Udah tau kan kalo sekarang yang namanya perekonomian dunia lagi dilanda krisis. semua seolah menjadi tidak terkendali lagi, mulai dari Rupiah anjlok sampe sempat menyentuh angka 12.000/1 dolar, harga minyak bumi dan komoditi lainnya yang anjlok gila-gilaan, harga saham yang rontok mencapai titik terendah, harga emas yang biasanya stabil jadi turun drastis.
Semua itu disebabkan hanya oleh satu hal yaitu panic. Panic ini juga yang membuat orang-orang kehilangan rasionalitas dalam memutuskan sesuatu. Kenapa saya bilang hilang rasionalitas? Ya bayangkan saja, bagaimana bisa harga saham telekomunikasi yang biasanya selalu terus menerus naik akibat keuntungan yang melimpah dan kondisi perusahaan yang sehat malah ikut-ikutan ambruk? Padahal kita tahu, yang namanya kebutuhan komunikasi, mau sedang dilanda krisis sehebat apapun kita tetap butuh komunikasi. Walau bagaimanapun kalian tetap beli pulsa dan bayar tagihan handphone kan?
Kemudian menyebar email yang menganjurkan kita untuk menarik semua investasi kita dan menukarnya semua dengan cash dan menabungkannya di bank untuk aman. Menarik semua deposito dan reksadana kita untuk kemudian menabungkannya di Bank.
Well, sorry to say ya, kalo kalian menuruti apa yang dikatakan email tersebut maka kalian termasuk orang yang gampang panic dan bisa dikatakan kalau kalian sudah tertipu. Karena email tersebut saya curigai justru diberikan oleh orang-orang yang bermaksud untuk mencoba agar kaya sendiri dan tidak mau mengajak-ngajak orang lain.
Warren Buffet, salah satu maestro investasi yang juga orang terkaya di dunia mengatakan “now it’s time to be greedy”. Ya inilah saatnya untuk rakus dan mencoba untuk menjadi kaya. Bagaimana caranya? Mulailah berinvestasi sekarang, ya sekarang adalah saat yang paling tepat untuk kalian memulai investasi. Bila selama ini ada yang ragu-ragu untuk menentukan kapan waktu memulai maka buang jauh-jauh keragu-raguan tersebut, sekaranglah saatnya!
Kenapa? Karena sekarang ini harga-harga saham sedang berada di titik terendah, inilah saatnya untuk membeli saham-saham tersebut. Bila kalian bukan pialang dan tidak bisa bermain sendiri atau kurang percaya dengan broker maka investasikan saja lewat instrument Reksadana (silahkan searching di google untuk perusahaan-perusahaan reksadana yang ada), selain gampang juga tidak memberatkan karena dengan reksadana kalian bisa mulai berinvestasi hanya dengan 250 ribu rupiah. Dengan memulai di titik yang terendah maka kita tidak akan pernah rugi, paling apes ya balik modal tapi ingat itu hampir bisa dikatakan mustahil.
Tentu yang saya maksud disini adalah investasi jangka menengah dan panjang, beli saham atau reksadana sekarang dan ambillah ketika nanti sudah 2 sampai 5 tahun ke depan. Dengan semua usaha dari pemerintah dan Negara-negara di dunia maka semuanya akan kembali naik, bahkan jauh lebih tinggi growth nya di banding yang pernah ada, kenapa? Karena keterpurukan yang ada sekarang jauh lebih rendah dari yang pernah ada. Percayalah, tidak ada satu negarapun di dunia ini yang pengen bangkrut, semua usaha dan upaya dilakukan untuk menjaga perekonomian tetap tumbuh baik, apalagi Negara demokrasi yang kekuasaannya dari rakyat, mereka juga tidak mau untuk tidak dipercaya oleh rakyat lagi, sebentar lagi pemilu di Amerika, lalu menyusul di Indonesia, tantunya para kontestan tidak mau meninggalkan catatan buruk di akhir kekuasaan mereka bila mereka ingin terpilih lagi bukan?
Jadi jangan pernah percaya dengan email yang menyuruh kamu untuk menabung, karena kamu akan rugi besar karenanya. Tabungan kamu pertahunnya hanya akan berbunga paling tinggi 5%, bandingkan dengan tingkat inflasi yang pertahun rata-rata 7-12% maka nilai uang kalian akan menjadi berkurang, rugi! Masukkan ke reksadana atau kalau kalian punya nyali bermain langsung belilah saham-saham bluechip seperti perusahaan telekomunikasi, FMCG seperti unilever, dll sekarang juga, karena tingkat pengembaliannya dalam setahun bisa mencapai 50% bahkan dengan situasi sekarang mungkin bisa mencapai lebih dari 100%.
Jadi, tidak ada kata menunggu lagi, tarik uang kalian dari tabungan di Bank sekarang, dan Investasikan segera sekarang juga. Inilah saatnya bagi kita untuk mencoba menjadi kaya. Kalau gak punya uang, uangkan semua barang yang kalian punya, jual laptop, handphone yang berlebih, atau apa saja yang bisa dijadikan uang, atau berhutanglah, ingat berhutang yang paling aman adalah berhutang ke koperasi yang berbunga rendah, atau pegadaian kalau kalian punya barang berharga. Atau paling enak lagi pinjem uang teman saja, atau kalian patungan. Dan jangan pernah meminjam uang di Bank, karena bunga bank sekarang sangat tinggi. Bagaimanapun caranya, kumpulkan dana sekarang dan segeralah bermain.
Sampai bertemu di forum orang kaya atau hampir kaya atau setengah kaya di tahun depan!
Peace!
(note: Saya tulis ini pada hari Kamis tanggal 30 Okt yang lalu, saat itu IHSG 1173, dan hari ini IHSG udah 1364 !!, so buruan daripada nanti gak kebagian karena udah terlanjur tinggi lagi)
mas riki, lam kenal.. Wah bener bgt tuh, nabung di bank emang kalo dipikir gak ada untungnya.Lha wong pajak lbh tinggi dr bunganya bo.. Mending jg diinvestasiin dlm bentuk saham. Himbauan kpd capres2,kalo cr calon menteri keuangan nih RASYEFKI orangnya.
SBentar2.. ngemeng2 nih, mas riki jual hape kmrn tuh mau buat beli saham?? Smg impian jd orang kaya tahun dpn bs trcapai, bs beli HP yg canggih+layarnya 21 inch
Ki, kalau yang gue baca kata orang2 ahli perencanaan keuangan itu, jangan pernah berhutang untuk investasi..investasi kan high risk high return, jadi bener-bener pake uang mati yang kalau ilang pun (semoga nggak), ya nggak papa…dan jangan lupa, sebelom investasi musti sedia dana darurat dulu. Investasi kan butuh waktu untuk menghasilkan, ntar kalau tiba-tiba kepepet butuh uang (sakit atau mau nikah misal..cieeee…), dan investasinya belom menghasilkan? kan mau untung malah buntung…eh, itu katanya lho ya hehehe
Santi : sebenernya nama kamu itu siapa sih? Santi apa Ratna? kok emailnya sama? trus kok tiap comment salam kenal mulu yah? Hmmm… gak lah bo, kayaknya kejauhan kalo jadi Menteri Keuangan, ya minimal presiden lah haha…
Dedek: hmmm… emang sih dek, kalau bisa jangan pake utang, tapi itukan kalo investasi Risky dan investasi yang kemaren-kemaren (dimana semuanya berada pada titik tertinggi atau titik tengah), nah kalo sekarang tuh kayaknya udah gak mungkin lagi deh lebih jeblok dari ini, jadi makanya kerahkan segala daya dan upaya lah untuk ini hehe…
dodoool!
bunga kredit di bank memang lagi tinggi. karena SBI yang dinaikkan untuk menekan inflasi. kondisi negara kita bergantung dari ini. 2 indikator yang bisa kita lihat negara kita mulai lampu merah kondisinya adalah pasar induk untuk indikator kebutuhan pokok, dan glodok untuk indikator nilai mata uang asing. semua sektor utama perputaran ada disini.
jangan tarik duit di bank doowng…ntar likuiditas anjlok, pasar mulai panik, terjadi rush, krisis ekonomi lanjut lagi parahnya…dan gw gak ada yang gaji lagi nanti ky
saat ini semua berusaha untuk meminimalisasi kemungkinan terburuk kayak tahun 98′an yang lalu…dan kalo dilihat dari trend yang ada di pasar saham, kayak banjir gede 5 tahunan yang ada trend’nya juga….saat ini anjloknya harga saham, kayak yang udah terjadi tahun 2003′an…jd pasti akan kembali lagi kondisinya, walaupun rebound’nya paling cepet 1 tahunan…
jadi memang disetiap kesulitan dan keterpurukan, disitu ada kesempatan untuk orang yang jeli melihatnya dan menggunakannya…(yagh…kayak idup kita lah dear..hihihihihi)