Saya ingin menulis tentang teror bom di Indonesia, kalau kalian udah bosen dengan hal ini silahkan di skip aja, tapi buat yang masih tertarik silahkan diterusin bacanya. Karena nanti kalian akan menemukan hal-hal yang selama ini tidak pernah terpikirkan oleh kalian.
Sejak awal tragedi terror bom di Indonesia, kita selalu terpaku kepada siapa pelaku dan apa motifnya. Mengenai pelaku mungkin saat ini sudah terang, mulai dari pelaksana seperti Amrozi, Imam Samudra dkk, sampai dengan otak pelaku seperti Noordin M Top dan Azahari.
Tapi yang tidak pernah diperhatikan dan sampai sekarang masih belum jelas adalah motif dari pemboman tersebut. Bila sudah ada peristiwa seperti ini maka pertanyaan yang relevan bukan lagi siapa, tapi MENGAPA?, MENGAPA INDONESIA?, Siapa yang paling diuntungkan dengan adanya peristiwa ini?
Setelah saya coba membaca banyak sumber dan bahan maka, semua nya terarah kepada Malaysia. Ya Negara tetangga kita yang sudah sejak lama jadi musuh dalam selimut dengan berbagai keusilan dan keisengannya, adalah tersangka kuat dibelakang semua kasus pengeboman di Tanah air ini.
Kenapa saya berani berasumsi seperti itu? mari kita lihat beberapa fakta dan alasan yang melatar belakangi asumsi saya ini.
Sudah jelas tentu bagi kita, bahwa otak dibelakang semua teror ini adalah Noordin M Top dan Azahari, yang kedua-duanya adalah warga negara malaysia. Lalu pertanyaannya kenapa mereka tidak melakukan pengeboman di Malaysia saja kalau alasannya adalah ingin melenyapkan Amerika dan kaum kafir di muka bumi? Di Malaysia ada pusat perjudian Genting highlands, di malaysia banyak turis asing sejak mereka gencar berpromosi dengan Truly Asia nya (yang ternyata isinya maling semua itu). Oh ya, dan jangan lupakan juga satu hal, semua yang dijadikan sasaran oleh teroris tersebut, mulai dari Hotel JW Marriott, Hotel Ritz Carlton dan Kedutaan Amerika serta Australia, semuanya juga memiliki cabang di Malaysia! lalu kenapa yang di Bom Indonesia bukan Malaysia? sudah jelas, jawabannya, karena pelakunya adalah Malaysia. Alasan yang mencuat di pengadilan dari para pelaku yang tertangkap yang mengatakan untuk memerangi kaum kafir sepertinya hanya akal2an dari Noordin dan Azahari saja, sayang sampai sekarang Noordin belum tertangkap dan Azahari udah keburu mampus sebelum di interogasi.
Lalu pertanyaan selanjutnya adalah apa untungnya Malaysia melakukan aksi teror di Indonesia? Nah, hal ini yang sebenarnya banyak dilewatkan oleh banyak orang, sebenarnya dari semula ketika pengeboman di Bali di lakukan seharusnya kita sudah bisa menarik kesimpulan, begitu juga dengan pengeboman di Kedutaan Australia. Bali dipilih, karena itulah salah satu lokasi wisata yang paling terkenal di Dunia, setiap tahunnya kunjungan turis asing ke Bali bisa mengalahkan kunjungan turis asing ke Malaysia. Merasa tidak mampu menandinginya, maka Malaysia diduga berada di belakang pengeboman tersebut, dan hasilnya? jumlah turis ke Bali menjadi sepi dan hampir semuanya berpindah ke Malaysia, yang pada saat berikutnya kemudian gencar berpromosi dengan tagline Malaysia Truly Asia nya. Hal yang sama yang mendasari keinginan Malaysia untuk merebut sipadan dan Ligitan dari Indonesia, tahukah kalian semua kalau Sipadan dan Ligitan ini dimaksudkan oleh Malaysia untuk menandingi Bali? jika kalian tidak percaya silahkan buka website tourism Malaysia, dan lihatlah betapa Malaysia dengan tidak tahu malunya mendaftarkan Pulau Sipadan sebagai nominasi untuk salah satu keajaiban dunia bertanding dengan Pulau Komodo dari Indonesia.
Lalu kenapa kedutaan Australia? bila memang mereka menganggap bahwa Amerika sebagai biang kekafiran dan harus diperangi, mengapa bukan kedutaan Amerika yang di Bom? dan mengapa yang di Bom justru kedutaan Australia yang di Indonesia, bukan yang di Malaysia? pertanyaan yang bagus. jawabannya adalah, kita harus melihat kembali hubungan pasang surut antara Indonesia dan Australia. Bukan rahasia lagi bila selama ini hubungan antara Indonesia dan Australia bisa dibilang tidak terlalu mesra-mesra amat, kadang sering terjadi konflik antara kedua negara. Tapi sebaliknya kunjungan wisatawan asing ke Indonesia terutama ke Bali justru sangat banyak yang berasal dari Australia. terbukti dengan korban Bom Bali terbanyak adalah warga Australia, dengan mengebom keduataan Australia di Indonesia, Malaysia mengharapkan akan terjadi konflik terbuka antara Indonesia dengan Australia, dan disaat yang bersamaan, Malaysia berharap bisa menangguk wisatawan dari Australia dengan asumsi negara Australia akan mengeluarkan Travel warning ke Indonesia dan mengalihkan wisatanya ke Indonesia (suatu hal yang kemudian benar2 terjadi).
Dan silahkan kalian cek lagi dari jumlah korban yang berjatuhan akibat teror bom di Indonesia, maka kalian tidak akan menemukan satu orangpun warga negara Malaysia yang menjadi korban, mengherankan bukan?
Oh ya ada satu fakta yang baru saja saya ketahui, tentunya kalian sudah mafhum bahwa selama ini semua kegiatan terror di Indonesia selalu dikaitkan dengan sebuah pesantren asal Solo, dimana banyak para pelakunya yang jebolan santri disana. Dan Pimpinannya Abu Bakar Baasyir yang sempat diajukan ke pengadilan, ternyata pada tahun 1982 pernah melarikan diri ke Malaysia dan menetap disana untuk beberapa lama. dan sampai dengan tahun 1999 dia aktif di sana bersama dengan Hambali (terorist yang kabarnya kini meringkuk di penjara AS). lalu kenapa tidak pernah ada aksi teror di malaysia seperti halnya di Indonesia? padahal kuartet yang dituduh teroris kelas kakap (Abu Bakar, Hambali, Noordin, Azahari) itu pernah pada saat yang sama berada di sebuah negara.
Semua hal yang diatas adalah kejadian yang sudah lampau, sudah lebih dari lima tahun yang lalu, dan bagaimana dengan pengeboman yang baru terjadi kemarin? saya masih menduga kuat pengeboman tersebut juga didalangi oleh Malaysia melalui orang suruhannya si Noordin keparat itu. kenapa saya bisa sampai bisa menduga seperti itu? jawabannya sederhana karena motif ekonomi yang mendasarinya.
Gak Ngerti? begini, sejak Dunia dilanda resesi global, maka kita lihat bahwa satu persatu negara di dunia ini keadaan perekonomiannya ambruk. Yang selamat di Asia hanya 3 negara, Indonesia, China dan India. lalu dimana Malaysia? Malaysia jeblok dengan pertumbuhan ekonomi yang minus 6%!.
Produk andalan mereka seperti Kelapa sawit dan karet harganya hancur2an di pasar dunia, mau gak mau mereka harus mencari sumber baru untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka? dan sumber baru itu bernama Ambalat.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa blok lepas pantai ambalat menyimpan banyak cadangan minyak bumi yang konon kabarnya nilainya bisa untuk melunasi hutang luar negeri Indonesia. nah berhubung Ambalat ini secara garis teritorial berada di Indonesia, maka mau gak mau malaysia mencoba memainkan jurus lamanya ketika berhasil merebut sipadan dan Ligitan dulu, yaitu dengan mencoba melakukan provokasi kepada Indonesia.
Apa yang sebenarnya diharapkan dari Malaysia dari provokasi tersebut? mengapa mereka melakukan provokasi tapi kemudian menolak untuk berperang, padahal persenjataan mereka jauh lebih lengkap dan modern dari Indonesia? nah disinilah letak kelicikan mereka. Seperti halnya Sipadan dan Ligitan dulu, Malaysia mencoba memprovokasi dengan harapan Indonesia akan merespon dan melakukan penyerangan terlebih dahulu, kalau sudah demikian dan terjadi perang terbuka, maka Malaysia akan mengadukannya kepada Mahkamah Internasional untuk menengahinya. dan kalau sudah sampai di Mahkamah Internasional, bisa-bisa Indonesia lagi-lagi kalah lobby seperti dahulu. Untung nya Indonesia tidak terpancing, dan tetap menganggap bahwa Ambalat sebagai bagian dari NKRI dan tidak membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional. Karena dengan membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional maka akan menjadi blunder bagi Indonesia, dan sama saja artinya bahwa Indonesia juga tidak yakin dengan status Ambalat saat ini.
Lalu hubungannya dengan Bom Ritz Marriott kemarin? sabar bencong! begini penjelasannya. Dengan gagalnya Malaysia memprovokasi Indonesia di Ambalat maka kemudian Malaysia mencoba mencari jalan lain, dan jalan itu adalah dengan kembali ke cara lama yaitu terror. malaysia menunggu saat dan waktu yang tepat untuk melakukannya.
Disaat Indonesia baru selesai menghadapi Pemilu dengan kisruh DPT nya, dan Indonesia bersiap untuk bersolek menyambut MU, ditambah lagi kepercayaan dunia Internasional yang sedang tinggi2 nya (sadar gak kalian kalau kemaren2 banyak banget konferensi berskala internasional yang dilakukan di Indonesia?), nah Malaysia mencoba mencuri di saat kita lengah.
Dengan harapan bahwa pengeboman bisa terjadi karena alasan orang yang tidak puas dengan Pemilu, maka mereka kembali melakukan kekejiannya dengan melakukan pengeboman. Hal yang menarik dari pengeboman ini adalah waktunya, mengapa mereka lakukan di tanggal 17 Juli? bila memang ingin menarik perhatian dunia internasional mengapa tidak di lakukan di tanggal 19 atau 20 ketika MU sudah berada di hotel tersebut toh mereka sudah berada didalam hotel? mengapa mereka melakukannya di saat yang masih terhitung pagi sekali (belum pukul 8), bila memang mereka mengincar banyak korban mengapa tidak dilakukan saat lebih agak siang dimana keadaan lobby dan restoran pasti sangat ramai (apalagi hari itu hari Jum’at). Jawabannya adalah karena yang mereka incar adalah kegiatan CEO Breakfast meeting yang berlangsung saat itu. Coba perhatikan, bahwa meeting itu adalah pertemuan rutin yang diselenggarakan dengan dihadiri oleh para petinggi perusahaan TAMBANG yang ada di Indonesia. Itulah yang mereka incar, harapannya? tentu ingin memberikan image kepada mereka bahwa Indonesia bukan tempat yang aman untuk berinvestasi, dengan harapan juga pengerjaan blok Ambalat yang notabene adalah pertambangan, akan jatuh ke tangan mereka.
Bila kalian tidak percaya coba perhatikan beberapa nama-nama korban dibawah ini yang saat itu hadir di CEO Meeting beserta dengan jabatan dan perusahaan mereka berasal:
Kevin S Moore, Presiden Direktur Husky, perusahaan multinasional yang bergerak di bidang energi papan atas dunia. Berpusat di Kanada, Husky merupakan salah satu perusahaan energi besar dunia.
Gary Ford, Presiden Direktur Anadarko Indonesia Company. Anadarko Petroleum Corporation adalah salah satu produsen minyak dan das terbesar di dunia. Salah satu operasinya di Indonesia.
Garth McEvoy, Dia adalah Presiden Direktur Thiess Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan asal Australia. McEvoy adalah mantan pengacara yang aktif sebagai anggota Jakarta Golf Community.
Peter Van Wessel, Warga negara Belanda ini merupakan presiden Direktur Oil Tanking Ltd, sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang layanan penampungan minyak dan bahan tambang lainnya.
James Castle, Chairman dan pendiri Castle Asia, perusahaan konsultan bisnis yang didirikan di Jakarta pada 1980. Di dunia bisnis, Castle adalah tukang lobi terkemuka bagi perusahaan asing yang ingin investasi di Indonesia.
Noke Kiroyan, Mantan CEO PT Newmont Pacific Nusantara dan Presiden Direktur PT Rio Tinto Indonesia. Sekarang, Noke menjabat sebagai Managing Partner PT Komunikasi Kinerja, perusahaan konsultan dengan klien perusahaan multinasional.
Adrianto Machribie, Mantan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia pada 1996 -2006. Sekarang, dia masih menjabat Presiden Direktur Atlantic Copper, anak usaha Freeport-McMoran Copper and Gold. Dia juga Penasehat Senior Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.
Dave Potter, Warga negara Amerika Serikat ini adalah Direktur PT Freeport Indonesia, perusahaan emas besar dunia asal Amerika Serikat. Salah satu tambangnya beroperasi di Papua, Indonesia. Timothy Mackay, CEO PT Holcim Indonesia, salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia. Holcim merupakan raksasa semen dunia asal Swiss yang memiliki pabrik di berbagai negara.
Jadi sudah jelas kini dengan siapa kita berhadapan, saya menulikan ini bukan bermaksud untuk menghasut atau apapun, saya hanya mencoba menjalinkan semua fakta dan peristiwa yang ada kedalam suatu gambaran yang sebenarnya bisa menuntun kita. Apakah benar Malaysia yang berada di balik semua ini? tugas aparat Indonesialah yang lebih berwenang untuk itu. Sementara kita sebagai warga negara yang masih mencintai tanah air kita, mari kita serukan untuk boikot semua produk Malaysia.
Dengan semua hal yang sudah merek lakukan, mulai dari menyiksa TKI, mencuri kebudayaan kita dan diaku2 sebagai kebudayaan mereka, lalu mencuri pulau-pulau kita, memprovokasi, maka saya secara pribadi bersumpah tidak akan pernah mau ke Malaysia. Saya tidak akan mau memberikan dollar saya kepada negara busuk itu.
Semoga kebenaran cepat terungkap, HIDUP INDONESIA!!!
Bangsa(t)ku
Ada Malaysia di Belakang Teror
Do We Still Need an Office??
Kantor saya saat ini sedang mencanangkan program “berhemat”, semua pos-pos pengeluaran yang bisa dihemat akan dipotong. Kadang saya suka geli sendiri, karena beberapa kebijakannya sangat-sangat kontroversial. Saya pikir memang kita saat ini perlu berhemat, tapi ya gak gitu2 banget. Walau bagaimanapun juga namanya sebuah perusahaan kan membawa citra, coba kalau ada tamu dari perusahaan lain yang datang dan melihat “kegiatan-kegiatan” berhemat ala kita (saya gak mau ngasih tau apa itu kegiatannya karena sangat-sangat aneh), pastilah tamu tersebut akan berpikir bahwa kantor saya agak-agak “keterlaluan” dalam menterjemahkan kata “hemat”, dan tentunya membawa image buruk.
Dari dulu sebenernya ada hal yang sangat mengusik pikiran saya, dan ini masih sejalan dengan penghematan tadi. Bisa dikatakan bahwa banyak sekali biaya operasional yang harus di keluarkan untuk mengelola sebuah kantor. Mulai dari biaya listrik, biaya kebersihan, keamanan, dan masih banyak lagi.Nah pertanyaannya adalah, apakah memang kita masih membutuhkan sebuah tempat yang bernama kantor?
Kalau pertanyaan itu diajukan ke saya, maka akan saya jawab “Tidak!”
Kenapa? mari sekarang kita berpikir dan mulai kita urutkan lagi kegiatan kita di kantor dari mulai senin sampai Jum’at, dari mulai jam 8 sampe jam 6 sore. apakah kegiatan kita itu memang membutuhkan sebuah tempat bernama kantor untuk melakukannya? sepertinya tidak. Mau contoh nyata? baik saya akan tuliskan disini kegiatan saya di tempat bernama kantor:
1. Datang pagi, duduk di ruangan, menyalakan laptop dan memeriksa email-email yang masuk.
2. Follow up dari email-email yang masuk.
3. Mengerjakan laporan dan report2 dari kegiatan yang telah dibuat.
4. Berdiskusi/meeting dengan atasan dan bawahan.
5. Siangnya makan siang sambil haha hihi ama temen kantor.
6. Setelah makan siang kegiatan mengulang kembali dari nomor 1-4
7. Pulang ke rumah.
8. Kadang-kadang tugas ke luar kota.
Nah itulah yang saya lakukan, 5 hari dalam seminggu, lima minggu dalam sebulan, 12 bulan dalam setahun. so kembali ke pertanyaan semula, apakah saya membutuhkan kantor? sepertinya tidak.Untuk kegiatan nomor 1 -3 sepertinya adalah kegiatan yang bisa saya lakukan dimana saja, bisa di rumah, bisa di warnet, bisa di cafe, bisa dimana saja selama kita selalu tersambung dengan Internet. dan dijaman mobile seperti sekarang, kayaknya bejibun deh operator yang nawarin fasilitas mobile internet.Untuk kegiatan nomor 4, sepertinya diskusi atau meeting jaman sekarang udah gak perlu lagi deh ketemu langsung kecuali kalau benar2 penting dan membahas sebuah detail pemaparan. Meeting atau diskusi bisa di lakukan lewat telephone, video conference, chatting dll. Kalaupun memang memerlukan tempat ya sudah janjian saja ketemu di cafe atau di warung mana gitu.
Lalu apakah semua benar-benar tidak membutuhkan kantor? Tergantung, kalau orang dengan pekerjaan seperti saya dan jutaan orang Marketing, sales dan lainnya sepertinya tidak perlu kantor. kantor hanya dibutuhkan untuk tempat service pelayanan misalnya Bank, customer service, dan sejenisnya. Ya gak lucu aja kalo misalnya kita mau complaint tapi tempat complaintnya pindah2. atau kalau kita nabung di Bank tapi Banknya pindah2.
Kesimpulannya, sepertinya kebutuhan kantor perlu ditinjau ulang.Dengan tidak lagi “berkantor”, coba kalian bayangkan berapa banyak biaya yang bisa dihemat, ketimbang biaya sewa gedung jutaan dan pembayaran listrik lebih baik kita meeting di cafe, cukup dengan memesan kopi panas seharga 10 ribu selesai sudah perkara! Bayangkan juga, dengan tidak “barkantor” berapa juta liter BBM yang bisa dihemat, kemacetan akan reda dengan sendirinya. Bayangkan juga bagaimana kita tidak akan pernah kehilangan Quality time kita bersama keluarga kita dirumah, dan masih banyak imbas baik lainnya.
So… Do we still need an Office??? I don’t think so!
Got You Syekh!
Jadi lelaki jomblo jaman sekarang serba susah
Mau cari pendamping yang ideal semuanya udah gak available ada yang udah kawin, ada yang udah punya anak,paling banter ya udah punya pacar.
Cari perempuan yang cantik, pinter, kaya, badannya bagus, kulitnya putih, kakinya bagus, jempol kakinya bagus (3 terakhir kriteria saya sendiri hihi…) dan available bukan perkara mudah, hampir semuanya udah ada yang punya, ada yang dipunyai satu orang, ada yang dipunyai rame-rame dan ada juga yang di miliki jam-jam an (you know what I mean lah…)
Well lalu bagaimana caranya? ternyata ada satu cara yang selama ini dilupakan, di take out aja si cantik itu dari sejak dia usia dini, kalo perlu dikawinin waktu masih usia kanak-kanak, so begitu dia besar tinggal memetik hasilnya deh…
Haha… I’ve got you Syekh Puji!
Pemikiran Aneh di Hari Sumpah Pemuda H+1
Hari ini tanggal 29 Oktober 2008.
Saya sedang mencoba berimajinasi tentang peristiwa 80 tahun yang lalu. Bukan!, bukan tentang peristiwa Sumpah Pemuda itu yang saya pikirkan, karena sudah banyak yang mengupasnya, lagian diatas kan udah saya tulis kalo hari ini tanggal 29 oktober, berarti udah lewat satu hari dong! Nah… justru itu yang saya pikirkan, dan menurut saya cukup menarik di analisa. Kira-kira 80 tahun yang lalu di hari ini si Pemuda-pemuda yang tadi malam bersumpah itu pada ngapain ya?
Berhubung tidak ada data sejarah yang mencatat tentang kejadian hari itu, maka saya mencoba untuk berimajinasi tentang kemungkinan-kemungkinan apa saja yang terjadi pada hari itu:
1. Bisa jadi pada hari ini para pemuda kita itu masih terlelap tidur karena tadi malam mereka harus rapat sampai larut malam, belum lagi ditambah dengan acara dugem ajeb-ajeb mendengarkan lagu dari Biola WR Supratman, pasti mereka capek sekali tadi malam, dan kemungkinan mereka masih tidur besar sekali.
2. Acara tanggal 28 Oktober 1928 itu kan dihadiri oleh banyak pemuda dari utusan berbagai daerah dari seluruh penjuru Indonesia, maka mungkin pada hari ini para pemuda kita itu ada yang lagi sibuk packing, ada yang lagi pesen tiket kereta, ada yang lari-larian ngejer delman ke Ambon (Jong Ambon kan kudu pulang juga dong!), ada juga yang mungkin sedang salam-salaman pamitan ama yang lain.
3. Tempat dilaksanakannya Kongres Pemuda itu adalah sebuah Pondokan Mahasiswa yang bernama Indonesische Clubgebouw, kebayang dong kalo yang namanya pondokan alias kos-kos an abis dipake kumpul maka kotornya kayak apa? nah bisa jadi hari ini si penghuni pondokan lagi pada ngebersih-bersihin sisa-sisa Kongres tadi malam, nyuci piring or gelas-gelas kopi sisa hang over semalem, kalo ada sisa makanan ya bisa sekalian di selamatkan
4. Perhatikan gak kalo kata-kata sumpah pemuda itu berbunyi “Kami Putra dan putri Indonesia…” nah… itu artinya adalah berarti rapat tadi malam juga di hadiri oleh banyak putri, dan itu juga berarti kemungkinan cinlok sangat besar. Dan bisa aja hari ini si pemuda dan pemudi yang terlibat cinlok lagi janjian untuk bertemu kembali hehe…
5. Sadar gak kalian kalo ternyata tanggal 28 Oktober 1928 itu adalah hari Minggu. Nah berarti tanggal 29 nya hari senin dong, sebagian pemuda-pemudi itu kebanyakan adalah pelajar/mahasiswa, bisa di pastikan buat mereka yang hari senin ada jam kuliah terpaksa deh kudu ngampus dengan mata sedikit bengkak akibat begadang, atau malah mungkin bisa jadi ada yang ketiduran di kelas. Paling apes sih bagi yang hari senin itu ternyata ada ujian/ulangan wah… bisa jadi tadi malam dia bersumpah dan hari ini dia berserapah karena gak bisa jawab ujian
Udah ah, segitu dulu aja, buat yang mau nambahin kemungkinan lain ya silahkan aja.
Nyontek Itu Memalukan
Kemaren saya abis jala-jalan ke Kampus Al Azhar (yang di Indonesia loh bukan yang di Mesir!), selagi saya muter-muter sambil cari-cari cewek cakep (yang sayangnya saat itu tidak ada hehe..) mata saya tiba-tiba tertumbuk pada pintu kaca ruang masuk sebuah jurusan, tadinya dari jauh saya perhatiin, saya mikir “Itu apaan ya, kok pintu bagus-bagus ditempelin kertas gak beraturan gitu?”. kurang lebih pandangan saya seperti foto dibawah ini…
Tuh bener kan agak gak jelas gitu… nah setelah saya dekati barulah kemudian ternyata terkuak sebuah rahasia memalukan dari orang-orang (tepatnya sih mahasiswa) yang kurang jujur dan kurang siap sekolah hehe… nih ternyata setelah didekati, berikut ini adalah foto-fotonya.
Salut deh buat Al Azhar yang udah mau untuk mendidik mahasiswanya bahwa yang namanya sekolah itu ya buat cari ilmu bukan buat cari nilai, salut juga untuk kemauan pihak Universitas ngasih shock therapy kayak gini. Andai saja semua sekolah dan Kampus di Indonesia kayak gini, pasti siswa-siswanya pada malu buat nyontek, sayang sekali dulu sekolahan saya mulai dari SD sampe kuliah gak ada yang kayak gini, walhasil praktek nyontek tumbuh subur, eiitttss… saya gak ikutan loh, saya orang paling anti nyontek, kalo gak percaya tanya aja ama temen-temen sekolahan saya dulu, yang ada malah mereka yang nyontek sama saya walaupun kadang suka saya kerjain dengan ngasih jawaban yang salah haha…
Duhhh… duh… sayang sekali Al Azhar ini kayaknya agak kurang canggih dalam investigasi nyontek, kalo minta kertas tambahan buat contekan itu sih bukan modus baru, tapi modus kuno banget bapak-bapak/ Ibu-ibu.
Kalo mau tau modus baru ya salah satunya nyontek via bluetooth dan teman-temannya, well makin canggih tekhnologi makin dsalahgunakan juga…
Duh Mbak Rika… kasian sekali kamu nak.. pasti kamu malu sekali ya, dan andai orang tua kamu tau kelakuanmu pastilah mereka menangis, udah mahal-mahal sekolahin anaknya bukannya belajar yang bener malah belajar korupsi… segeralah insap mbak rika… aku ikut mendoakanmu (lho??!)
Saya dukung terus Al Azhar untuk melaksanakan seperti diatas, dan saya tunggu kampus dan sekolahan lainnya untuk berbuat yang sama, budaya nyontek harus dihilangkan, karena nyontek itu menular dan memalukan!
BAPAKKU SEORANG KORUPTOR
Bapakku seorang Pegawai Negeri di kota tempat ku tinggal. Bapak memiliki nama yang cukup panjang, itu sebabnya banyak sekali sebutan orang-orang untuk bapakku, tapi yang paling sering aku dengar orang-orang menyebutnya dengan “Pak Kepala”. Mungkin itu berhubungan dengan posisi Bapakku sebagai kepala bagian di kantornya.
Bapakku memiliki ijasah sarjana dari sebuah universitas terkemukan di Negara ini, itu sebabnya namanya diawali dengan tiga huruf “Drs”.
Dulu aku pernah bertanya pada ibuku,
“Ma, bapak itu kerjanya apa sih ma?”
ibuku menjawab ,“Oh, Bapak itu Kepala bagian di kantornya.”
“Si Dodi pernah cerita kalo ayahnya ada pangkat, Kalo bapak ada pangkat juga ma?”
“Ya ada dong Rani, bapak golongannya IV B, dia udah lama loh kerja , udah hampir 15 tahun”. Jawab Ibuku.
Aku hanya manggut-manggut saja, saat itu aku berpikir Bapakku pangkatnya tinggi dan posisinya cukup mentereng, pastinya Bapak punya gaji yang cukup lumayan.
Kenapa kubilang cukup lumayan? Karena kami memang hidup serba berkecukupan, Rumah kami bisa dibilang cukup mewah, bertingkat dua dengan fasilitas yang cukup komplit. Masing-masing kamar kami dilengkapi dengan computer, TV dan AC. Dan sepertinya sejak aku lahir aku mengetahui bahwa kami punya rumah lebih dari satu, ketika kami berlibur ke Puncak dan ke Jokja, Bapak selalu bilang “Ini rumah kamu juga”.
Satu peristiwa yang cukup membuatku heran adalah, sekitar sebulan yang lalu tanpa sengaja ketika aku masuk kekamar ibuku aku menemukan secarik kertas. Diatasnya bertuliskan “Departemen … Indonesia”
Lalu di baris bawahnya tertulis Nota Gaji Pegawai, tertera di sana nama ayahku beserta nomor induk pegawainya. Tertulis disana:
Gaji Pokok : Rp. 1.496.500
Tunjangan Jabatan : Rp. 360.000
Tunjangan istri (10%) : Rp. 149.650
Tunjangan Anak ((2%)x3) : Rp. 89.790
Tunjangan Beras : Rp. 76.960
TOTAL : Rp. 2.172.900
Melihat kertas tersebut seketika aku tertegun, selama ini ternyata aku salah sangka. Kukira bapakku berpenghasilan 50 jutaan keatas, karena untuk membeli rumah yang kami tinggali ini beserta rumah Puncak dan rumah Jokja tentunya lebih dari 1 milyar. Belum lagi aku, kakakku dan adikku masing-masing kami diberi mobil untuk tranportasi oleh bapak. Memang sih bapak dapat jatah mobil dinas kantor Kijang kapsul plat merah, tapi mobil itu lebih banyak mendekam di garasi ketimbang jalan. Bapak dan ibu lebih sering menggunakan Ford Escape kesayangan Bapak, kakakku yang tertua kemana-mana ngebawa sedan Genio nya, kakakku yang nomor dua dibelikan X-trail. Aku sendiri sejak lulus SMA diberi bapak hadiah Toyota Avanza.
Dari mana bapak dapat duit sebanyak itu? gaji bapak yang hanya dua juta lebih sedikit itu bahkan untuk membiayai listrik rumah kami saja mungkin kurang. Belum lagi kakakku yang nomor dua saat ini sedang sekolah ke Inggris ngelanjutin S-2 tekhnik nya disana, sementara kuliah kedokteranku sendiri adalah lewat jalur swadaya, sehingga bapak mengeluarkan uang hampir seratus juta ketika aku masuk kampus ini dua tahun lalu.
Tahun lalu kami sekeluarga berangkat Umroh, dengan mengikuti semacam tour yang ketika kubaca di brosurnya masing-masing orang dikenai biaya 5000 dollar.
Darimana bapak dapat uang sebanyak itu?
Dua hari yang lalu bapak kedatangan tamu, berpotongan rapi berjaket hitam. Bapak dan Ibu sempat bercakap-cakap sebentar dengan mereka di ruang tamu, tidak lama kemudian bapak pergi bersama kedua orang yang menurut ibuku adalah teman kantornya bapak.
Sejak saat itu bapak tidak pernah pulang lagi, dan malam ini… aku melihat bapak di Televisi, tangan bapak terborgol…
(list gaji diatas adalah sesungguhnya untuk Pegawai Negeri golongan IVB dengan masa kerja 15 tahun)
PS. Kalian bisa ikut membantu memberantas budaya korupsi di negeri ini dengan cara yang sangat mudah yaitu BERTANYA, tanya ke orang tua kalian apa kerjaannya, berapa golongannya, search di google gaji nya, dan tanyakanlah bila ada yang aneh. Mari kita bantu keluarga kita untuk tidak terjerumus, mari kita mulai untuk bener-bener makan uang yang halal, mari kita berantas korupsi, mulai dari keluarga sendiri.
Gutbye and Gutlak yeee…
27 Januari 2007 pukul 13.30…
Beberapa pendapat masyarakat tentang peristiwa diatas…
Rasyefki
“Damn! gue kalah tarohan!”
Siswono (mantan mantri)
“Dia orang baik, pada masanya kita pernah meraih kejayaan”
Bik Inah (Penjaga kantin RSPP Pertamina)
“Uhhh…saya sedih, langganan saya berkurang satu, siapa lagi yang mau beli tiwul rasa rendang balado buatan saya… hiks!”
Wakidi (penjaga parkir RSPP)
” yah… bakalan sepi dah parkiran aye, padahal kemaren rame terus tuh, mana yang dateng pejabat semue, aye kan bisa dapet tips banyak sambil poto-poto… eh bentar ya mas, yak teruss… teroosss… kanan abiisss… yak hoooppp!”
Desi Ratnasaru (menyangka diminta keterangan seputar rumah tangganya)
“soory.. no comment… pokoknya saya no comment!”
Cyintya Lawura (artis bule kapiran)
“Adyuuhhh… akyu sedyih syekaliii… mana aku gak bisa lihat, you know I’ve been so busy untcuk syinetron akyuhh, mana waktu itu kan gerimiss, akyu agak males soalnya becyekkk… kalo becyekkk aku gak bisya naek ojyeeekkk…”
Mbah Marto (teman sepermainan waktu kecil)
“oh… kulo sampun lali, sing kerep ngangon kebo kae toh? wah… piye iki, sisuk kulo le dholan karo sopo yo?”
Pejabat Stasiun TURI (Televisi Umum Republik Indonesia)
“Wah gak bakal ada lagi deh acara liputan khusus, lomba kelompencapir, Sidang Kabinet terbatas, Album Minggu, Cerita Akhir Pekan, dan acara musik kesukaan beliau Aneka Ria Safari…”
komentar selanjutnya silahkan diinvestigasi sendiri ya…
Orang Jawa Penghambur Duit
Dari pengalaman saya hidup di Jawa ada satu hal yang sangat saya perhatikan dan cukup mengganggu saya, yaitu kecenderungan orang jawa untuk mengumpulkan uang dan menghabiskannya untuk keperluan yang menurut saya tidak terlalu penting, yaitu SELAMETAN!
Maaf buat kamu yang orang jawa, tapi sebelum protes coba lihat daftar di bawah ini:
- Mitoni (selametan usia janin tujuh bulan)
- Kekah (Selametan kelahiran bayi)
- Pidhak bumi (Selametan si bayi pertama nginjek tanah)
- Tetak (Selamatan khitan/Sunatan)
- Lamaran
- Tunangan
- Midodareni
- Siraman
- Akad
- Resepsi
- Tahlilan hari pertama
- Tahlilan hari kedua
- Tahlilan hari ketiga
- Nujuh hari
- Nyeratus hari
- Setahunan (selametan memperingati setahun kematian)
- Dua tahunan
- Tiga tahunan
- Nyeribu hari
Sekarang mari kita berhitung, sejak si Orang Jawa lahir sampai dengan 1000 hari meninggalnya ada 19 Selametan/acara yang harus mereka tanggung.
Bila kita pukul rata setiap acara menghabiskan dana 5 juta berarti satu orang jawa menghabiskan 95 juta dalam hidupnya untuk mengadakan selamatan.
Angka ini akan menjadi fantastis bila kita menghitung bahwa ada sekitar 50 juta orang Jawa yang tersebar di seluruh Indonesia, itu berarti ada uang sejumlah 4.750.000.000.000.000 (4750 triliun!) yang di hamburkan hanya untuk selametan!
Tahukah kalian bahwa APBN indonesia tahun 2007 ini sebesar 746 Triliun, berarti pengeluaran orang Jawa untuk mengadakan selamatan bila disumbangkan kepada negara bisa untuk menanggung APBN Indonesia selama 6 tahun!
Tahukan juga kalian bahwa hutang Luar negeri indonesia saat ini berjumlah 702 triliun, yang berarti bila orang Jawa mau berbaik hati untuk tidak mengadakan selamatan maka kita bisa melunasi semua hutang luar negeri kita plus bunganya bahkan bisa menjadi negara kreditor untuk 5 negara yang memiliki hutang luar negeri yang sama.
Sungguh miris memikirkan hal diatas bukan? apalagi seperti kita tahu tidak semua dari 50 juta orang Jawa itu adalah orang yang mampu, maka jalan satu-satunya bila mereka tidak memiliki uang namun harus mengadakan selametan berarti mereka harus berhutang. Seandainya sang arwah orang meninggal tahu bahwa keluarga yang ditinggalkannya harus berhutang hanya demi melakukan 9 kali selamatan untuk dirinya yang sudah meninggal, kira-kira apa ya komentar si arwah?
Now that’s why i give this blog the title “Orang Jawa Penghambur Duit”.
Sekali lagi maaf untuk kamu yang orang Jawa…




