Saya sempatkan nulis ini di sela perjalanan saya dari Yogyakarta menuju ke Semarang, lumayan 3 jam daripada buat tidur mending ngupdate blog yang udah lama gak kesentuh ini. sebenarnya sih banyak banget kemaren2 yang pengen saya tulis, mulai dari masalah Manohara, Prita, debat capres, pilpres dan lainnya, tapi ya itu tadi, gak ada yang sempet.
Saat-saat sekarang ini nulis dan ngeblog merupakan sesuatu yang sangat mewah bagi saya, himpitan pekerjaan di kantor baru yang menggunung, dan of course ditambah rencana pernikahan dalam waktu dekat membuat saya akhirnya merasa panik.
Panik?! Yup! Saya bukan orang yang gampang panik, bahkan dalam level tekanan tinggi pun saya masih bisa santai, tapi kalau sekarang ini sepertinya saya sudah masuk ke tahap panik. Panik Gila edan lebih tepatnya!
Gimana gak, pernikahan saya tinggal 3 minggu lagi, sementara desain undangan sampai dengan tulisan ini saya ketik masih belum clear, belum nyetak dan ngebagiinnya. hal-hal kecil tetek bengek seperti seserahan, mas kawin, cincin kawin, gift buat orang tua dan seragam panitia sampai sekarang masih belum kepikiran kayak apa bentuknya. Nanti suatu saat kalau kalian akan menikah dan dihadapkan pada keadaan seperti saya ini saya yakin kalian akan make celana dalem di muka!.
Di sisi pekerjaan, saat ini adalah hal yang paling gila, kegiatan marketing sedang gencar-gencarnya, dan semuanya membutuhkan handling satu persatu yang gak bisa ditinggalin begitu aja, pernah nyoba ninggalin tapi jadinya malah amburadul. Sekarang aja ada 5 report dalam bentuk powerpoint yang harus diselesaikan sebelum hari jum’at ini (saat ini hari selasa), belum lagi urusan MU yang mau datang ke Indonesia, dimana saya sudah positif gagal nonton MU, bukan.. bukan karena saya kena flu babi, tapi karena emang waktunya tidak memungkinkan. di tanggal yang sama saya dan keluarga saya harus berhadapan dengan calon istri saya dan keluarganya dalam acara yang disebut lamaran.. oh my god, maafkan aku Rooney dan van der saar, aku tau kalian akan bermain setengah hati bila aku tidak nonton, tapi tentunya adalah hal yang paling idiot kalau kalian kalah sama Indonesian all star. (tapi bisa jadi juga ding kalo pemain MU pada keracunan rendang padang!)
Oh ya, sebenernya ada satu hal yang kayaknya kecil padahal sih gak, yang bikin saya makin panik. itu adalah yang disebut dengan nazar. Bukan burung Nazar bukan juga Nazaruddin yang nikah siri (itu mah Nasrudin ya?). Nazar ini adalah semacam janji pada diri sendiri dan Tuhan untuk menepatinya bila terjadi kondisi2 tertentu (halah pake dijelasin pula!)
Jadi dari dulu saya sudah bernazar, kalau saya menikah nanti, maka saya akan main piano dan menyanyikan lagu buat istri saya di acara resepsinya nanti. nah untuk urusan ini, si Piano sudah di sewa dan sudah fix, lagu yang akan dimainkan sudah dipilih dan dihapal masalahnya adalah… bahkan sampai detik ini saya gak tau kunci C di piano itu yang bentuknya kayak apa! oh Tuhan selamatkan lah hambamu ini. Sempet kepikiran untuk cheat dengan fingersync (kan kalo nyanyi pura2 namanya lipsync, kalo piano ya fingersync), tapi bagaimana mungkin, kalau grand piano kan akustik jadi kalo kita pura2 pencet ya tetep aja dia bunyi, lain cerita kalo pake keyboard yang tinggal dicabut colokannya, duh! i really need Yovie Widianto so bad recently!
























Be The First To Comment
Related Post
Please Leave Your Comments Below