Halo lagi readers…
Nah kali ini saya mau cerita babak baru dalam hidup saya, well tepatnya sih kehidupan karir saya.
Mungkin ada beberapa dari kalian yang tau saya sebelumnya kerja dimana, ya katakan saja perusahaan X (padahal tinggal nambahn satu huruf lagi ketahuan deh namanya haha…). saya sudah hampir 4 tahun disana, itulah perusahaan yang paling lama saya bekerja didalamnya.
Sekitar sebulan yang lalu saya dapat tawaran dari perusahaan lain untuk bekerja dengan mereka, tadinya saya tidak anggap serius tawaran itu, coz bukan sombong dan takabur tapi sebelum2nya saya juga pernah dapat tawaran tapi saya gak gubris coz saya benar2 sedang merasa enjoy membangun karir di perusahaan saya yang lama.
Malamnya dari saya dapat penawaran itu, mulailah saya berpikir dan mereview kembali tentang apa yang sudah saya lakukan dan saya dapatkan dari perusahaan yang lama itu. Udah banyak banget saya dapatkan disana (tentunya selain gaji ya, itu sih emang kewajiban perusahaan bayar saya hehe). Dari berbagai macam ilmu dan pengetahuan baru, pengalaman yang mematangkan dan terutama teman2 sekantor (ada yang lucu, yang baik, yang cakep, walau gak sedikit juga yang jelek dan menyebalkan hehe…).
Tapi ketika saya berpikir lebih jauh dan dalam lagi (gw kok malah kayak Romy Rafael ya?), saya mulai tau bahwa ternyata secara gak sadar saya sudah berada di Comfort Zone, segala sesuatunya berjalan begitu-begitu saja, semua pekerjaan sudah teratur seperti auto pilot, tidak ada lagi tantangan-tantangan yang berarti, dus tidak ada lagi lonjakan2 euphoria ketika menghadapi satu masalah dan berhasil melaluinya. Tidak ada kekecewaan ketika apa yang kita usahakan ternyata tidak sesuai harapan, semuanya berjalan terlalu biasa-biasa saja.
Dari situlah kemudian saya berpikir, betapa akan sia-sianya sisa umur saya ini kalau kehidupan saya flat begini. Saya masih muda, saya butuh tantangan untuk memperkaya diri saya, selain itu saya juga rindu dengan saat-saat ketika menghadapi sebuah tantangan dari perusahaan dan mampu melewatinya. Saya kangen dengan euphoria yang timbul ketika ada lonjakan kesuksesan akan sebuah perencanaan, I miss all of those moments dan itu kayaknya gak bakal mungkin saya dapat dari perusahaan saya sebelumnya karena seperti yang sudah saya sampaikan diatas.
Esok paginya saya bangun dan menelpon kembali perusahaan yang mengajukan tawaran kemarin, entah kenapa baru di titik itu saja saya udah merasakan ada lonjakan semangat. Proses selanjutnya ya sudah bisa di tebak, memutuskan untuk pindah. Dan yang lucunya adalah perusahaan saya sekarang adalah competitor dari perusahaan yang lama, so mau gak mau yang dulu menjadi kawan kini berubah menjadi lawan (in professional ways ya bukan as a friends). Dan ternyata itulah tantangan yang saya dapatkan dan saya cari, bagaimana caranya mulai mencoba mengalahkan apa-apa yang dulu saya bangun, bagaimana menghancurkan apa-apa yang dulu saya rencanakan di perusahaan yang lama, karena dalam dunia professional kita hanya mengenal satu asas yaitu “membela yang bayar!” haha…

oh…masih di dunia ‘itu’ toh.
MAJU TAK GENTAR . . . MEMBELA YANG BAYAR!!!
bagos mas…wkwkwkwkwkww
numpang ambil gambar job-exitnya ya bro..
thanks -slam