah di cap kejam?)”

“Kenapa kamu tinggalkan mereka?”

“Banyak dan beragam alasannya.”

“Ya Coba sebutkan!”

“Ya.. alasannya terkadang bisa sangat sepele atau sangat serius, ada yang karena bau mulut, ada yang karena beda agama, ada yang karena satu agama tapi lain keyakinan, ada yang karena saya tiba-tiba merasa ilfil, ada yang karena benci, ada yang karena tertarik dengan yang lain, ada juga yang karena saya merasa muak.”

“Oke, apa yang bisa membuat mu tiba-tiba merasa ilfil?”

“Hmmm… ada yang karena ngomong nya gak nyambung, ada yang karena selera humornya rendah, ada yang karena terlalu serius dan ada  juga yang karena terlalu bercandaan.”

“Loh, tapi yang menentukan parameter itu semua adalah kamu sendiri kan? Berarti itu gak fair dong bagi mereka, bisa aja mereka berpendapat sama tentang mu.”

“Oh tentu saja itu fair, karena saya mencari pasangan hidup, pasangan hidup saya ya tentunya saya dong yang menentukan parameternya, kenapa? Karena saya akan hidup lama dengannya, kalau dia tidak sesuai dengan keinginan saya sudah dapat dipastikan dia tidak akan lama dengan saya. Kalau mereka menganggap saya juga sama ya bagus, tapi kalau mereka menganggap saya tidak sama ya gak papa, ini kan masalah hidup, tidak ada yang bisa menentukan hidup kecuali yang punya hidup dan yang menciptakan kehidupan.”

“Halah kamu terlalu bertele-tele dan terlalu banyak alasan!”

“Terserah mau bilang apa, tapi bagi saya ya seperti itu, mungkin pada awalnya akan terlihat kejam bagi mereka tapi pada akhirnya toh mereka juga akan mengerti.”

“Tapi kamu sudah memberikan mereka harapan?”

“Loh, apa itu salah? Bukankah semua yang kita jalani di dunia ini karena ada harapan? Kalau gak ada harapan ya udah mati aja.”

“Tapi kamu kemudian mengambil kembali harapan itu?”

“Loh apa itu juga salah? Hidup adalah kompetisi, dan harapan itu adalah iming-iming kompetisi, begitu juga dengan cinta, kalau ternyata dia kalah dalam kompetisi ya berarti dia harus mencari harapan baru yang lain, mencari cinta yang lain.”

“Mengapa kamu sering mendiamkan perempuan mu?”

“Saya mendiamkan karena sudah capek bicara.”

“Bukankah kamu sendiri yang bilang kalo dalam sebuah hubungan itu komunikasi yang penting lalu kenapa diam?”

“Ya itu betul, komunikasi adalah nomor satu, tapi kalo kita selalu ngomong yang sama berulang-ulang sementara tidak pernah dilaksanakan ya buat apa ada komunikasi? Percuma juga saya ngomong panjang lebar kalo gak di fahami.”

“Apa misalnya?”

“Saya ingin pasangan saya menjadi orang yang lebih baik, misalnya saya ingin dia lulus kuliah cepat, saya udah capek ngomong, nyinyir mau bantuin, tapi kalo dari orangnya sendiri gak pernah ada niat ya ngapain juga saya ngomong.”

“Loh tapi itu kan gak ada hubungannya dengan cinta?”

“Kata siapa? Kalau untuk hal yang sangat penting bagi dirinya sendiri aja dia kurang acuh bagaimana untuk hal yang kurang penting bagi pasangannya atau orang lain? See… ada hubungannya kan?”

“Tapi kenapa kamu selalu mengatakannya lewat tulisan? Entah SMS atau surat, apa kamu gak punya nyali untuk ngomong langsung?”

“Well, jangan pernah bicara nyali sama saya, untuk urusan nyali saya ladeni semua. Tapi ada satu hal kelemahan saya, saya paling tidak bisa melihat perempuan menangis! Kalau saya lihat mereka menangis, maka saya seperti merasa terhipnotis untuk selalu mengikuti apa yang mereka mau. Saya sudah berkali-kali mengalami ini dan saya gak mau terjebak pada hal yang sama dan semu, air mata wanita. Itu sebabnya saya lebih sering mengakhiri hubungan lewat tulisan, selain saya tidak usah melihat mereka menangis, saya juga bisa berfikir lebih tenang.”

“Kamu sering menduakan perempuan?”

“Mereka juga sering menduakan saya, Kenapa mereka tidak ditanya? Kenapa kita harus maklum kalau perempuan punya lebih dari satu relationship dengan alasan pelarian lah, pelengkaplah, penghiburlah dll. Tapi kenapa kalo lelaki punya lebih dari satu relationship langsung di cap bajingan lah, buaya lah, kadal lah bla… bla…”

“Loh tapi kan yang kamu duakan bukan yang menduakan mu?”

“Oh ya? Kata siapa, somehow, somewhere I know that they re cheated on me, so why don’t I? lagian apa salahnya mencari, mumpung masih muda, belum menikah, Life is about choice right? And special case for relationship the chase is stop when you are marrying.”

Lalu interogasi berhenti, Ms Keane keluar ruangan dan tidak pernah kembali lagi… dan saya masih terkunci disini..

posted by rasyefki in Life and have Comments (6)

6 Responses to “Love Interrogation”

  1. anindya says:

    Sebelumnya mohon maaf lahir batin dulu ni mas..Kan masih bulan Syawal tu..masih ada lah, angetnya..

    Entah kenapa ya, saya kog malah jadi bayangin macem2 liat kursi itu. Tambahin tali, blindfold, ama cambuk. Minimal kaya klip How Deep Is Your Love-nya Take That..

  2. Ratna says:

    Intine ki rodo ra trimo knp cewe mendua sah2 aj sementara kalo cowo mendua dikatain LELAKI..BUAYA BUSYET..
    Ho’oh rick..namaku emang pacaran eh pasaran. Bsk kalo aq pny anak mau tak namain nama yg sdikit aneh tp ngetop.. i.e: Barack Api..

  3. rasyefki says:

    Anindya : Sama-sama maaf lahir batin juga ya kalo selama ini Pak Nanang Pamuji kurang baik dalam mengajar (loh?!)

    Ratna : Makanya sebaiknya nama kamu dirubah saja menjadi Ratno, atau Ranto, atau Rantang :)

  4. widya says:

    yoo ilaa curcol!

  5. ifan says:

    Sedikit banyak aku merasa terwakili oleh posting ini. Seperti dalam hal: kalau laki2 punya 2 gebetan apalagi selingkuh, itu jadi masalah,tapi kalo perempuan yg begitu dianggap wajar. Hehe.. Dua tahun aku tak berurusan dgn hal2 semacam itu. Single = merdeka.. [untuk mengantisipasi opini bhw saya ga laku. hehe..] ditunggu tulisan barunya,mas ricky..salam..!

  6. rasyefki says:

    widya : yooo curcol sithik ra popo toh mbak yu, piye frisco?

    Ifan : hehe.. ya begitulah, seringkali kita lelaki ini dianggap buaya padahal para betina tidak kalah buayanya, hidup buaya! hehe…

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment