Seindah apapun huruf terukir dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?
Dan saling menyayang jika ada ruang?
Jadi aku takkan melumpuhkanmu dengan mengatasnamakan kasih sayang…
Sampai kita bertemu lagi di masa yang akan datang
Di hari dimana kita akan mensyukuri apa yang terjadi hari ini…
(thanks to dee for erupting words)
nice post. boleh re-posting ke blog ku? thx.
Tita : Silahkan, itu tuh puisinya Dee Dewi Lestari hehe… tapi sedikit penambahan olehku, semoga si dee gak marah