Statusmu Statusku

fb.jpg

Hari ini saya dapat pengalaman yang lucu sekali, sekaligus ironis menurut saya. Singkat kata singkat ceritanya adalah ada  yang merasa kurang senang dengan status2 yang saya tulis di Facebook, YM atau dimanalah.

Well, bukannya saya bermaksud untuk membela diri (iya sih dikit…), tapi sederhananya aja begini, bagi saya (dan di sahkan oleh Undang-Undang juga kayaknya), yang namanya situs jejaring sosial, atau apalah itu, itu merupakan private area. Selama saya tidak mengganggu atau merusak account orang (hacking, carding, insulting, spamming, dll), ya itu sah-sah saja.

Lha wong account saya sendiri, saya bikin sendiri, saya maintain sendiri, ya terserah saya dong mau nulis apa, masak masih diatur-atur juga? kayak Orde Baru aja.

Yang paling lucu lagi adalah, orang yang merasa tersebut sangat berkeberatan, merasa tersinggung dan merasa dilecehkan, padahal… saya tidak menuliskan namanya disitu! wong di friend list saya aja orangnya gak ada, aneh bukan? disitu juga tidak jelas statement itu saya tujukan apakah buat orang, buat benda, buat keadaan, buat institusi atau buat siapa?  kalau misalnya merasa tersinggung? lah kenapa bisa tersinggung? wong gak ada namanya kok? kalau misalnya merasa terhina atau terlecehkan? loh kok bisa? aneh sekali. Saya gak nyebutin namanya, saya gak majang fotonya, saya juga gak kasih link, kok ya bisa-bisanya.

Jadi gini ya cong, sekali lagi saya tegaskan, namanya account saya sendiri ya terserah saya dong mau nulis apa, gak usah ngatur2, apalagi mengatas namakan etika atau institusi, page saya ya saya yang punya hak mau nulis apa, selama saya tidak melakukan sesuatu yang merugikan secara langsung atau menghina seseorang secara langsung dengan menyebut namanya ya gak usah sok ngerasa.

Kita kan bukan hidup di zaman orde baru, lha wong UU kebebasan pers aja menulis kok, kalau misalnya merasa tidak senang dengan suatu pemberitaan ya silahkan menggunakan hak jawab dan somasi, nah silahkan tuh! saya aja gak pernah keberatan dengan orang menulis apapun di statusnya, kenapa? karena saya gak merasa!

Yang lebih aneh lagi adalah katanya tidak pantas bagi seorang karyawan yang bekerja di perusahaan mengeluarkan status seperti itu, lha perusahaan apa? dan perusahaan yang mana? coba cek di profile FB saya, ada tujuh (7) perusahaan yang saya tulis disitu, perusahaan yang mana coba?

Makanya… lebih baik kita kembali aja deh ke hak dasar yang diatur oleh UUD 1945, disitu ditulis jelas bahwa setiap warga negara berhak untuk mengeluarkan pendapat, berserikat dan berkumpul. See.. mengeluarkan pendapat! begitu juga tentang kebebasan pers, setiap warga berhak untuk menuliskan apapun dan memberitakan apapun, so ya terserah saya lah mau nulis apa, wong dilindungi Undang-Undang kok. kalau ada yang merasa keberatan ya silahkan komentar atau bikin status sendiri di account sendiri, kalo gak bisa nulis ya belajar dulu aja.

Ngepet!

posted by rasyefki in Life and have No Comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment