Butterfly Effect

butterfly-kiss.jpg

Saya abis baca-baca, dan menjadi sangat tertarik kepada tema Butterfly Effect. yang saya maksud disini bukan yang film Aston Kutcher itu ya, tapi lebih kepada arti Butterfly Effect sesungguhnya.
Sebenernya sih sejarah dan definisi dari Butterfly effet itu sangat panjang, tapi daripada kepanjangan lebih baik saya singkat maknanya, Butterfly Effect adalah suatu kondisi dimana satu atau lebih perbuatan (kecil atau besar) yang dilakukan akan berakibat secara langsung kepada orang lain di lain waktu, di lain tempat.

Contoh sederhana nya nih, Ayah saya dan Ibu saya menurut cerita mereka dulu pertama kali bertemu ketika Ibu saya sedang dalam pulang perjalanan sekolah lalu di godain oleh Bapak saya yang sedang mengendarai mobil dari kakek saya. So bayangkan bila waktu itu kakek saya tidak pernah membeli mobil apakah Bapak dan Ibu saya akan tetap bertemu? atau kalau kita ambil yang lebih jauh lagi, kalau saja dulu Henry Ford tidak menciptakan sebuah benda bernama mobil apakah mungkin saya lahir kedunia?

Dari situ saja Butterfly effect ini kemudian bersambung terus, saya ambil contoh dengan kejadian yang paling mutakhir yaitu saya menang Turnamen Golf kemarin, nah bila saja dulu Henry Ford tidak menemukan mobil, ayah saya dan ibu saya tidak pernah bertemu, saya tidak pernah lahir, lalu siapa yang akan memenangi turnamen golf kemarin? kompleks bukan?

Nah itulah awal kekaguman saya dengan Butterfly effect, betapa sekecil apapun ternyata perbuatan kita bisa berentet secara dahsyat dan luar biasa kepada orang lain disuatu waktu dan disuatu tempat.

Saya ambil contoh yang sedikit mirip, sekarang kan banyak banget tuh orang yang menemukan jodohnya di tempat kerja, misalkan saja teman saya si Ayi dan Suaminya sekarang yang ketemu di kantor mereka sebuah perusahaan telekomunikasi. Saya tidak bisa membayangkan, andai saja dulu Marconi tidak pernah menemukan gelombang radio lalu apakah mereka akan tetap berjodoh? bila tidak siapa kah jodoh mereka? see… incredible right?

Kalau saja si Bill Gates tidak dropout dan meneruskan sekolahnya maka mungkin kita tidak akan pernah mengenal windows, maka akan celakalah bagi orang-orang yang sekarang banyak menemukan pacar atau pasangan hidup dari jalur chatting, friendster atau facebook.

Contoh lain nih, bila saja dulu James A Naismith tidak pernah iseng untuk meletakkan keranjang sampah di dinding gedung untuk anak-anak didiknya berolahraga di musim dingin, apakah kita akan mengenal orang yang bernama Michael Jordan atau Le Bron James sekarang? sepertinya tidak, lalu akan menjadi apakah si Michael Jordan dan Kobe Bryant bila permainan Bola basket tidak pernah ditemukan? I Don’t Know!

Bila dulu orang Indian amerika tidak pernah iseng membakar daun tembakau dan menghisap asapnya, kira-kira Putera Sampoerna atau Rahman Halim apakah akan sekaya sekarang ini?

Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain, mengagumkan bukan? fiuuhhh… saya mau merenung lagi ah… sori ya kalo tulisannya agak-agak berat hehe…

posted by rasyefki in Life and have Comments (3)

3 Responses to “Butterfly Effect”

  1. Rendra Budi says:

    Jika kamu gak nulis artikel ini gak mungkin aku komentar. Jika tidak internet juga tidak mungkin komen. Menurutku ini semua adalah takdir yang telah digariskan Tuhan.

  2. Riu_aj says:

    Mas, izin copas gambarnya buat menghiasi blog ya…..
    Thanks

    http://riuisme.blogspot.com/2011/07/nasehat-cinta-seorang-sahabat.html

  3. abang ja'oen says:

    menarik :)
    kalo tuhan tidak ada …………..

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment