Author Archive

13 Years Unspoken Story…

Saya tidak pernah menceritakan hal ini kepada siapapun, bahkan dengan Ibu saya sendiri saja saya tidak pernah menceritakan hal ini, sampai dengan hari ini mungkin hanya saya dan Bu Oca yang tahu tentang kisah ini. Tadinya cerita ini mau saya simpan saja, tapi karena kemarin saya mendengar dari teman bahwa Bu Oca saat ini sedang berjuang melawan penyakitnya, maka akhirnya saya coba untuk menuliskan hal ini, hanya sekedar untuk mengingat bahwa mungkin tanpa campur tangan bu Oca saya tidak akan pernah menjadi seperti ini.

Saya masuk SMUN 2 tahun 1994. Saya di terima di kelas 1.5 kemudian setahun kemudian naik ke kelas 2.5 dan ketika masuk penjurusan di kelas 3 saya di masukkan ke kelas 3 IPS 1.

Sebelumnya selama di kelas 1 dan 2 saya hanya mengenal bu Oca sebagai seorang wakil kepala sekolah, tidak lebih, maklumlah beliau tidak mengajar di kelas kami dan saya sendiri juga bukan seorang yang cukup menonjol di SMU sehingga jarang berhubungan dengan beliau, dan saya juga yakin beliau tidak mengenal saya hehe…

Selama saya kelas 2 Cuma satu hal yang saya ingat dari beliau, yaitu beliau menghukum saya dan beberapa teman sekelas lainnya dengan menjemur kami di lapangan upacara karena ketahuan main basket di saat jam pelajaran berlangsung. Kami waktu itu sempat sedikit berargumen karena kelas kami kosong, guru yang mengajar sedang tidak masuk. So kami piker daripada bikin ribut di kelas atau melakukan yang nggak-nggak, maka kami main basket, eh malah ketahuan dan berakhir di lapangan upacara dengan kulit yang tidak lagi putih (emang udah gak putih dari sononya).

Saya mulai mengenal beliau dan beliau juga mengenal saya (kali ini saya yakin sekali hehe…) ketika saya sudah duduk di kelas 3. karena beliau mengajar mata pelajaran Tata Negara.

Gara-gara beliau juga saya kemudian mengenal kalau di Universitas itu ada yang namanya jurusan Hubungan Internasional, dan belliau juga yang membuat saya tertarik dan merasa tertantang untuk masuk ke Jurusan tersebut nantinya. Padahal sebelum itu saya gak pernah tahu yang namanya HI, yang ada dipikiran saya ketika iotu adalah kalau saya lulus nanti maka saya akan masuk ke jurusan Ekonomi, kalo gak Akuntansi ya Manajemen (padahal Akuntansi saya jeblok berat hehe…)

Oke hal-hal yang diatas Cuma pengantar saja (buset pengantar nya panjang amat), yang ingin saya ceritakan adalah (jadi dari tadi itu belum cerita??? Riki please deh!) kejadian ketika kita semua akan menghadapi ujian akhir, atau yang waktu itu terkenal dengan sebutan EBTANAS.
Mungkin sudah umum di semua sekolahan, kalau hendak ikut ujian maka kita kudu melunasi semua kewajiban kita. Waktu saya di SMU 2 dulu ada dua jenis kewajiban bayaran yang harus di lunasi. Yang pertama namanya SPP yang jumlahnya adalah Rp.2.500/bulan dan satunya lagi namanya uang BP3 yang jumlahnya Rp.30.000 perbulan, nah dari sinilah cerita ini bergulir (akhirnya mulai juga ceritanya hehe…)

Jadi saya itu dulu bukanlah dari keluarga yang mampu, dibilang anak orang mampu jauh dari itu dan dibilang anak orang susah ya emang bener. Dan anehnya satu sekolahan gak ada yang percaya kalo saya anak orang susah, entah kenapa semua menganggap saya adalah anak yang mampu secara materi dan keuangan, sehingga kalo saya bilang ke temen-temen saya kalau saya gak punya uang gak ada yang percaya sama sekali.

Dulu itu uang jajan saya sehari termasuk ongkos angkotnya adalah Rp.1500 (untuk ukuran tahun 1997 itu sangat jauh dari memadai, sebagai gambaran waktu itu harga semangkuk mie ayam asal kenyang adalah Rp.700, dan harga sepeda motor Tiger adalah 12 juta perak, buset apa hubungannya ya? Jelas ada dong, artinya kalau saya mau beli motor Tiger maka saya harus nabung uang jajan saya selama 1000 hari dan pulang pergi sekolah kudu jalan kaki, padahal rumah saya ke sekolah jaraknya sekitar 20 Km, ogah kan!).

Balik lagi ke soal bayar-bayaran kewajiban, waktu itu ongkos angkot sekali jalan adalah Rp.300, bila dihitung PP maka totalnya adalah Rp.600. setiap jam istirahat siang saya selalu membeli Mie Ayam asal kenyang di kantin sekolahan seharga Rp.700, so total pengeluaran saya sehari adalah Rp.1300. itu artinya setiap hari saya punya tabungan 200 perak. Nah tabungan itulah yang saya kumpulin setiap hari untuk membayar SPP saya yang Rp.2500 sebulan itu.

Lalu darimana saya dapat uang untuk bayar uang BP3 yang 30.000 perbulan itu? Gak ada! Sekali lagi gak ada! Nothing, nihil!. Walhasil saya dari bulan ke bulan selalu nunggak membayar uang BP3 tersebut, dan ketika saatnya datang Ujian maka otomatis tunggakan saya sudah mencapai 12 bulan, yang artinya kalau di total adalah Rp.360.000
Dan boro-boro buat bayar yang 360.000 itu, untuk bayar SPP aja saya udah kesulitan, belum lagi 4 bulan terakhir di kelas 3 tersebut ada yang namanya pemantapan mengahadapi ujian akhir yang membuat kita pada pulang sore, yang menjadi masalahnya bukan pulang sore nya tapi biaya makan siangnya hehe…

Lalu ketika akan datang ujian maka otomatis saya dipanggil dong, ya namanya orang nunggak setahun dan bentar lagi mau ujian. Saya dipanggil Bu Oca waktu itu, ketika itu saya disuruh ke ruangan nya.

“Nak, kamu ini mau ikut ujian apa gak?” Tanya waktu itu

“Ya mau Bu..” jawab saya pelan

“Lha terus ini kenapa kamu kok masih belum bayar uang BP3 nya?”

“Maaf bu, saya gak bisa bayar uangnya, saya sama sekali gak punya uang..”

“Ah, kamu ini nak, kalau kamu ya gak punya uang tapi orang tuamu kan punya” sambut Bu Oca cepat.

“Bu… saya benar-benar gak mampu bayar uang sebanyak itu, dan saya gak tega minta ke orang tua saya” jawab saya

“Loh kenapa, kamu ini kan sepertinya anak orang yang mampu, masak gak bisa bayar?” Alhamdulilah Bu Oca Husnudzon ke saya…

“atau jangan-jangan uangnya udah kamu pakai untuk main kali?” Loh kok sekarang malah Suudzon? Hehe…

“Gak bu, sungguh saya bukan orang yang mampu, dan saya gak pernah pakai uangnya”

“Lha terus ini gimana? Kamu mau ikut ujian apa nggak?”

Dan kalian tahu apa yang saya lakukan saat itu? Saya bernegosiasi kawan!, saya kemudian menceritakan keadaan saya yang sebenarnya (kalau yang ini kalian gak perlu tahu, off the record aja hehe..), menceritakan kesulitan saya, menceritakan tentang sekelumit uang jajan yang pas-pasan untuk bayar SPP, dan semuanya.

“Begitulah bu… saya benar-benar gak bisa bayar…”

“Lha terus ini jadinya gimana?” Tanya Bu Oca lagi.

“Kalau saya boleh memohon Bu, tolong saya untuk dapat dibantu untuk hal yang ini, saya memohon kepada Ibu dan sekolah ini untuk membebaskan saya dari kewajiban membayar uang BP3 itu…”

“ya gak bisa nak, itu sudah menjadi persyaratan bagi yang akan mengikuti ujian, dan itu udah ketentuan dari sekolah” Tukas Bu Oca…

“Saya minta dan mohon sekali Bu, tolonglah saya kali ini, bila memang tidak ada keringanan dari ibu maupun pihak sekolah maka saya sepertinya tidak akan mengikuti Ebtanas bu”

“hmmm…” bu oca tampaknya berpikir keras sambil mengamati wajah saya, masih penasaran apakah saya sungguh-sungguh atau bo’ongan.

“Sungguh Bu, saya ingin sekali mengikuti ujian ini, saya juga ingin lulus Bu seperti anak-anak yang lain, tapi kalau disuruh bayar uang BP3 itu saya benar-benar gak mampu…” Suara saya sudah hamper nyangkut di tenggorokan, dan kayaknya kalau diterusin malah saya nanti nangis, jadi saya putuskan untuk berhenti bicara…

Bu Oca masih diam dan masih terus mengamati saya, sepertinya dia membaca perubahan di air muka saya.
Lalu saya menguatkan hati dan perasaan dan mengatakan kalimat yang gak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya
“Bu… saya janji, kepada Bu Oca dan kepada diri saya sendiri, Insya Allah saya tidak akan mengecewakan Ibu dalam ujian nanti…” Saya sendiri gak tau entah kenapa ngomong kayak gitu, karena terus terang saya mempersiapkan diri saya selama setahun terakhir untuk UMPTN dan bukan untuk Ebtanas, which is soal-soalnya beda jauh banget!

Setelah lama terdiam, akhirnya Bu Oca angkat bicara.
“Baiklah nak, ibu mengerti, kamu boleh ikut ujian, kamu gak usah bayar BP3 nya…”

“Alhamdulillah, terima kasih banyak bu, saya akan ingat ini selalu…” ucap saya kegirangan seperti mau meledak rasanya dada saya saat itu.

“eh tapi satu lagi, jangan bilang sama siapa-siapa ya, bisa kacau nanti ini sekolahan kalau semuanya gak bayar kayak kamu” hehe… tapi maaf banget Bu Oca, akhirnya setelah 13 Tahun berlalu saya harus menceritakan ini.

So, mungkin saya bisa agak sedikit berbangga karena mungkin sayalah orang pertama yang bisa meraih “beasiswa” di SMU 2 haha… walaupun beasiswa nya penuh negosiasi dan penuh liku-liku tapi tetap saya syukuri sampai sekarang.

Well at least itulah sedikit kenangan saya dengan Guru kita yang baik hati ini, mungkin kalau waktu itu beliau tidak mengizinkan saya ikut ujian saya tidak tahu akan jadi apa saya sekarang. Kalau beliau tidak ada saya juga gak tau saya akan kuliah dimana kemarin dan akan jadi apa saya saat ini. Sekali lagi Butterfly effect itu memang ada.

Terakhir sekitar tahun 2000 an saat saya masih kuliah di Yogya, ada seorang anak SMU 2 yang baru masuk di kampus dan bertemu saya.

“Mas, yang namanya Rasyefki ya?” tanyanya

“Iya, kenapa ya?” jawab saya

“Saya alumni SMU 2 mas, ada salam dari Bu Oca, oh ya mas, dia sering nyeritain mas di kelas loh…” balasnya

Alhamdulilah ternyata Bu Oca masih mengingat saya dan semoga yang Bu Oca ceritakan ke anak-anak itu yang baik-baiknya saja hehe…

Anyway, semoga cepat sembuh Bu, do’a saya selalu bersama Ibu, dengar-dengar ibu juga mau menunaikan Ibadah haji tahun ini, semoga diberkati, diberikan kekuatan dan kesehatan sehingga bisa lancer ibadahnya dan Insya Allah menjadi Haji yang mabrur. Aminnn…

posted by rasyefki in Life and have No Comments

Hanya Umur yang bertambah, Tiada yang berubah pada Wajah…

Udah lama banget saya gak update blog ini, setelah saya liat lagi ternyata tulisan terakhir saya bulan Oktober 2009! Buset, udah hamper setengah tahun saya absen di dunia perblog an ini.

Bukannya gak mau nulis, tapi entah kenapa ada aja yang bikin saya males nulis lagi, tapi alasan terbesar sih sebenernya karena kemalasan saya yang udah se Tibet (saking malasnya sampe se Tibet!)

Saya pengen menandai babak baru dalam tulis menulis ini (bahasa gw tinggi kayak Yao Ming!) dengan mengubah lay out blog saya yang sekarang menjadi sangat simple dan readable (opo kuwi!), agak pusing juga ngeliat lay out kemarin yang agak ngacak dan iklan dimana2, sekarang saya lebih suka dengan simple lay out begini, kesannya clean dan elegan, mungkin karena faktor “U” juga kali ya, jadinya males macem2.

Oke mulai satu-satu dulu aja kali ya, sekarang saya pengen nulis soal Ultah kemaren.

Makasih banget buat semua teman, saudara, orang tua dan handai taulan yang sudah mengucapkan selamat Ulang tahun kepada saya, ada ratusan ucapan di FB, ada puluhan lewat SMS (sepertinya semakin hari makin dikit ya yang pake SMS), ada puluhan lewat BB Messenger, ada juga yang mengucapkan langsung.  Yang saya sayangkan adalah tidak ada teman yang mengucapkan lewat Klik BCA, atau M-Banking gitu… haha…

Melihat ucapan-ucapan kemarin saya tak henti-hentinya bersyukur sama Tuhan, karena di usia yang bisa diistilahkan dengan “Tua belum, Muda lewat, Remaja kejauhan!” ini saya masih di anugerahi banyak berkah yang gak terhitung. Orang tua yang selalu perhatian dan menyayangi, adek2 yang kadang lucu kadang gak (hehe… ), istri yang cantik (walau sudah tidak muda lagi hehe… kayaknya pulang gak dibukain pintu nih!), pekerjaan yang cukup buat makan sekeluarga, kesehatan yang masih Primaraga, wajah yang masih Ganteng, Perut yang masih rata… ini lama kelamaan kok jadi Narsis begini ya. Ya intinya terlalu banyak nikmat yang sudah saya peroleh di kehidupan saya ini, untuk itu saya ucapkan Alhamdulillah tak henti-henti kepada Allah.

Ultah kali ini juga terasa agak berbeda, pertama karena ini adalah ulang tahun pertama saya yang bersama dengan Istri (tahun-tahun sebelumnya saya belum kawin, bukan karena Istri saya jauh ya). Dan rasanya beda loh (makanya lo tong buruan kawin!).

Kejutan tepat jam 12 malam itu sudah saya duga sebelumnya, (cerita lengkapnya baca disini ya) kejutan kue dengan bentuk unik juga saya udah bisa duga, tapi ada satu kejutan yang tidak bisa saya tebak sebelumnya. Kado!

Ya kalau soal kado kan kita gak bisa nebak ya, istri saya dengan sangat baik hatinya memberikan suami nya ini kado yang sangat apik. Sebuah Bag Golf Taylor Made berwarna putih. Mantep banget! Dia tau saya suka warna putih, dia tau saya suka golf, dan dia tau kalo bag golf lama saya sudah rada lusuh, oh I Love my wife J semoga istri saya juga tau kalo TV di rumah belum berjenis LCD hehe…

Ulang Tahun kali ini saya juga merasa sedikit berbeda. Entah kenapa, semakin kita bertambah usia maka makin banyak penyesalan dan renungan yang kita bikin. Terus terang saya kemarin agak menyesal, karena di usaia saya saat ini saya merasa masih belum memberi apa2 kepada orang banyak. Kalau kepada keluarga sih emang udah kewajiban semua orang kan, tapi kalo sama orang banyak? Boro-boro mau memberi sesuatu sama bangsa dan Negara, sama orang di sekitar kita aja kadang kala kita masih cuek. Saya bertekad mulai dari kemarin dan seterusnya untuk terus memperbaiki ini, saya gak pengen menjadi orang yang gak dikenal dan gak diketahui selama hidup saya, saya gak mau jadi orang yang istilahnya “just another face in the crowd”.

Kalo ditanya soal keinginan, masih banyak banget cita-cita yang belum kesampean,pengen punya anak,  pengen naek haji rame2 sekeluarga, pengen jalan keliling dunia, pengen jadi presiden, pengen jadi pemain golf professional, pengen jadi ahh.. banyaklah pokoknya, entah mana yang diberi sama yang di atas, bisa semua bisa sebagian, yang penting usaha dan berdoa. And Insya Allah, whatever you gave me, I thank to you my BIG BOSS…

Kayaknya cukuplah ya untuk sekarang, nanti kita lanjut lagi.

posted by rasyefki in Uncategorized and have No Comments

a Letter To the son who never born…

Never born, never die, just visited to this planet, what a perfect journey do you have…

Hi dear…
Gak tahan juga untuk tidak menuliskan ini untukmu
Lagi apa kamu sekarang, pasti senyummu salah satu dari jutaan cahaya bintang diatas sana..

Hi son..
Taukah kamu Papap and Momy disini sedih dengan kepergianmu.
Taukah kamu kita berdoa setiap malam untuk kehadiranmu.
Taukah kamu, kita bahkan sudah menyiapkan nama untukmu
MIKAIL
Bagus kan nak? Namamu adalah doa kami agar kamu jd pembagi rezeki buat semua umat.

Tahukah kamu nak kalau Momy dan Papap punya 5 dokter kandungan berbeda yang kita datangi untuk menjagamu.

Hi Mika…
Mungkin bukan kuasa kami untuk meminjammu berlama2. Big boss kita tampaknya lebih membutuhkanmu dan menyayangimu ketimbang kami disini.

Sekarang pasti kamu sudah senang disana nak, hibur hati Momy ya dari kejauhan biar tidak selalu sedih, doakan Papap juga ya biar selalu bisa bersyukur atas nikmat dan ujian Allah..

Hi nak, sekarang kami sudah ikhlaskan kamu disana, jagain Momy dan Papap disini ya, ikhlaskan juga kalau namamu nanti kita berikan kepada adikmu, meneruskan cita2 Momy dan Papap untuk punya keturunan yang berbakti dan berguna bagi semua..

Luv u …

posted by rasyefki in Life and have Comments (6)

Bini Gw Bunting

Ya, kayak yg kalian baca di judulnya, istri saya sekarang sedang hamil, hamil muda, 5 minggu tepatnya.
Excited campur bingung sebenernya kalo udah kayak gini, kenapa? Karena kita sebagai laki2 dari jaman SD sampe kuliah gak pernah diajarin tentang how to treat ur pregnant wife.
Buku2 yg bertaburan jg semuanya ditujukan untuk perempuan, sementara buat laki gak ada sama sekali.
Kenapa ini jd penting? Penting banget! Karena kita gak pernah tau apalagi kehamilan anak pertama kayak saya ini, misalnya aja nih beberapa kasus dibawah ini:

Istri : pap, aku kok nge flek ya?
Saya: wah ya gak tau
Istri : bahaya gak sih pap, aku takut nih.
Saya: wah ya gak tau, mungkin bahaya kali ya..
Istri: kok mungkin sih, yang bener dong pap.
Saya: ya aku ndak tau say, aku kan laki2, aku gak pernah flek, kalo celana dalamku berdarah biasanya karena ee’ ku keras. Kamu ee’ nya keras gak?
Istri: ….

Itu belum seberapa, masih banyak hal2 lain yg menurut si istri kita akan lebih tau daripada mereka, which is we don’t know dan ngejawab sebisa mungkin walau ngawur, misal nih:

Istri : pap, aku kok sekarang bawaannya ngantuk terus ya?
Saya: wah gak tau, kamu kurang tidur kali. (Padahal tau banget kalo si istri skrg udah mirip kebo alias tidur mulu!)
Istri : pap, aku kok gendutan ya sekarang?
Saya: ya mungkin karena hamil.. (Padahal tau banget si istri skrg udah kayak brontosaurus, apa aja dimakan!)
Istri : pap, kok kalo orang hamil muda katanya gak boleh campur dulu ya?
Saya: yah mungkin nanti terguncang2 jd janinnya jatoh.. (Padahal sering banget liat ibu hamil naek bajaj yg guncangannya bisa bikin epilepsi!)

Dan masih banyak lagi hal lainnya yg ditanyakan ke kita yang laki2 n gak pernah bunting ini, bukannya saya kesel atau atau keberatan. Gak sama sekali, saya senang dan ikut deg2an dengan menanti anak pertama ini, cuman ya itu tadi kadang2 saya bingung n gak tau kudu ngejawab apa, contoh yang paling teranyar atas ketidak tahuan kita berdua adalah ketika suatu hari:

Istri: pap, aku lg di mal nih, itu ada es kunir asem enak kayaknya, aku boleh minum gak ya?
Saya: emmm… (Sambil mikir muter2 gak ngerti) boleh kali ya, gak papa lah minum aja.
Istri: oke deh!
Dan gak lama kemudian istri saya sampe rumah dan googling lalu menemukan bahwa perempuan hamil dilarang minum kunir asem! Dangg!!!
Saya yang panik berat langsung aja nelpon semua dokter yang saya kenal untuk mengkonfirmasi soal itu, alhamdulillah ternyata kata dokter2 itu gak papa asal jangan banyak2 dan sering2, fiuuuhhh…

Walhasil sekarang saya jadi rajin googling dan juga tanya2 temen yang udah pernah turun mesin soal kehamilan dan segala macam tetek bengeknya, sambil kadang2 saya mikir sebenernya yang bunting saya apa istri saya ya hehe…

Well son, if you old enough someday to read this note than you’ll know how much ur mom and dad here really love you, fight for you and wait for you…

Love my wife and my future kid!

posted by rasyefki in Life and have No Comments

Iya maap… :)

Mumpung masih bulan Syawal, mau minta maaf lahir batin buat semua yang sering mampir kesini. Sekalian juga mau minta maaf karena udah lama banget menelantarkan blog ini, buset hampir tiga bulan lebih gak ada tulisan apa2. Maaf banget ya.

well I don’t know if I’m still can write or not, hopefully this one not disappointing everyone. Saya mau berbagi disini, I want to start with my marriage.

Yes! I’m married now, udah lama banget lewat emang, udah hampir 3 bulan juga, kalo soal siapa orangnya, dan gimana cerita2nya, I couldn’t say more coz kalian bisa baca semuanya disini, yup  that’s my wife’s blog, I mean my lovely wife’s blog hehe…

Banyak yang tercecer dari pernikahan saya kemarin, hal2 yang mungkin terlihat kecil tapi justru dari yang kecil2 itu bikin kita terus terkenang dan kayaknya gak jelek2 amat untuk diceritain.

Lets start…

1.      Tanggal pernikahan saya adalah tanggal 7 Agustus 2009, or when you number it by DMY it would become 789, nice right? Hehe…

2.      Masa pacaran kami cuma 6 bulan saja, so kalau kalian gabung dengan angka pada point nomor 1 maka akan menjadi 6789, really nice right? Haha..

3.      Pertemuan saya dengan istri saya ini adalah di lapangan Golf (oke lets put away about Nasrudin and Rani thing!), pertandingan golf pertama saya yang menghasilkan gelar juara, dapat piala and dapat istri! Itu sebabnya kadang saya takut kalo ada turnamen golf lagi, takut dapat istri lagi haha.. (semoga bini gw gak baca…) oh yes, about those golf tournament kalian bisa baca disini.

      undangan1.jpg 

4.      Konsep dan draft undangan saya bikin sendiri, sobat saya Wiwit memberikan sentuhan akhir untuk beberapa effect photoshopnya dan hasilnya kayak diatas ini. Saya gak bilang kalo konsep undangan saya bagus, but some of my friend told so hehe… Oh ya untuk undangan ini kita gak pake foto prewed macem2, bahkan cover depannya saya comot dari foto2 lama kita berdua yang kebetulan cocok dengan konsep yang ingin saya tampilkan. Fyi foto 2 prewed saya memakai jasa seorang teman dan kita gak pake konsep macem2 or busana macem2, bahkan saya hanya pake sendal jepit haha…  khusus undangan ini, saya agak berpikir lama dan keras dibagian di halaman belakangnya, hanya ada gambar peta dan sedikit tulisan disitu but it’s explain everything, penasaran? Baca disini.

5.      Seserahan yang saya berikan pada istri saya gak banyak tapi ya cukup lengkaplah, mulai dari yang standar seperti pakaian, tas dan sepatu, sampe yang agak gak umum seperti  Sabun bodyshop strawberry, shampoo pantene lengkap berikut conditioner nya, dan yang paling aneh adalah sunglasses! Kenapa aneh? Karena istri saya matanya minus dan those sunglasses netral hehe…

6.      Untuk mas kawin saya kasih seperangkat alat sholat yang berhiaskan tapis lampung (emak saya sudah jungkir balik nyari benda ini di Lampung dan gak ketemu, walhasil caranya adalah beli perangkat alat sholatnya, beli tapisnya, rip off those tapis and sew it on those mukena, ribet but saya puas, coz my I thought only my who has it, the one and only mukenah bertatahkan tapis lampung). Selain itu sebagai tambahan ada Al-Qur’an lengkap dengan terjemahannya. Well untuk yang satu ini sebenarnya banyak sodara dan temen yang bilang kalo ngasih mas kawin al qur’an itu tanggung jawabnya berat bla.. bla.. bla.. tapi saya kekeuh dan jalan terus, kenapa? Karena itulah satu-satunya benda mukjizat Nabi Muhammad SAW yang masih tersisa di muka bumi ini, ketika kalian ingin memberikan mas kawin kepada istri tentunya yang paling berharga dong? Nah sekarang coba kalian cari benda apa yang bisa menandingi dan lebih berharga dari sebuah mukjizat Nabi? Simple thought of mind of course.

       cincin.jpg

7.      Gambar yang diatas ini cincin kawin dari saya untuknya. Saya gak mau pesen cincin kawin, takutnya jadinya lama dan gak sesuai ekspektasi, so saya lebih memilih yang sudah jadi saja.  Dari pertama kali liat cincin ini di rak displaynya, saya udah tertarik, coz its unique, cincin yang diatasnya ada dua lis doff and glossy dan ada dua mata, tapi makin ke bawah makin menyatu, well saya anggap aja ini cincin konsep dua orang manusia yang walau mau gimanapun pastinya gak bisa sama, tapi bisa di satukan atas nama cinta (dalemmmm kayak sumur engkong gw!). Berhubung karena dalam agama saya laki2 gak boleh pake emas, so saya buat duplikatnya untuk saya dari bahan perak, saya order di kota gede, hasilnya ternyata gak mengecewakan, sangat mirip dan classy, and guess how much I’ve to pay for my silver ring? Cuma 75 ribu perak! Murah banget cinnn… (cincin maksudnya)

     dokter-china1.jpg

  

      Awalnya untuk baju resepsi saya ingin yang berwana terang, dengan model jas terbuka tanpa kancing, tapi setelah saya coba berbagai macam dan bentuk jas model begini yang berwarna terang maka saya putuskan untuk tidak jadi, kenapa? Karena kalo pake jas agak panjang saya malah kelihatan kayak dokter ketimbang penganten, dan kalo pake jas yang standar saya malah kayak Cina kawin (no offense buat teman2 Chinesse). Akhirnya diputuskan untuk saya memakai jas dengan warna coklat.

9.          Pada saat resepsi saya gak make penutup kepala, karena etika saya dilahirkan dulu dalam keadaan gundul polos, berkat ketekunan ibu saya mengoleskan daun seledri dan lidah buaya alhamdulilah saya berambut cukup, so di hari perkawinan saya maka tentunya saya harus memperlihatkan rambut saya ke orang2 sebelum dia menjadi gundul kembali karena termakan usia (Let’s celebrate it hair hehe…)

10  dance1.jpg

     Untuk tarian penyambutan pengantin di saat resepsi, saya konsep sendiri, berhubung saya dan istri berasal dari suku campur aduk (saya Padang Lampung, Istri saya Bengkulu Menado), maka saya pengen tariannya adalah tarian modifikasi yang melambangkan dari empat adat tersebut diawal tarian lalu pada akhirnya melebur menjadi satu yaitu Indonesia (hehe.. maybe it’s sound too much, but trust me, its paid off!), untuk lagu penutup tariannya kita pilih lagunya band Cokelat yang berjudul Tanah Air. Untuk koreografer dan penarinya saya hired kawan2 dari sanggar Elly Bandung, dan hasilnya? Magnificent! Saya aja yang liat  sampe terharu sendiri.

11  Kata orang kalo urusan pernikahan, kalo kita niat udah lurus maka jalannya akan dimudahkan oleh  Allah dan selalu ada pertolongan yang tak disangka2, well its true!, untuk gedung saya bisa dapat walaupun kita nyarinya udah mepet dua bulan lagi, untuk mobil pengantin ada saudara istri saya yang berbaik hati nyumbang, dan untuk MC alhamdulilah ada dua temen saya yang udah kondang gak ketulungan (di kantor dan di rumahnya) yang bersedia untuk jadi MC, makasih berat2an untuk Arum dan Wuly, kalian berdua memang edan! Hehe… Untuk candid foto, lagi2 temen saya si Tio AKA ableh bersedia untuk melakukannya pro bono hehe… nuwun dab!

       lempar-bunga1.jpg

1    Masih ada beberapa gimmick di pernikahan saya yang sengaja saya bikin supaya yang dateng gak bosen dan gak langsung pulang coz acaranya cuma salaman doing, diantaranya ditengah2 acara ada pemberian kenang2an dari kita ke orang tua kita, untuk kenang2an ini saya pilih kalung perak yang berliontin inisial nama kami berdua, istri saya memasangkan ke ibu saya dan saya memasangkan ke mertua saya. Selain itu mendekati akhir acara ada lempar bunga yang berhadiah Ipod (hehe.. keren yak kawinan gw!), dan yang dapet adalah seorang bujang berusia 37 tahun yang belum menikah (karena emang syaratnya yang boleh ikut rebutan cuma yang belum nikah), usut punya usut ternyata sang bujang (well diliat dari tampangnya sih lebih layak disebut bapak!) adalah florist di catering yg kita sewa, and its true dia bujangan, coz his KTP said so.

      piano1.jpg

1    Oh ya, have I ever told you about Piano thing? Saya pernah menuliskannya disini, kalian tentunya udah tau kalo saya dari dulu punya nazar kalo saya menikah maka saya ingin bernyanyi sambil memainkan piano untuk istri saya, dan itu adalah nazar yang sangat berat menurut saya, kenapa? Karena saya gak bisa main piano! Saya bisa main gitar, bass, drum dan tentu saja nyanyi (sombong dikit cinnn..), tapi untuk alat musik yang ditiup dan di pencet? Nol besar! Walhasil mau gak mau saya harus belajar, saya les sama temen saya Medi seorang Keyboardist ternama di masanya (hehe..), dan saya cuma dua kali ketemu coz dia abis itu sibuk gak karuan, dan terpaksalah saya belajar sendiri. Dan Belajar sendiri nya pun gak gampang, coz saya gak punya keyboard dan temen2 saya gak ada yang bisa dipinjem (bukan mereka gak mau tapi mereka gak punya), walhasil mau gak mau saya harus beli, nah kalau beli baru kan mahal untungnya di jokja ada penyelamat yang bernama Toko Barang Bekas, well disanalah saya beli dan mulai dari situ saya belajar intensif sendirian siang malam, bahkan sampai dengan hari H jam 6 sore saya masih latihan di kamar sambil nunggu istri saya dandan. Lagu yang saya nyanyikan adalah lagunya Kerispatih yang judulnya Lagu Rindu, dan hasilnya selain diawali dengan tragedy suara fals sehingga terpaksa harus diulang sisanya lancar jaya dan diakhiri dengan tepuk gemuruh hadirin (yang beda tipis apa memang suka atau memang udah gak sabar nyuruh saya turun panggung cepat2 hehe… sesekali sih terdengar teriakan more.. more.. more practice! Haha..). Tapi yang penting utang nazar saya udah kebayar dan penampilannya juga gak malu2in amatlah hehe…

     Well, that’s all, anyhow I love my wedding, saya puas dengan semuanya, segala sesuatu yang kita konsep sendiri emang lebih memuaskan, lebih murah, dan lebih capek of course!

    Thanks banget buat semua temen dan saudara yang udah hadir, yang udah memberikan do’anya dari jauh, dan semua orang yang udah pada ngebantuin dan gak bisa saya sebutin satu persatu. Makasih ya semuanya, doakan saya semoga bisa jadi suami yang baik and soon menjadi ayah yang baik ya, aminn… 

      both1.jpg 

posted by rasyefki in Life and have Comments (2)

Ada Malaysia di Belakang Teror

 

Saya ingin menulis tentang teror bom di Indonesia, kalau kalian udah bosen dengan hal ini silahkan di skip aja, tapi buat yang masih tertarik silahkan diterusin bacanya. Karena nanti kalian akan menemukan hal-hal yang selama ini tidak pernah terpikirkan oleh kalian.

Sejak awal tragedi terror bom di Indonesia, kita selalu terpaku kepada siapa pelaku dan apa motifnya. Mengenai pelaku mungkin saat ini sudah terang, mulai dari pelaksana seperti Amrozi, Imam Samudra dkk, sampai dengan otak pelaku seperti Noordin M Top dan Azahari.

Tapi yang tidak pernah diperhatikan dan sampai sekarang masih belum jelas adalah motif dari pemboman tersebut. Bila sudah ada peristiwa seperti ini maka pertanyaan yang relevan bukan lagi siapa, tapi MENGAPA?, MENGAPA INDONESIA?, Siapa yang paling diuntungkan dengan adanya peristiwa ini?

Setelah saya coba membaca banyak sumber dan bahan maka, semua nya terarah kepada Malaysia. Ya Negara tetangga kita yang sudah sejak lama jadi musuh dalam selimut dengan berbagai keusilan dan keisengannya, adalah tersangka kuat dibelakang semua kasus pengeboman di Tanah air ini.

Kenapa saya berani berasumsi seperti itu? mari kita lihat beberapa fakta dan alasan yang melatar belakangi asumsi saya ini.

Sudah jelas tentu bagi kita, bahwa otak dibelakang semua teror ini adalah Noordin M Top dan Azahari, yang kedua-duanya adalah warga negara malaysia. Lalu pertanyaannya kenapa mereka tidak melakukan pengeboman di Malaysia saja kalau alasannya adalah ingin melenyapkan Amerika dan kaum kafir di muka bumi? Di Malaysia ada pusat perjudian Genting highlands, di malaysia banyak turis asing sejak mereka gencar berpromosi dengan Truly Asia nya (yang ternyata isinya maling semua itu). Oh ya, dan jangan lupakan juga satu hal, semua yang dijadikan sasaran oleh teroris tersebut, mulai dari Hotel JW Marriott, Hotel Ritz Carlton dan Kedutaan Amerika serta Australia, semuanya juga memiliki cabang di Malaysia! 

lalu kenapa yang di Bom Indonesia bukan Malaysia? sudah jelas, jawabannya, karena pelakunya adalah Malaysia. Alasan yang mencuat di pengadilan dari para pelaku yang tertangkap yang mengatakan untuk memerangi kaum kafir sepertinya hanya akal2an dari Noordin dan Azahari saja, sayang sampai sekarang Noordin belum tertangkap dan Azahari udah keburu mampus sebelum di interogasi.

Lalu pertanyaan selanjutnya adalah apa untungnya Malaysia melakukan aksi teror di Indonesia? Nah, hal ini yang sebenarnya banyak dilewatkan oleh banyak orang, sebenarnya dari semula ketika pengeboman di Bali di lakukan seharusnya kita sudah bisa menarik kesimpulan, begitu juga dengan pengeboman di Kedutaan Australia.

Bali dipilih, karena itulah salah satu lokasi wisata yang paling terkenal di Dunia, setiap tahunnya kunjungan turis asing ke Bali bisa mengalahkan kunjungan turis asing ke Malaysia. Merasa tidak mampu menandinginya, maka Malaysia diduga berada di belakang pengeboman tersebut, dan hasilnya? jumlah turis ke Bali menjadi sepi dan hampir semuanya berpindah ke Malaysia, yang pada saat berikutnya kemudian gencar berpromosi dengan tagline Malaysia Truly Asia nya. Hal yang sama yang mendasari keinginan Malaysia untuk merebut sipadan dan Ligitan dari Indonesia, tahukah kalian semua kalau Sipadan dan Ligitan ini dimaksudkan oleh Malaysia untuk menandingi Bali? jika kalian tidak percaya silahkan buka website tourism Malaysia, dan lihatlah betapa Malaysia dengan tidak tahu malunya mendaftarkan Pulau Sipadan sebagai nominasi untuk salah satu keajaiban dunia bertanding dengan Pulau Komodo dari Indonesia.

Lalu kenapa kedutaan Australia? bila memang mereka menganggap bahwa Amerika sebagai biang kekafiran dan harus diperangi, mengapa bukan kedutaan Amerika yang di Bom? dan mengapa yang di Bom justru kedutaan Australia yang di Indonesia, bukan yang di Malaysia? pertanyaan yang bagus. jawabannya adalah, kita harus melihat kembali hubungan pasang surut antara Indonesia dan Australia. Bukan rahasia lagi bila selama ini hubungan antara Indonesia dan Australia bisa dibilang tidak terlalu mesra-mesra amat, kadang sering terjadi konflik antara kedua negara. Tapi sebaliknya kunjungan wisatawan asing ke Indonesia terutama ke Bali justru sangat banyak yang berasal dari Australia. terbukti dengan korban Bom Bali terbanyak adalah warga Australia, dengan mengebom keduataan Australia di Indonesia, Malaysia mengharapkan akan terjadi konflik terbuka antara Indonesia dengan Australia, dan disaat yang bersamaan, Malaysia berharap bisa menangguk wisatawan dari Australia dengan asumsi negara Australia akan mengeluarkan Travel warning ke Indonesia dan mengalihkan wisatanya ke Indonesia (suatu hal yang kemudian benar2 terjadi).

Dan silahkan kalian cek lagi dari jumlah korban yang berjatuhan akibat teror bom di Indonesia, maka kalian tidak akan menemukan satu orangpun warga negara Malaysia yang menjadi korban, mengherankan bukan?

Oh ya ada satu fakta yang baru saja saya ketahui, tentunya kalian sudah mafhum bahwa selama ini semua kegiatan terror di Indonesia selalu dikaitkan dengan sebuah pesantren asal Solo, dimana banyak para pelakunya yang jebolan santri disana. Dan Pimpinannya Abu Bakar Baasyir yang sempat diajukan ke pengadilan, ternyata pada tahun 1982 pernah melarikan diri ke Malaysia dan menetap disana untuk beberapa lama. dan sampai dengan tahun 1999 dia aktif di sana bersama dengan Hambali (terorist yang kabarnya kini meringkuk di penjara AS). lalu kenapa tidak pernah ada aksi teror di malaysia seperti halnya di Indonesia? padahal kuartet yang dituduh teroris kelas kakap (Abu Bakar, Hambali, Noordin, Azahari) itu pernah pada saat yang sama berada di sebuah negara.

Semua hal yang diatas adalah kejadian yang sudah lampau, sudah lebih dari lima tahun yang lalu, dan bagaimana dengan pengeboman yang baru terjadi kemarin? saya masih menduga kuat pengeboman tersebut juga didalangi oleh Malaysia melalui orang suruhannya si Noordin keparat itu. kenapa saya bisa sampai bisa menduga seperti itu? jawabannya sederhana karena motif ekonomi yang mendasarinya.

Gak Ngerti? begini, sejak Dunia dilanda resesi global, maka kita lihat bahwa satu persatu negara di dunia ini keadaan perekonomiannya ambruk. Yang selamat di Asia hanya 3 negara, Indonesia, China dan India. lalu dimana Malaysia? Malaysia jeblok dengan pertumbuhan ekonomi yang minus 6%!.

Produk andalan mereka seperti Kelapa sawit dan karet harganya hancur2an di pasar dunia, mau gak mau mereka harus mencari sumber baru untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka? dan sumber baru itu bernama Ambalat. 

Sudah bukan rahasia lagi bahwa blok lepas pantai ambalat menyimpan banyak cadangan minyak bumi yang konon kabarnya nilainya bisa untuk melunasi hutang luar negeri Indonesia. nah berhubung Ambalat ini secara garis teritorial berada di Indonesia, maka mau gak mau malaysia mencoba memainkan jurus lamanya ketika berhasil merebut sipadan dan Ligitan dulu, yaitu dengan mencoba melakukan provokasi kepada Indonesia.

Apa yang sebenarnya diharapkan dari Malaysia dari provokasi tersebut? mengapa mereka melakukan provokasi tapi kemudian menolak untuk berperang, padahal persenjataan mereka jauh lebih lengkap dan modern dari Indonesia? nah disinilah letak kelicikan mereka. Seperti halnya Sipadan dan Ligitan dulu, Malaysia mencoba memprovokasi dengan harapan Indonesia akan merespon dan melakukan penyerangan terlebih dahulu, kalau sudah demikian dan terjadi perang terbuka, maka Malaysia akan mengadukannya kepada Mahkamah Internasional untuk menengahinya. dan kalau sudah sampai di Mahkamah Internasional, bisa-bisa Indonesia lagi-lagi kalah lobby seperti dahulu. Untung nya Indonesia tidak terpancing, dan tetap menganggap bahwa Ambalat sebagai bagian dari NKRI dan tidak membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional. Karena dengan membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional maka akan menjadi blunder bagi Indonesia, dan sama saja artinya bahwa Indonesia juga tidak yakin dengan status Ambalat saat ini.

Lalu hubungannya dengan Bom Ritz Marriott kemarin? sabar bencong! begini penjelasannya. Dengan gagalnya Malaysia memprovokasi Indonesia di Ambalat maka kemudian Malaysia mencoba mencari jalan lain, dan jalan itu adalah dengan kembali ke cara lama yaitu terror. malaysia menunggu saat dan waktu yang tepat untuk melakukannya. 

Disaat Indonesia baru selesai menghadapi Pemilu dengan kisruh DPT nya, dan Indonesia bersiap untuk bersolek menyambut MU, ditambah lagi kepercayaan dunia Internasional yang sedang tinggi2 nya (sadar gak kalian kalau kemaren2 banyak banget konferensi berskala internasional yang dilakukan di Indonesia?), nah Malaysia mencoba mencuri di saat kita lengah.

Dengan harapan bahwa pengeboman bisa terjadi karena alasan orang yang tidak puas dengan Pemilu, maka mereka kembali melakukan kekejiannya dengan melakukan pengeboman. Hal yang menarik dari pengeboman ini adalah waktunya, mengapa mereka lakukan di tanggal 17 Juli? bila memang ingin menarik perhatian dunia internasional mengapa tidak di lakukan di tanggal 19 atau 20 ketika MU sudah berada di hotel tersebut toh mereka sudah berada didalam hotel? mengapa mereka melakukannya di saat yang masih terhitung pagi sekali (belum pukul 8), bila memang mereka mengincar banyak korban mengapa tidak dilakukan saat lebih agak siang dimana keadaan lobby dan restoran pasti sangat ramai (apalagi hari itu hari Jum’at). Jawabannya adalah karena yang mereka incar adalah kegiatan CEO Breakfast meeting yang berlangsung saat itu. Coba perhatikan, bahwa meeting itu adalah pertemuan rutin yang diselenggarakan dengan dihadiri oleh para petinggi perusahaan TAMBANG yang ada di Indonesia. Itulah yang mereka incar, harapannya? tentu ingin memberikan image kepada mereka bahwa Indonesia bukan tempat yang aman untuk berinvestasi, dengan harapan juga pengerjaan blok Ambalat yang notabene adalah pertambangan, akan jatuh ke tangan mereka.

Bila kalian tidak percaya coba perhatikan beberapa nama-nama korban dibawah ini yang saat itu hadir di CEO Meeting beserta dengan jabatan dan perusahaan mereka berasal:

Kevin S Moore, Presiden Direktur Husky, perusahaan multinasional yang bergerak di bidang energi papan atas dunia. Berpusat di Kanada, Husky merupakan salah satu perusahaan energi besar dunia.

Gary Ford, Presiden Direktur Anadarko Indonesia Company. Anadarko Petroleum Corporation adalah salah satu produsen minyak dan das terbesar di dunia. Salah satu operasinya di Indonesia.

Garth McEvoy, Dia adalah Presiden Direktur Thiess Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan asal Australia. McEvoy adalah mantan pengacara yang aktif sebagai anggota Jakarta Golf Community.

Peter Van Wessel, Warga negara Belanda ini merupakan presiden Direktur Oil Tanking Ltd, sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang layanan penampungan minyak dan bahan tambang lainnya.

James Castle, Chairman dan pendiri Castle Asia, perusahaan konsultan bisnis yang didirikan di Jakarta pada 1980. Di dunia bisnis, Castle adalah tukang lobi terkemuka bagi perusahaan asing yang ingin investasi di Indonesia.

Noke Kiroyan, Mantan CEO PT Newmont Pacific Nusantara dan Presiden Direktur PT Rio Tinto Indonesia. Sekarang, Noke menjabat sebagai Managing Partner PT Komunikasi Kinerja, perusahaan konsultan dengan klien perusahaan multinasional.

Adrianto Machribie, Mantan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia pada 1996 -2006. Sekarang, dia masih menjabat Presiden Direktur Atlantic Copper, anak usaha Freeport-McMoran Copper and Gold. Dia juga Penasehat Senior Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.

Dave Potter, Warga negara Amerika Serikat ini adalah Direktur PT Freeport Indonesia, perusahaan emas besar dunia asal Amerika Serikat. Salah satu tambangnya beroperasi di Papua, Indonesia.

Timothy Mackay, CEO PT Holcim Indonesia, salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia. Holcim merupakan raksasa semen dunia asal Swiss yang memiliki pabrik di berbagai negara.

Jadi sudah jelas kini dengan siapa kita berhadapan, saya menulikan ini bukan bermaksud untuk menghasut atau apapun, saya hanya mencoba menjalinkan semua fakta dan peristiwa yang ada kedalam suatu gambaran yang sebenarnya bisa menuntun kita. Apakah benar Malaysia yang berada di balik semua ini? tugas aparat Indonesialah yang lebih berwenang untuk itu. Sementara kita sebagai warga negara yang masih mencintai tanah air kita, mari kita serukan untuk boikot semua produk Malaysia. 

Dengan semua hal yang sudah merek lakukan, mulai dari menyiksa TKI, mencuri kebudayaan kita dan diaku2 sebagai kebudayaan mereka, lalu mencuri pulau-pulau kita, memprovokasi, maka saya secara pribadi bersumpah tidak akan pernah mau ke Malaysia. Saya tidak akan mau memberikan dollar saya kepada negara busuk itu.

Semoga kebenaran cepat terungkap, HIDUP INDONESIA!!! 

posted by rasyefki in Bangsa(t)ku and have Comments (11)

Kabar Singkat dari Orang Panik

Saya sempatkan nulis ini di sela perjalanan saya dari Yogyakarta menuju ke Semarang, lumayan 3 jam daripada buat tidur mending ngupdate blog yang udah lama gak kesentuh ini. sebenarnya sih banyak banget kemaren2 yang pengen saya tulis, mulai dari masalah Manohara, Prita, debat capres, pilpres dan lainnya, tapi ya itu tadi, gak ada yang sempet.

Saat-saat sekarang ini nulis dan ngeblog merupakan sesuatu yang sangat mewah bagi saya, himpitan pekerjaan di kantor baru yang menggunung, dan of course ditambah rencana pernikahan dalam waktu dekat membuat saya akhirnya merasa panik. 

Panik?! Yup! Saya bukan orang yang gampang panik, bahkan dalam level tekanan tinggi pun saya masih bisa santai, tapi kalau sekarang ini sepertinya saya sudah masuk ke tahap panik. Panik Gila edan lebih tepatnya!

Gimana gak, pernikahan saya tinggal 3 minggu lagi, sementara desain undangan sampai dengan tulisan ini saya ketik masih belum clear, belum nyetak dan ngebagiinnya. hal-hal kecil tetek bengek seperti seserahan, mas kawin, cincin kawin, gift buat orang tua dan seragam panitia sampai sekarang masih belum kepikiran kayak apa bentuknya. Nanti suatu saat kalau kalian akan menikah dan dihadapkan pada keadaan seperti saya ini saya yakin kalian akan make celana dalem di muka!.

Di sisi pekerjaan, saat ini adalah hal yang paling gila, kegiatan marketing sedang gencar-gencarnya, dan semuanya membutuhkan handling satu persatu yang gak bisa ditinggalin begitu aja, pernah nyoba ninggalin tapi jadinya malah amburadul. Sekarang aja ada 5 report dalam bentuk powerpoint yang harus diselesaikan sebelum hari jum’at ini (saat ini hari selasa), belum lagi urusan MU yang mau datang ke Indonesia, dimana saya sudah positif gagal nonton MU, bukan.. bukan karena saya kena flu babi, tapi karena emang waktunya tidak memungkinkan. di tanggal yang sama saya dan keluarga saya harus berhadapan dengan calon istri saya dan keluarganya dalam acara yang disebut lamaran.. oh my god, maafkan aku Rooney dan van der saar, aku tau kalian akan bermain setengah hati bila aku tidak nonton, tapi tentunya adalah hal yang paling idiot kalau kalian kalah sama Indonesian all star. (tapi bisa jadi juga ding kalo pemain MU pada keracunan rendang padang!)

Oh ya, sebenernya ada satu hal yang kayaknya kecil padahal sih gak, yang bikin saya makin panik. itu adalah yang disebut dengan nazar. Bukan burung Nazar bukan juga Nazaruddin yang nikah siri (itu mah Nasrudin ya?). Nazar ini adalah semacam janji pada diri sendiri dan Tuhan untuk menepatinya bila terjadi kondisi2 tertentu (halah pake dijelasin pula!)

Jadi dari dulu saya sudah bernazar, kalau saya menikah nanti, maka saya akan main piano dan menyanyikan lagu buat istri saya di acara resepsinya nanti. nah untuk urusan ini, si Piano sudah di sewa dan sudah fix, lagu yang akan dimainkan sudah dipilih dan dihapal masalahnya adalah… bahkan sampai detik ini saya gak tau kunci C di piano itu yang bentuknya kayak apa! oh Tuhan selamatkan lah hambamu ini. Sempet kepikiran untuk cheat dengan fingersync (kan kalo nyanyi pura2 namanya lipsync, kalo piano ya fingersync), tapi bagaimana mungkin, kalau grand piano kan akustik jadi kalo kita pura2 pencet ya tetep aja dia bunyi, lain cerita kalo pake keyboard yang tinggal dicabut colokannya, duh! i really need Yovie Widianto so bad recently!

 

posted by rasyefki in Life and have Comments (2)

Sepertinya Saya Mau Menikah Saja

 nikah_1.jpg

Saat ini, jam 2 pagi saya sedang sendirian di kamar saya di sebuah Hotel di Tegal. Setelah semua kerjaaan selesai (hmmm… gak semuanya sih, tapi ya adalah beberapa), saya mulai mencoba merenung.

saya coba mereview lagi hidup saya, kalau sudah sendiri dan sepi begini memang suka membawa kita pada hal-hal yang kadang gak pernah kita pikirkan sebelumnya.

 

Saya adalah orang yang selalu merencanakan sesuatu, dan saya akan merasa kecewa bila apa yang saya rencanakan ternyata tidak berjalan sesuai dengan apa yang saya harapkan.

 

Alhamdulilah bukan sombong bukan takabur, jarang sekali saya menemui sesuatu meleset dari perkiraan saya. Tapi justru hal-hal yang jarang itu merupakan hal yang sangat krusial dalam hidup saya.

salah satunya adalah berumah tangga.

 

Dulu sewaktu saya masih ingusan, karena terpengaruh plang KB yang dipasang dimana-mana saya bercita-cita untuk menikah di umur 25 tahun. Tapi ternyata tidak terjadi, umur segitu waktu itu saya belum apa-apa. jangankan untuk menikah dan hidup berdua, untuk membiayai hidup saya sendiri saja waktu itu saya kesusahan.

 

Setelah itu saya kemudian mencanangkan untuk menikah sebelum usia saya 30 tahun. karena menurut pengamatan saya waktu itu, seorang laki-laki bila sudah melewati usia 30 tahun maka akan semakin enggan untuk menikah, entah kenapa tapi banyak yang seperti itu.

 

sekitar dua tahun kemudian saya mencanangkan untuk menikah pada tanggal 8 bulan 8 tahun 2008. dan tentunya hal ini gak kesampaian lagi. Saat itu bisa dibilang saya dua kali dalam keadaan nyaris menikah, tapi karena emang dasarnya belum jodoh lagi-lagi saya harus kubur dalam-dalam impian menikah di tanggal tersebut.

 

Tak terasa kemudian waktu terus berjalan, dan akhirnya terpaksa saya harus melanggar janji saya sendiri, ya saya sekarang sudah 30 tahun, berarti keinginan untuk menikah sebelum berusia 30 kembali gagal.

 

Tahun ini, saya gak mau gagal lagi, saya gak mau melanggar janji saya lagi. Saya juga kasihan dengan anak saya nanti, saya gak mau disaat mereka masih kecil-kecil sementara saya sudah tua bangka dan sakit-sakitan.

 

Di awal tahun 2009 kemarin saya merencanakan untuk menikah pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2009 (lagi-lagi terjebak angka cantik hehe…).

 

Belakangan saya baru tau kalo ternyata tanggal segitu adalah bulan puasa, tadinya saya tetep nekad dan mau tetep stick to the plan untuk menikah di tanggal tersebut, tapi setelah saya pikir2 pastinya agak kurang afdhol untuk menikah di bulan puasa, bakalan banyak hal-hal yang menjadi ganjil, misalnya tamu-tamu dan teman saya jadi pada gak makan (hal yang sangat aneh), dan pastinya akan menghalangi untuk melakukan “pertempuran” sesegera mungkin sesudah ijab kabul hehe…

 

Well gak habis akal, saya mencoba untuk kemudian berkompromi, tetap mencari tanggal yang cantik di tahun ini, tapi juga tidak melewati bulan puasa. dan akhirnya pilihan saya kemudian jatuh kepada sebuah tanggal yang menurut saya cukup unik.

 

07-08-09

yup, 7 Agustus 2009. dengan angka yang semakin meningkat tentunya doa saya kehidupan dan keluarga saya akan terus meningkat nantinya (aminnn…)

Dan asyiknya lagi, ternyata tanggal segitu adalah hari Jum’at, hari yang sangat baik bagi umat Islam. tentunya di hari itu saya hanya akan melakukan akad nikah saja, sedangkan resepsinya saya mau adakan keesokannya di hari sabtu.

 

Masalahnya sekarang adalah, bila memang jadi tanggal segitu, maka itu artinya waktu saya tersisa hanya tinggal kurang dari 2 bulan lagi. terus terang saat ini saya gak punya tabungan, apalagi tau sendiri kalau biaya menikah sekarang ini tidak sedikit. dan bukan hanya biaya menikah, biaya-biaya pasca menikah justru terlihat jauh lebih mengerikan mulai dari mengontrak rumah, membeli perabotan, membeli peralatan rumah tangga mulai dari yang gede-gede kayak lemari dan tempat tidur sampe dengan yang remeh-remeh tapi penting kayak pering gelas dan sendok!

 

Well, apapun itu, saat ini saya coba untuk meluruskan niat saya, kata orang-orang kalau kita mau menikah itu memang ada saja cobaannya, tapi kalau kita sudah lurus niatnya maka akan selalu ada jalannya. semoga Allah menunjukkan keajaiban nya di hidup saya untuk hal ini. Saya sendiri belum kepikiran gimana caranya dan gimana jalannya (sementara waktunya tinggal 2 bulan lagi, oh my goat!), tapi semoga ada “invicible hands” yang membantu jalan saya selama dua bulan kedepan. Aminn..

 

Doakan saya ya teman-teman…

 

 

 

 

posted by rasyefki in Life and have Comments (12)

Saya dan Yogya

tugu-yogya.jpg 

Sesuai dengan judulnya, kali ini saya mau nulis tentang hubungan gila bin geblek antara saya dengan sebuah kota yang bernama Yogyakarta.

Pertama kali saya datang ke kota ini sekitar pertengahan tahun 1997, gak kerasa udah lama juga ya, udah lebih dari 10 tahun, bendungan! (dam=dem hehe maksa..) Cepet bener waktu berlalu. Saat itu saya pertama datang jauh dari Lampung sana dengan tujuan mau kuliah (maklum orang pinter jadi lulus UMPTN hehe).

Sebelum tahun 1997 itu saya belum pernah ke Yogya, dan you know what sodara-sodara, saat itu saya datang ke jokja sendirian, bawa koper satu, ransel satu dan modal sedikit uang sama secarik kertas alamat sodara. Alhamdulilah waktu itu saya nyasar sampe ke Solo dan baru nyampe jokja dini harinya haha…

Nah setelah itu saya mulai kuliah, lulus dan sempat kerja di salah dua Radio di jokja selama kurang lebih 3 tahun.

Saat itu sekitar tahun 2004, dan saya mulai berpikir kalau saya harus pergi dari Jokja, saya mau melakukan sesuatu yang lebih besar dan menantang, saya pengen kerja di Jakarta. Kesempatan itu datang waktu itu dan saya mulai kerja di salah satu stasiun TV yang terkenal (terkenal dengan gajinya yang kecil haha..).

Dan ternyata, saya di Jakarta ternyata cuma setahun lebih dikit, selama setahun itu saya kerja di 3 perusahaan yang berbeda (4 malah kalo di gabungin ama freelancenya), dan ketika pindah ke perusahaan yang ke empat pada tanggal 4 Juli 2005, mereka menempatkan saya dimana? yes! Jokjakarta… asem tenan!

Selanjutnya saya kembali ke Jokja dan mulai kerja, perjalanan hidup ternyata membawa saya untuk bekerja di jokja sampe kurang lebih 3 tahun. Karena ketika memasuki tahun 2008 saya di promosikan untuk pindah ke Bandung.

Nah… di Bandung ini, saya gak sampe setahun, karena seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya saya mendapat tawaran dari perusahaan lain untuk gabung dengan mereka.

Jadi ceritanya, ketika mereka menawarkan ke saya:

Mbak Yang Nanya (MYN) : “Mas mau gak gabung dengan kita, sekarang kita ada posisi yang mungkin pas dengan mas.”

Saya : “oh ya, sebagai apa mbak?”

MYN : “Ini ada posisi sebagai x (sengaja disamarkan, ntar dikira sombong hehe)”

Saya : oh gitu, dimana mbak?”

MYN : “ini kebetulan yang kosong ada di 3 wilayah mas, Di Sumatera bagian utara, di Kalimantan dan di Sulawesi, silahkan mas nya pilih kira-kira mau dimana?”

Sampai disini saya kemudian berpikir. Kalo di Sulawesi or Kalimantan kayaknya gak lah yaw, selain saya belum pernah hidup disana (kalo sekedar mampir dan jalan-jalan sih pernah), saya juga gak tau bagaimana mengimplementasikan kerjaan saya disana coz saya gak kenal karakter wilayah dan orang-orangnya.

Kalo Sumatera Bagian Utara nah ini menarik, karena saya dulu pernah 3 tahun sewaktu SD di sana tepatnya di Pematang Siantar. Lagian Sumatera Utara dekat dengan Sumatera Barat, Kampung Ibu saya dan tempat masa kecil saya saya habiskan.

selanjutnya dengan mantapnya saya jawab:

Saya : “kalo gitu saya pilih Sumatera Utara deh mbak”

MYN : “Oke deh mas kalo gitu, nanti kita bakal kontak lagi mas nya ya, untuk atur pertemuan dengan Pak X”

Seminggu kemudian, saya kemudian bertemu dengan calon atasan saya untuk interview dan ngobrol-ngobrol. Nah, dari pertemuan itulah kemudian, menjadi jelas akan dimana saya ditempatkan.

Ternyata tanpa dinyana tanpa diduga saya dipercaya untuk pegang wilayah Jawa bagian Tengah, dan guess where is the Head Office is? Yup! YOGYAKARTA! haha… so here I am Now. Can’t u believe it?

Saya juga kurang tau dan kurang ngerti kenapa bisa kayak gitu, saya juga gak tau apa utang saya dengan kota ini kok saya selalu dipulangkan kesini. Yah apapun itu, saya cuma anggap sebagai kebetulan saja kalupun sudah dua kali terjadi ya anggap saja kebetulan yang berulang hehe…

posted by rasyefki in Life and have Comments (9)

Its Time to Move on…

picjob.jpg 

Halo lagi readers…

Nah kali ini saya mau cerita babak baru dalam hidup saya, well tepatnya sih kehidupan karir saya.

Mungkin ada beberapa dari kalian yang tau saya sebelumnya kerja dimana, ya katakan saja perusahaan X (padahal tinggal nambahn satu huruf lagi ketahuan deh namanya haha…). saya sudah hampir 4 tahun disana, itulah perusahaan yang paling lama saya bekerja didalamnya.

Sekitar sebulan yang lalu saya dapat tawaran dari perusahaan lain untuk bekerja dengan mereka, tadinya saya tidak anggap serius tawaran itu, coz bukan sombong dan takabur tapi sebelum2nya saya juga pernah dapat tawaran tapi saya gak gubris coz saya benar2 sedang merasa enjoy membangun karir di perusahaan saya yang lama.

Malamnya dari saya dapat penawaran itu, mulailah saya berpikir dan mereview kembali tentang apa yang sudah saya lakukan dan saya dapatkan dari perusahaan yang lama itu. Udah banyak banget saya dapatkan disana (tentunya selain gaji ya, itu sih emang kewajiban perusahaan bayar saya hehe). Dari berbagai macam ilmu dan pengetahuan baru, pengalaman yang mematangkan dan terutama teman2 sekantor (ada yang lucu, yang baik, yang cakep, walau gak sedikit juga yang jelek dan menyebalkan hehe…).

Tapi ketika saya berpikir lebih jauh dan dalam lagi (gw kok malah kayak Romy Rafael ya?), saya mulai tau bahwa ternyata secara gak sadar saya sudah berada di Comfort Zone, segala sesuatunya berjalan begitu-begitu saja, semua pekerjaan sudah teratur seperti auto pilot, tidak ada lagi tantangan-tantangan yang berarti, dus tidak ada lagi lonjakan2 euphoria ketika menghadapi satu masalah dan berhasil melaluinya. Tidak ada kekecewaan ketika apa yang kita usahakan ternyata tidak sesuai harapan, semuanya berjalan terlalu biasa-biasa saja.

Dari situlah kemudian saya berpikir, betapa akan sia-sianya sisa umur saya ini kalau kehidupan saya flat begini. Saya masih muda, saya butuh tantangan untuk memperkaya diri saya, selain itu saya juga rindu dengan saat-saat ketika menghadapi sebuah tantangan dari perusahaan dan mampu melewatinya. Saya kangen dengan euphoria yang timbul ketika ada lonjakan kesuksesan akan sebuah perencanaan, I miss all of those moments dan itu kayaknya gak bakal mungkin saya dapat dari perusahaan saya sebelumnya karena seperti yang sudah saya sampaikan diatas.

Esok paginya saya bangun dan menelpon kembali perusahaan yang mengajukan tawaran kemarin, entah kenapa baru di titik itu saja saya udah merasakan ada lonjakan semangat. Proses selanjutnya ya sudah bisa di tebak, memutuskan untuk pindah. Dan yang lucunya adalah perusahaan saya sekarang adalah competitor dari perusahaan yang lama, so mau gak mau yang dulu menjadi kawan kini berubah menjadi lawan (in professional ways ya bukan as a friends). Dan ternyata itulah tantangan yang saya dapatkan dan saya cari, bagaimana caranya mulai mencoba mengalahkan apa-apa yang dulu saya bangun, bagaimana menghancurkan apa-apa yang dulu saya rencanakan di perusahaan yang lama, karena dalam dunia professional kita hanya mengenal satu asas yaitu “membela yang bayar!” haha…

posted by rasyefki in Life and have Comments (3)