Archive for February, 2009

GUE BANGET!!

firststep.jpg

Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat.

Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. “Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru,” katanya tak lama setelah bergabung. “Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir.” Tapi apa yang kemudian terjadi?, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. 

Sang CEO pusing terhadap pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules.

Penemuannya adalah sebagai berikut:

Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. “Orang meninggalkan manajer, bukan perusahaan,” tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules.

“Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus – dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer.” Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.

Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit.

Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti : dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yangdiperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.

Seorang pakar manajemen mengatakan, “Jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu.” Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda : dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti – biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: “Kamu tidak penting. Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu.”

Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan.

Dari Buku Haris Priyatna berjudul Azim Premji, “Bill Gates” Muslim dari India (terbitan Mizania 2007)

posted by rasyefki in Life and have Comments (3)

Statusmu Statusku

fb.jpg

Hari ini saya dapat pengalaman yang lucu sekali, sekaligus ironis menurut saya. Singkat kata singkat ceritanya adalah ada  yang merasa kurang senang dengan status2 yang saya tulis di Facebook, YM atau dimanalah.

Well, bukannya saya bermaksud untuk membela diri (iya sih dikit…), tapi sederhananya aja begini, bagi saya (dan di sahkan oleh Undang-Undang juga kayaknya), yang namanya situs jejaring sosial, atau apalah itu, itu merupakan private area. Selama saya tidak mengganggu atau merusak account orang (hacking, carding, insulting, spamming, dll), ya itu sah-sah saja.

Lha wong account saya sendiri, saya bikin sendiri, saya maintain sendiri, ya terserah saya dong mau nulis apa, masak masih diatur-atur juga? kayak Orde Baru aja.

Yang paling lucu lagi adalah, orang yang merasa tersebut sangat berkeberatan, merasa tersinggung dan merasa dilecehkan, padahal… saya tidak menuliskan namanya disitu! wong di friend list saya aja orangnya gak ada, aneh bukan? disitu juga tidak jelas statement itu saya tujukan apakah buat orang, buat benda, buat keadaan, buat institusi atau buat siapa?  kalau misalnya merasa tersinggung? lah kenapa bisa tersinggung? wong gak ada namanya kok? kalau misalnya merasa terhina atau terlecehkan? loh kok bisa? aneh sekali. Saya gak nyebutin namanya, saya gak majang fotonya, saya juga gak kasih link, kok ya bisa-bisanya.

Jadi gini ya cong, sekali lagi saya tegaskan, namanya account saya sendiri ya terserah saya dong mau nulis apa, gak usah ngatur2, apalagi mengatas namakan etika atau institusi, page saya ya saya yang punya hak mau nulis apa, selama saya tidak melakukan sesuatu yang merugikan secara langsung atau menghina seseorang secara langsung dengan menyebut namanya ya gak usah sok ngerasa.

Kita kan bukan hidup di zaman orde baru, lha wong UU kebebasan pers aja menulis kok, kalau misalnya merasa tidak senang dengan suatu pemberitaan ya silahkan menggunakan hak jawab dan somasi, nah silahkan tuh! saya aja gak pernah keberatan dengan orang menulis apapun di statusnya, kenapa? karena saya gak merasa!

Yang lebih aneh lagi adalah katanya tidak pantas bagi seorang karyawan yang bekerja di perusahaan mengeluarkan status seperti itu, lha perusahaan apa? dan perusahaan yang mana? coba cek di profile FB saya, ada tujuh (7) perusahaan yang saya tulis disitu, perusahaan yang mana coba?

Makanya… lebih baik kita kembali aja deh ke hak dasar yang diatur oleh UUD 1945, disitu ditulis jelas bahwa setiap warga negara berhak untuk mengeluarkan pendapat, berserikat dan berkumpul. See.. mengeluarkan pendapat! begitu juga tentang kebebasan pers, setiap warga berhak untuk menuliskan apapun dan memberitakan apapun, so ya terserah saya lah mau nulis apa, wong dilindungi Undang-Undang kok. kalau ada yang merasa keberatan ya silahkan komentar atau bikin status sendiri di account sendiri, kalo gak bisa nulis ya belajar dulu aja.

Ngepet!

posted by rasyefki in Life and have No Comments

Istriku Nanti

mystery-woman-0807.jpg

Dia haruslah selalu mencintaiku seperti cintanya di hari pertama bertemu

Dia haruslah manja padaku tapi keras terhadap hidup

Dia haruslah sabar dengan tangis rewel anakku

Dia haruslah tertawa bersama ketika bahagia dan menertawakanku ketika aku sedih

Dia haruslah bekerja, bukan karena uangnya tapi untuk membentuk pola pikirnya

Dia haruslah memelukku ketika tidur, apapun pertengkaran yang terjadi

Dia haruslah orang yang membuatku nyaman di pangkuannya

Dia haruslah orang pertama yang memarahiku ketika aku kehilangan semangat

Dia haruslah membangunkanku dengan ciumannya ketika aku malas terjaga di pagi hari

Dia haruslah menjaga dirinya ketika aku tidak ada

Dia haruslah menungguku ketika aku pulang larut

Dia haruslah takut pada Tuhan, bukan kepadaku

Dia haruslah sabar menghadapi semua tingkah laku ku yang sering tidak menyenangkan

Dan dia haruslah kamu…

posted by rasyefki in Uncategorized and have Comments (4)

Dunia Lelaki

 5evolution_1_jpg-med.jpg

Hey, juwita hati buanglah sedih

jangan masukkan hati nanti sakit

Karena aku lelaki bukan banci

mainan ku bukan boneka, yang diam saja

Tak bisa diajak berpetualang mencari tantangan

Dunia lelaki begitu adanya

usah di pahami, bukan untuk di mengerti

memang begitu…

bila rasio bicara perlu segera revolusi

bila bosan dengan segala yang ada yang slalu statis boring membosankan tak ada kemajuan lagi!

by. Ahmad Dhani

posted by rasyefki in lyrics and have No Comments

Pengumuman Pemenang

Hola… sehubungan dengan postingan sebelumnya soal bagi-bagi hadiah pulsa, maka dengan ini kuis dinyatakan sudah di tutup.

Adapun jawaban yang benar dari lagu tersebut adalah CEMBURU by ATIEK CB (hehe… jadul yak!)

atiekdia.jpg

Dari sekian banyak yang ikut, yang jawabannya bener adalah:

  1. Ramsis
  2. Tita
  3. D3d3k
  4. Rama Oke
  5. Aku_Indri
  6. Rinanih
  7. Anakjadoel

Nah berdasarkan kecepatan postingan yang menjawab lebih dulu dan berhak mendapatkan pulsa gratis adalah Ramsis dan Tita.

Nanti saya akan japri langsung ke pemenangnya untuk konfirmasi.

Thank you banget ya yang udah ikutan, tunggu aja kuis-kuis selanjutnya, hehe…

NB: Gambar diambil dari indolawas.blogspot.com

posted by rasyefki in Uncategorized and have Comment (1)

Bagi-bagi Hadiah

Hola readers, kali ini saya pengen bikin sesuatu yang lain. Dulu saya hampir sebulan sekali ngasih seseorang pulsa 50 ribu/bulan, so semenjak dia udah “pergi dan entah kapan kan kembali” walhasil ada pulsa nganggur nih, jadiii…. khusus buat kalian yang pake XL saya bakal kasih pulsa gratis masing-masing sebesar 25 ribu untuk 2 (dua) orang pertama yang tercepat dan jawabannya bener.

Pertanyaannya? simple ajah! coba tebak apa judul lagu dan penyanyi asli dari lirik lagu dibawah ini.

Ini serius! buruan!. Buat yang gak pake XL boleh2 aja ikutan nebak tapi hadiahnya gak ada cuma ucapan selamat ajah hehe…

oh ya, cara ngejawabnya tinggal tulis aja di comment, and jangan ditulis dulu ya nomor hp kalian, ntar kalo kalian yang menang saya akan reply comment dan japri yang menang.

so here is the lyrics…

Kuhembuskan nafas panjang
Dan kupejamkan mataku
Namun bayangmu tak jua berlalu
Kubakar kebencianku
Namun tiada menolongku
Dan kuhidupkan keangkuhanku
Tuk melupakanmu..

Namun semua
Kian membangkitkan rinduku
Cemburu dan rasa takut
Akan kehilanganmu

Rindu ini menghapus benciku
Cinta membelengguku
Bahkan kepribadianku
Sungguh aku cinta kamu
Sungguh aku cemburu

hehe… agak norak ya liriknya? biarin lah, yang penting gaya. Monggo di tebak!

posted by rasyefki in Uncategorized and have Comments (19)

Butterfly Effect

butterfly-kiss.jpg

Saya abis baca-baca, dan menjadi sangat tertarik kepada tema Butterfly Effect. yang saya maksud disini bukan yang film Aston Kutcher itu ya, tapi lebih kepada arti Butterfly Effect sesungguhnya.
Sebenernya sih sejarah dan definisi dari Butterfly effet itu sangat panjang, tapi daripada kepanjangan lebih baik saya singkat maknanya, Butterfly Effect adalah suatu kondisi dimana satu atau lebih perbuatan (kecil atau besar) yang dilakukan akan berakibat secara langsung kepada orang lain di lain waktu, di lain tempat.

Contoh sederhana nya nih, Ayah saya dan Ibu saya menurut cerita mereka dulu pertama kali bertemu ketika Ibu saya sedang dalam pulang perjalanan sekolah lalu di godain oleh Bapak saya yang sedang mengendarai mobil dari kakek saya. So bayangkan bila waktu itu kakek saya tidak pernah membeli mobil apakah Bapak dan Ibu saya akan tetap bertemu? atau kalau kita ambil yang lebih jauh lagi, kalau saja dulu Henry Ford tidak menciptakan sebuah benda bernama mobil apakah mungkin saya lahir kedunia?

Dari situ saja Butterfly effect ini kemudian bersambung terus, saya ambil contoh dengan kejadian yang paling mutakhir yaitu saya menang Turnamen Golf kemarin, nah bila saja dulu Henry Ford tidak menemukan mobil, ayah saya dan ibu saya tidak pernah bertemu, saya tidak pernah lahir, lalu siapa yang akan memenangi turnamen golf kemarin? kompleks bukan?

Nah itulah awal kekaguman saya dengan Butterfly effect, betapa sekecil apapun ternyata perbuatan kita bisa berentet secara dahsyat dan luar biasa kepada orang lain disuatu waktu dan disuatu tempat.

Saya ambil contoh yang sedikit mirip, sekarang kan banyak banget tuh orang yang menemukan jodohnya di tempat kerja, misalkan saja teman saya si Ayi dan Suaminya sekarang yang ketemu di kantor mereka sebuah perusahaan telekomunikasi. Saya tidak bisa membayangkan, andai saja dulu Marconi tidak pernah menemukan gelombang radio lalu apakah mereka akan tetap berjodoh? bila tidak siapa kah jodoh mereka? see… incredible right?

Kalau saja si Bill Gates tidak dropout dan meneruskan sekolahnya maka mungkin kita tidak akan pernah mengenal windows, maka akan celakalah bagi orang-orang yang sekarang banyak menemukan pacar atau pasangan hidup dari jalur chatting, friendster atau facebook.

Contoh lain nih, bila saja dulu James A Naismith tidak pernah iseng untuk meletakkan keranjang sampah di dinding gedung untuk anak-anak didiknya berolahraga di musim dingin, apakah kita akan mengenal orang yang bernama Michael Jordan atau Le Bron James sekarang? sepertinya tidak, lalu akan menjadi apakah si Michael Jordan dan Kobe Bryant bila permainan Bola basket tidak pernah ditemukan? I Don’t Know!

Bila dulu orang Indian amerika tidak pernah iseng membakar daun tembakau dan menghisap asapnya, kira-kira Putera Sampoerna atau Rahman Halim apakah akan sekaya sekarang ini?

Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain, mengagumkan bukan? fiuuhhh… saya mau merenung lagi ah… sori ya kalo tulisannya agak-agak berat hehe…

posted by rasyefki in Life and have Comments (2)