Saat ini, jam 2 pagi saya sedang sendirian di kamar saya di sebuah Hotel di Tegal. Setelah semua kerjaaan selesai (hmmm… gak semuanya sih, tapi ya adalah beberapa), saya mulai mencoba merenung.
saya coba mereview lagi hidup saya, kalau sudah sendiri dan sepi begini memang suka membawa kita pada hal-hal yang kadang gak pernah kita pikirkan sebelumnya.
Saya adalah orang yang selalu merencanakan sesuatu, dan saya akan merasa kecewa bila apa yang saya rencanakan ternyata tidak berjalan sesuai dengan apa yang saya harapkan.
Alhamdulilah bukan sombong bukan takabur, jarang sekali saya menemui sesuatu meleset dari perkiraan saya. Tapi justru hal-hal yang jarang itu merupakan hal yang sangat krusial dalam hidup saya.
salah satunya adalah berumah tangga.
Dulu sewaktu saya masih ingusan, karena terpengaruh plang KB yang dipasang dimana-mana saya bercita-cita untuk menikah di umur 25 tahun. Tapi ternyata tidak terjadi, umur segitu waktu itu saya belum apa-apa. jangankan untuk menikah dan hidup berdua, untuk membiayai hidup saya sendiri saja waktu itu saya kesusahan.
Setelah itu saya kemudian mencanangkan untuk menikah sebelum usia saya 30 tahun. karena menurut pengamatan saya waktu itu, seorang laki-laki bila sudah melewati usia 30 tahun maka akan semakin enggan untuk menikah, entah kenapa tapi banyak yang seperti itu.
sekitar dua tahun kemudian saya mencanangkan untuk menikah pada tanggal 8 bulan 8 tahun 2008. dan tentunya hal ini gak kesampaian lagi. Saat itu bisa dibilang saya dua kali dalam keadaan nyaris menikah, tapi karena emang dasarnya belum jodoh lagi-lagi saya harus kubur dalam-dalam impian menikah di tanggal tersebut.
Tak terasa kemudian waktu terus berjalan, dan akhirnya terpaksa saya harus melanggar janji saya sendiri, ya saya sekarang sudah 30 tahun, berarti keinginan untuk menikah sebelum berusia 30 kembali gagal.
Tahun ini, saya gak mau gagal lagi, saya gak mau melanggar janji saya lagi. Saya juga kasihan dengan anak saya nanti, saya gak mau disaat mereka masih kecil-kecil sementara saya sudah tua bangka dan sakit-sakitan.
Di awal tahun 2009 kemarin saya merencanakan untuk menikah pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2009 (lagi-lagi terjebak angka cantik hehe…).
Belakangan saya baru tau kalo ternyata tanggal segitu adalah bulan puasa, tadinya saya tetep nekad dan mau tetep stick to the plan untuk menikah di tanggal tersebut, tapi setelah saya pikir2 pastinya agak kurang afdhol untuk menikah di bulan puasa, bakalan banyak hal-hal yang menjadi ganjil, misalnya tamu-tamu dan teman saya jadi pada gak makan (hal yang sangat aneh), dan pastinya akan menghalangi untuk melakukan “pertempuran” sesegera mungkin sesudah ijab kabul hehe…
Well gak habis akal, saya mencoba untuk kemudian berkompromi, tetap mencari tanggal yang cantik di tahun ini, tapi juga tidak melewati bulan puasa. dan akhirnya pilihan saya kemudian jatuh kepada sebuah tanggal yang menurut saya cukup unik.
07-08-09
yup, 7 Agustus 2009. dengan angka yang semakin meningkat tentunya doa saya kehidupan dan keluarga saya akan terus meningkat nantinya (aminnn…)
Dan asyiknya lagi, ternyata tanggal segitu adalah hari Jum’at, hari yang sangat baik bagi umat Islam. tentunya di hari itu saya hanya akan melakukan akad nikah saja, sedangkan resepsinya saya mau adakan keesokannya di hari sabtu.
Masalahnya sekarang adalah, bila memang jadi tanggal segitu, maka itu artinya waktu saya tersisa hanya tinggal kurang dari 2 bulan lagi. terus terang saat ini saya gak punya tabungan, apalagi tau sendiri kalau biaya menikah sekarang ini tidak sedikit. dan bukan hanya biaya menikah, biaya-biaya pasca menikah justru terlihat jauh lebih mengerikan mulai dari mengontrak rumah, membeli perabotan, membeli peralatan rumah tangga mulai dari yang gede-gede kayak lemari dan tempat tidur sampe dengan yang remeh-remeh tapi penting kayak pering gelas dan sendok!
Well, apapun itu, saat ini saya coba untuk meluruskan niat saya, kata orang-orang kalau kita mau menikah itu memang ada saja cobaannya, tapi kalau kita sudah lurus niatnya maka akan selalu ada jalannya. semoga Allah menunjukkan keajaiban nya di hidup saya untuk hal ini. Saya sendiri belum kepikiran gimana caranya dan gimana jalannya (sementara waktunya tinggal 2 bulan lagi, oh my goat!), tapi semoga ada “invicible hands” yang membantu jalan saya selama dua bulan kedepan. Aminn..
Doakan saya ya teman-teman…


























Sahabatku,
Coba renungkan..seratus tahun yg lalu & seratus tahun ke depan apakah kita sudah dan masih ada di dunia? Jadi siapakah diri kita & kemanakah kita akan melangkah sebenarnya? Apakah bekal kita sudah cukup menghadapi kehidupan akhir nanti?
Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus mempersiapkan amal baik kita untuk bekal di akhirat nanti karena cepat atau lambat kita pasti akan mati, pasti akan dipanggil Sang Maha Pencipta.
Intinya, mari kita mengumpulkan amal baik kita dengan cara meniatkan segala sesuatunya untuk ibadah. Bekerjalah karena ibadah, MENIKAHLAH karena ibadah, dsb.
Nyuhun sewu Ndes, tidak bermaksud menggurui sama sekali, tapi sebagai sahabat kita harus saling menasihati dalam hal kebaikan. Minta ampun & berdoalah kepada Alloh, agar semua yg kita niatkan mendapat ridho-Nya.
Semoga niat baik ini diberkahi Alloh SWT, amin.
Wassalam