Met Ultah Istriku

Tanggal 2 Juli kemarin istri saya ulang tahun. Saya terus terang bingung banget bagaimana caranya untuk bisa membahagiakan dia di hari bertambahnya usia nya ini.Saya belum bisa memberikan hadiah yang spektakuler, karena you know saat ini kita sedang menantikan anggota keluarga yang baru so semua resource yang ada kita siapin untuk menyambut kehadirannya, termasuk dana tentunya.

Anyway OOT bentar, kemarin kita ke dokter dan USG si janin, dan terlihat dia lagi bergerak2… amazing! Alhamdulilah kata dokter semuanya dalam kondisi baik dan sehat.

Ok, now back to topic ultah, akhirnya setelah bertapa di Gunung Kembar saya memutuskan untuk merayakan hari ulang tahun istri saya ini dengan sesuatu yang lebih special, gak perlu mengeluarkan dana banyak tapi tetap berkesan, apa itu? Ini, sehari sebelum dia ultah saya bilang ke dia,

“sayangku, maafkan aku kalau besok untuk ulang tahunmu gak akan ada kejutan atau hadiah yang menarik…”

“hmmm… lalu?” jawabnya sedikit kecewa…

“Tapi aku janji akan menyenangkan kamu besok dengan caraku sendiri…”

“Apa itu?” mulai penasaran do’i

“Aku akan menjadikanmu besok Ratu Sehari, kamu gak perlu ngapa-ngapain, just sit down and ongkang-ongkang kaki, aku akan masak untukmu, aku akan beresin rumah pokoknya membuatmu senang!”

“Wah… makasih ya sayangku… gak sabar menunggu esok”

Selanjutnya saya yang pontang-panting untuk memenuhi janji, bukannya apa-apa, saya udah lama gak masak, dalam artian masak beneran ya, kalo cuman masak air, masak nasi, goreng telur, bikin mie instant, sih udah sering, tapi memasak yang serius saya udah lama gak (beda tipis antara udah lama dengan gak pernah hehe…)

Pikir-pikir, kira-kira makanan apa yang gak merepotkan banget tapi bisa enak dan dinikmati serta jatohnya gak biasa aja, so pilihan saya jatuh pada…

Untuk surprise malam saya akan beli Chocolate Cake.

Untuk Sarapan Pagi saya akan memasak Nasi goreng suwir telur (standar yak hehe…)

Dan untuk makan siangnya saya masak Dendeng Balado dan Tumis Kangkung, yess!!

Nah masalahnya adalah bagaimana cara memasak Dendeng Balado dan Tumis Kangkung nya???!!!

Syukur Alhamdulilah saya punya emak yang sangat bisa diandalkan dan sangat jago untuk urusan satu ini, Dendeng Balado mak saya adalah salah satu yang terbaik di dunia (menurut saya hehe..), so dengan tanpa ba bi bu lagi, langsung saja saya telpon emak saya dan mulai saya interogasi gimana caranya memasak dendeng balado dan Tumis kangkung tsb.

Setelah menerangkan dengan panjang lebar, saya catat dan saya cermati saya mulai mempersiapkan diri untuk acara besar ini, saya mulai latihan fisik, push up, sit up, menenangkan pikiran, bersemedi (ini sebenarnya mau masak apa mau tanding tinju yak?)

Pulang kantor saya segera ke toko roti yang menurut saya enak, lalu saya beli cake coklat, di toko roti itu sedang ada diskon dengan syarat kita harus punya nomor handphone dari operator tertentu, segera saja saya tunjukkan nomor handphone saya, lumayan buat ngirit! Tapi akibatnya adalah, handphone nya ketinggalan!

Malam jam 12.00 saya berikan kue itu ke istri saya, sambil menyanyikan lagu Selamat ulang tahun dengan nada yang paling indah menurut saya (walaupun setelah saya denger-denger kok malah mirip suara knalpot bajaj!) tapi no problem, show must go on, istri saya senang sekali, terlihat dari raut wajahnya.

Besoknya pagi-pagi saya sudah bangun, saya akan menjalankan rencana menjadikan istri saya menjadi ratu sehari dengan memasakkan sarapan untuknya. Saya mulai ulek cabe, bumbu-bumbu, nasi putih dan mulailah saya memasak nasi goreng. Tepat di saat nasi goreng sudah jadi istri saya terbangun. Langsung deh saya kasihin.

Menurut saya nasi goreng ini agak-agak gagal, coz rasanya gak karu-karuan, tapi istri saya memuji dan mengatakan enak sekali (piringnya bersih gak bersisa), saya gak tau apa emang enak atau dia lagi kelaperan hehe…

Setelah itu kita berdua belanja ke pasar, tadinya saya mau pergi sendiri aja, tapi istri saya ngotot minta diajak, ya sudah sekalian, Di pasar saya langsung hunting bahan-bahan yang kemarin sudah di beritahu oleh emak saya, dan yang paling susah dari semua bahannya adalah air kelapa!, untung setelah pasar diubek-ubek akhirnya ketemu juga penjual kelapa yang mau menjual air kelapanya.

Pulang ke rumah, saya langsung in action, mulai dari merebus daging, mengulek bumbu, menggoreng, menumis dan semuanya. Singkat kata, itu dendeng balado akhirnya jadi, awalnya saya gak yakin dengan rasanya, tapi setelah saya coba edddaaaaannnnn!!!! Mak nyus pemirsa! Walaupun gak sedahsyat dendeng emak saya tapi at least sudah hampir mirip-mirip!

Langsung saya lanjutkan dengan menumis kangkung, nah disinilah ada sedikit agak kebingungan. Soalnya menurut petunjuk emak saya

“nanti setelah semua bumbu di goreng, masukkan setengah gelas air ya…”.

Nah kata setengah gelas ini yang membingungkan, gelas apakah yang menjadi ukuran? Gelas besar? Gelas kecil? Cangkir? Atau apa nih? Walhasil tebak-tebak buah manggis saya memutuskan untuk menggunakan gelas kopi yang gede. Dan hasilnya! Kangkung rasa aer! Hehe…

Setelah semua selesai, istri saya terus memuji-muji dendeng buatan saya, yang katanya enak banget, dan tidak mengomentari tumis kangkung nya haha… (ya iyalah, setelah saya coba saya sendiri gak bisa bedain, ini sebenarnya tumis kangkung apa kangkung by PDAM yak?!)

Anyway, akhirnya kesampaian juga cita-cita untuk menyenangkan istri dan menjadikannya ratu sehari, semoga dia senang dan bangga dengan suaminya ini hehe…

Well, happy birthday sayangku, semoga Allah menganugerahi kesehatan, umur yang panjang, kebahagiaan dan kesenangan selalu di sepanjang hidupmu, maafkan suamimu bila ada yang kurang dalam hari yang penuh bahagia bagimu. Semoga Allah selalu menunjukkan jalan bagi kita berdua.

At last,

Istri saya senang

Calon anak kami sehat,

Bapaknya encok!

posted by rasyefki in Life and have Comments (2)

2 Responses to “Met Ultah Istriku”

  1. syn says:

    Nyenengin banget mas baca postingan ini hehehehe…. sampeyan harusnya banyak nulis nulis di sini, lumayan… saya baca baca sambil nunggu buka puasa…wakakakakaka

    :)

  2. rasyefki says:

    Hehe.. Makasih bro pandu, saya penulis sempatan, artinya nulis kalo ada kesempatan aja hehe….

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment