Archive for the 'Life' Category

Sepertinya Saya Mau Menikah Saja

 nikah_1.jpg

Saat ini, jam 2 pagi saya sedang sendirian di kamar saya di sebuah Hotel di Tegal. Setelah semua kerjaaan selesai (hmmm… gak semuanya sih, tapi ya adalah beberapa), saya mulai mencoba merenung.

saya coba mereview lagi hidup saya, kalau sudah sendiri dan sepi begini memang suka membawa kita pada hal-hal yang kadang gak pernah kita pikirkan sebelumnya.

 

Saya adalah orang yang selalu merencanakan sesuatu, dan saya akan merasa kecewa bila apa yang saya rencanakan ternyata tidak berjalan sesuai dengan apa yang saya harapkan.

 

Alhamdulilah bukan sombong bukan takabur, jarang sekali saya menemui sesuatu meleset dari perkiraan saya. Tapi justru hal-hal yang jarang itu merupakan hal yang sangat krusial dalam hidup saya.

salah satunya adalah berumah tangga.

 

Dulu sewaktu saya masih ingusan, karena terpengaruh plang KB yang dipasang dimana-mana saya bercita-cita untuk menikah di umur 25 tahun. Tapi ternyata tidak terjadi, umur segitu waktu itu saya belum apa-apa. jangankan untuk menikah dan hidup berdua, untuk membiayai hidup saya sendiri saja waktu itu saya kesusahan.

 

Setelah itu saya kemudian mencanangkan untuk menikah sebelum usia saya 30 tahun. karena menurut pengamatan saya waktu itu, seorang laki-laki bila sudah melewati usia 30 tahun maka akan semakin enggan untuk menikah, entah kenapa tapi banyak yang seperti itu.

 

sekitar dua tahun kemudian saya mencanangkan untuk menikah pada tanggal 8 bulan 8 tahun 2008. dan tentunya hal ini gak kesampaian lagi. Saat itu bisa dibilang saya dua kali dalam keadaan nyaris menikah, tapi karena emang dasarnya belum jodoh lagi-lagi saya harus kubur dalam-dalam impian menikah di tanggal tersebut.

 

Tak terasa kemudian waktu terus berjalan, dan akhirnya terpaksa saya harus melanggar janji saya sendiri, ya saya sekarang sudah 30 tahun, berarti keinginan untuk menikah sebelum berusia 30 kembali gagal.

 

Tahun ini, saya gak mau gagal lagi, saya gak mau melanggar janji saya lagi. Saya juga kasihan dengan anak saya nanti, saya gak mau disaat mereka masih kecil-kecil sementara saya sudah tua bangka dan sakit-sakitan.

 

Di awal tahun 2009 kemarin saya merencanakan untuk menikah pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2009 (lagi-lagi terjebak angka cantik hehe…).

 

Belakangan saya baru tau kalo ternyata tanggal segitu adalah bulan puasa, tadinya saya tetep nekad dan mau tetep stick to the plan untuk menikah di tanggal tersebut, tapi setelah saya pikir2 pastinya agak kurang afdhol untuk menikah di bulan puasa, bakalan banyak hal-hal yang menjadi ganjil, misalnya tamu-tamu dan teman saya jadi pada gak makan (hal yang sangat aneh), dan pastinya akan menghalangi untuk melakukan “pertempuran” sesegera mungkin sesudah ijab kabul hehe…

 

Well gak habis akal, saya mencoba untuk kemudian berkompromi, tetap mencari tanggal yang cantik di tahun ini, tapi juga tidak melewati bulan puasa. dan akhirnya pilihan saya kemudian jatuh kepada sebuah tanggal yang menurut saya cukup unik.

 

07-08-09

yup, 7 Agustus 2009. dengan angka yang semakin meningkat tentunya doa saya kehidupan dan keluarga saya akan terus meningkat nantinya (aminnn…)

Dan asyiknya lagi, ternyata tanggal segitu adalah hari Jum’at, hari yang sangat baik bagi umat Islam. tentunya di hari itu saya hanya akan melakukan akad nikah saja, sedangkan resepsinya saya mau adakan keesokannya di hari sabtu.

 

Masalahnya sekarang adalah, bila memang jadi tanggal segitu, maka itu artinya waktu saya tersisa hanya tinggal kurang dari 2 bulan lagi. terus terang saat ini saya gak punya tabungan, apalagi tau sendiri kalau biaya menikah sekarang ini tidak sedikit. dan bukan hanya biaya menikah, biaya-biaya pasca menikah justru terlihat jauh lebih mengerikan mulai dari mengontrak rumah, membeli perabotan, membeli peralatan rumah tangga mulai dari yang gede-gede kayak lemari dan tempat tidur sampe dengan yang remeh-remeh tapi penting kayak pering gelas dan sendok!

 

Well, apapun itu, saat ini saya coba untuk meluruskan niat saya, kata orang-orang kalau kita mau menikah itu memang ada saja cobaannya, tapi kalau kita sudah lurus niatnya maka akan selalu ada jalannya. semoga Allah menunjukkan keajaiban nya di hidup saya untuk hal ini. Saya sendiri belum kepikiran gimana caranya dan gimana jalannya (sementara waktunya tinggal 2 bulan lagi, oh my goat!), tapi semoga ada “invicible hands” yang membantu jalan saya selama dua bulan kedepan. Aminn..

 

Doakan saya ya teman-teman…

 

 

 

 

posted by rasyefki in Life and have Comments (12)

Saya dan Yogya

tugu-yogya.jpg 

Sesuai dengan judulnya, kali ini saya mau nulis tentang hubungan gila bin geblek antara saya dengan sebuah kota yang bernama Yogyakarta.

Pertama kali saya datang ke kota ini sekitar pertengahan tahun 1997, gak kerasa udah lama juga ya, udah lebih dari 10 tahun, bendungan! (dam=dem hehe maksa..) Cepet bener waktu berlalu. Saat itu saya pertama datang jauh dari Lampung sana dengan tujuan mau kuliah (maklum orang pinter jadi lulus UMPTN hehe).

Sebelum tahun 1997 itu saya belum pernah ke Yogya, dan you know what sodara-sodara, saat itu saya datang ke jokja sendirian, bawa koper satu, ransel satu dan modal sedikit uang sama secarik kertas alamat sodara. Alhamdulilah waktu itu saya nyasar sampe ke Solo dan baru nyampe jokja dini harinya haha…

Nah setelah itu saya mulai kuliah, lulus dan sempat kerja di salah dua Radio di jokja selama kurang lebih 3 tahun.

Saat itu sekitar tahun 2004, dan saya mulai berpikir kalau saya harus pergi dari Jokja, saya mau melakukan sesuatu yang lebih besar dan menantang, saya pengen kerja di Jakarta. Kesempatan itu datang waktu itu dan saya mulai kerja di salah satu stasiun TV yang terkenal (terkenal dengan gajinya yang kecil haha..).

Dan ternyata, saya di Jakarta ternyata cuma setahun lebih dikit, selama setahun itu saya kerja di 3 perusahaan yang berbeda (4 malah kalo di gabungin ama freelancenya), dan ketika pindah ke perusahaan yang ke empat pada tanggal 4 Juli 2005, mereka menempatkan saya dimana? yes! Jokjakarta… asem tenan!

Selanjutnya saya kembali ke Jokja dan mulai kerja, perjalanan hidup ternyata membawa saya untuk bekerja di jokja sampe kurang lebih 3 tahun. Karena ketika memasuki tahun 2008 saya di promosikan untuk pindah ke Bandung.

Nah… di Bandung ini, saya gak sampe setahun, karena seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya saya mendapat tawaran dari perusahaan lain untuk gabung dengan mereka.

Jadi ceritanya, ketika mereka menawarkan ke saya:

Mbak Yang Nanya (MYN) : “Mas mau gak gabung dengan kita, sekarang kita ada posisi yang mungkin pas dengan mas.”

Saya : “oh ya, sebagai apa mbak?”

MYN : “Ini ada posisi sebagai x (sengaja disamarkan, ntar dikira sombong hehe)”

Saya : oh gitu, dimana mbak?”

MYN : “ini kebetulan yang kosong ada di 3 wilayah mas, Di Sumatera bagian utara, di Kalimantan dan di Sulawesi, silahkan mas nya pilih kira-kira mau dimana?”

Sampai disini saya kemudian berpikir. Kalo di Sulawesi or Kalimantan kayaknya gak lah yaw, selain saya belum pernah hidup disana (kalo sekedar mampir dan jalan-jalan sih pernah), saya juga gak tau bagaimana mengimplementasikan kerjaan saya disana coz saya gak kenal karakter wilayah dan orang-orangnya.

Kalo Sumatera Bagian Utara nah ini menarik, karena saya dulu pernah 3 tahun sewaktu SD di sana tepatnya di Pematang Siantar. Lagian Sumatera Utara dekat dengan Sumatera Barat, Kampung Ibu saya dan tempat masa kecil saya saya habiskan.

selanjutnya dengan mantapnya saya jawab:

Saya : “kalo gitu saya pilih Sumatera Utara deh mbak”

MYN : “Oke deh mas kalo gitu, nanti kita bakal kontak lagi mas nya ya, untuk atur pertemuan dengan Pak X”

Seminggu kemudian, saya kemudian bertemu dengan calon atasan saya untuk interview dan ngobrol-ngobrol. Nah, dari pertemuan itulah kemudian, menjadi jelas akan dimana saya ditempatkan.

Ternyata tanpa dinyana tanpa diduga saya dipercaya untuk pegang wilayah Jawa bagian Tengah, dan guess where is the Head Office is? Yup! YOGYAKARTA! haha… so here I am Now. Can’t u believe it?

Saya juga kurang tau dan kurang ngerti kenapa bisa kayak gitu, saya juga gak tau apa utang saya dengan kota ini kok saya selalu dipulangkan kesini. Yah apapun itu, saya cuma anggap sebagai kebetulan saja kalupun sudah dua kali terjadi ya anggap saja kebetulan yang berulang hehe…

posted by rasyefki in Life and have Comments (9)

Its Time to Move on…

picjob.jpg 

Halo lagi readers…

Nah kali ini saya mau cerita babak baru dalam hidup saya, well tepatnya sih kehidupan karir saya.

Mungkin ada beberapa dari kalian yang tau saya sebelumnya kerja dimana, ya katakan saja perusahaan X (padahal tinggal nambahn satu huruf lagi ketahuan deh namanya haha…). saya sudah hampir 4 tahun disana, itulah perusahaan yang paling lama saya bekerja didalamnya.

Sekitar sebulan yang lalu saya dapat tawaran dari perusahaan lain untuk bekerja dengan mereka, tadinya saya tidak anggap serius tawaran itu, coz bukan sombong dan takabur tapi sebelum2nya saya juga pernah dapat tawaran tapi saya gak gubris coz saya benar2 sedang merasa enjoy membangun karir di perusahaan saya yang lama.

Malamnya dari saya dapat penawaran itu, mulailah saya berpikir dan mereview kembali tentang apa yang sudah saya lakukan dan saya dapatkan dari perusahaan yang lama itu. Udah banyak banget saya dapatkan disana (tentunya selain gaji ya, itu sih emang kewajiban perusahaan bayar saya hehe). Dari berbagai macam ilmu dan pengetahuan baru, pengalaman yang mematangkan dan terutama teman2 sekantor (ada yang lucu, yang baik, yang cakep, walau gak sedikit juga yang jelek dan menyebalkan hehe…).

Tapi ketika saya berpikir lebih jauh dan dalam lagi (gw kok malah kayak Romy Rafael ya?), saya mulai tau bahwa ternyata secara gak sadar saya sudah berada di Comfort Zone, segala sesuatunya berjalan begitu-begitu saja, semua pekerjaan sudah teratur seperti auto pilot, tidak ada lagi tantangan-tantangan yang berarti, dus tidak ada lagi lonjakan2 euphoria ketika menghadapi satu masalah dan berhasil melaluinya. Tidak ada kekecewaan ketika apa yang kita usahakan ternyata tidak sesuai harapan, semuanya berjalan terlalu biasa-biasa saja.

Dari situlah kemudian saya berpikir, betapa akan sia-sianya sisa umur saya ini kalau kehidupan saya flat begini. Saya masih muda, saya butuh tantangan untuk memperkaya diri saya, selain itu saya juga rindu dengan saat-saat ketika menghadapi sebuah tantangan dari perusahaan dan mampu melewatinya. Saya kangen dengan euphoria yang timbul ketika ada lonjakan kesuksesan akan sebuah perencanaan, I miss all of those moments dan itu kayaknya gak bakal mungkin saya dapat dari perusahaan saya sebelumnya karena seperti yang sudah saya sampaikan diatas.

Esok paginya saya bangun dan menelpon kembali perusahaan yang mengajukan tawaran kemarin, entah kenapa baru di titik itu saja saya udah merasakan ada lonjakan semangat. Proses selanjutnya ya sudah bisa di tebak, memutuskan untuk pindah. Dan yang lucunya adalah perusahaan saya sekarang adalah competitor dari perusahaan yang lama, so mau gak mau yang dulu menjadi kawan kini berubah menjadi lawan (in professional ways ya bukan as a friends). Dan ternyata itulah tantangan yang saya dapatkan dan saya cari, bagaimana caranya mulai mencoba mengalahkan apa-apa yang dulu saya bangun, bagaimana menghancurkan apa-apa yang dulu saya rencanakan di perusahaan yang lama, karena dalam dunia professional kita hanya mengenal satu asas yaitu “membela yang bayar!” haha…

posted by rasyefki in Life and have Comments (2)

Life Begin at 30

Wah udah lama bener ini blog gak kesentuh. Maklum teman2, beberapa minggu terakhir ini saya sibuk berat, sibuk apa? nanti kita bahas di tulisan selanjutnya yah hehe…

Saya mau ngucapin banyak terimakasih buat yang kemaren udah ngucapin selamat ultah buat saya. Ada sesuatu yang unik dalam hal ucap mengucapkan met ultah kali ini, kalo dulu jaman kuliah saya banyak dapet ucapan ultah berupa kartu (maklum mantan playboy kampus cap gayung hehe), trus maju lagi ke jaman HP saya banyak dapet ucapan via SMS/telpon. Nah kemaren ini, karena kayaknya lagi booming facebook so wall saya banjir dengan ucapan selamat ultah. Saking banjirnya sampe kerepotan sendiri ngebalesinnya satu-satu, maaf banget ya buat yang gak kebales.

Masih ngomongin soal ulang tahun, kali ini gak banyak hadiah (dalam bentuk benda) yang saya dapet, at least gak sebanyak tahun lalu. Mungkin berkaitan dengan status kali ya, kalo tahun lalu saya masih milik rame2, alias gak punya pacar. Banyak sih yang deket, tapi itu pacar orang semua haha…

Well gak papa, hadiah dalam bentuk benda mungkin sedikit, tapi hadiah dalam bentuk cinta banyaaaakkkk banget dan gede bangeeetttt!! hehe.. Saya terus terang terharu sendiri ngeliat pacar saya (suittt… suit… punya pacar juga akhirnya) gimana usahanya untuk menyenangkan saya dan ngebuat saya merasa jadi raja sehari di hari ulang tahun saya. Terus terang saya baru kali itu ngeliat ada orang nangis karena kecewa rencana surprise gift nya gagal… duh I love you… kalo mau baca cerita lengkapnya baca di blog dia di sini ya)

Life begin at 30, walau berkurang jatah hidup saya di dunia, but show must go on. Entah kenapa setelah saya mereview hidup saya di usia yang kelipatan 10 (10, 20, 30) baru kali ini saya ngerasa begitu bersemangat dan merasa bahwa memang hidup itu sewajarnya dimulai pada usia 30. Karena umur 10 tahun kita masih terlalu kecil, umur 20 tahun kita masih kuliah, baru umur 30 inilah kita bisa merencanakan segala sesuatunya sendiri.

Umur 30 ini jugalah saya banyak buat target untuk diri saya sendiri, semoga semuanya tercapai. Impian terbesar saya adalah nanti ketika saya masuk usia 40 tahun saya sudah pensiun, menikmati hidup, mendidik anak2 saya (maklum pendidikan di Indonesia geblek berat, masak Ujian Nasional aja di contekin guru, setan!), dan bersenang2 keliling dunia dengan istri saya aminnn….

Well sekali lagi terima kasih untuk semuanya, terima kasih untuk segala ucapan dan doa nya. Love u all my friends…

Terakhir ini di bawah ada gambar mug yang lucu sekali, Confucius bilang kalo life begin at 30, karena dia meninggal di usia 29 tahun haha…

confuciusmug_1.jpg 

posted by rasyefki in Life,Uncategorized and have Comments (2)

Mainan Baru


rubiks-cube.jpg

Udah lama sebenernya saya pengen maen benda ini, tapi baru ngebetnya sih akhir2 ini. Mulanya sih gara2 kalo lagi bengong biasanya buka FB di HP atau chatting. Saya pikir alangkah autis dan gak bergunanya hidup ini kalau tiap kali ada kesempatan bengong saya Cuma maenan FB, iya kalo FB lagi rame lha kalo FB nya lagi sepi n garing kan jadi males tuh!

Walhasil, sekitar sebulan yang lalu saya niatin untuk nyari mainan ini, Cuma karena entah barangnya yang langka atau saya yang gak tau tempat orang jualnya dimana walhasil ya gak ketemu2.

Baru dua minggu lalu ketika jalan2 ama pacar saya yang cantik jelita (do’i kalo dibilang jelek suka marah dan berkelakuan aneh, kayak makan tanah, or ngewarnain air di bak mandi misalnya) ke BSM, dan ketemulah benda yang saya cari selama ini.

Yup namanya Rubik, permainan yang udah lama banget, dari jaman saya SD kayaknya udah ada. Dan saya beli dengan harga yang cukup murah, cukup 30 ribu aja! karena bukan yang asli, tiruan dari china, tapicukup bagus dan tahan, cuma stikernya aja yang gak awet.

Mulai sejak itu lah hari2 dan waktu senggang saya di warnai dengan benda kecil bikin pusing tapi mengasyikkan ini. Kemana2 saya bawa. Awalnya saya Cuma bisa nyelesaiin satu warna aja, trus abis itu bisa dua warna. Dengan mencontek di Internet akhirnya saya bisa juga menyelesaikannya setelah 3 hari!

Dari hasil googling di internet juga saya baru tau kalo Rubik ini ternyata ada perkumpulannya, ada kejuaraannya, dan ada web khususnya. Dan  Minggu lalu saya ikutan kumpul sama mereka. Sesampai disana saya pertama agak gak PD coz kayaknya saya yang paling tua dan yang paling lambat nyelesaiin Rubiknya, yang lain tuh rata2 bisa nyelesaiin dibawah satu menit! Sementara saya? Tiga hari!

Tapi ya gak papa, permainan Rubik ini sama kayak permainan yang lain, gak ada cheatnya, jadi kalo mau cepet ya kudu hapal sama rumusnya yang sejibun itu! Bisa sih nyelesaiin pake logika, tapi ya dijamin lama.

Sekarang saya udah punya 3 biji Rubik, dua biji yang 3×3 (satu asli, satunya aspal) dan satu yang 2×2. Eitss.. jangan salah sangka dulu dengan Rubik yang 2×2 ini, temen2 saya udah banyak yang terjebak dan pas pertama liat bilang “loh ada yang kecil? Ini sih gampang!”. Dan setelah saya kasih, kemudian mulai keringat dingin mengucur, dan pada akhirnya terdengar kalimat yang hampir seragam “ini deh… nyerah gue.. ternyata susah”. Haha.. makanya jangan belagu.

 rubik2x2x2_1_307.jpg

Harus saya akui kalo main rubik itu mengasyikkan. Yang 2×2 aja, walau keliatan kecil dan gampang, tapi ternyata ada lebih dari tiga juta kombinasi! Belum lagi yang 3×3, ada 43 juta trilyun kombinasi yang berbeda!

Udah dulu ah, saya mau latihan lagi. Btw kalo ada yang ngerti dan bisa cepet, tolong ajarin saya dong!

posted by rasyefki in Life and have Comments (8)

Pemilu oh Pemilu


Udah lewat seminggu sih, tapi ya gak papa ketimbang gak update.

Ceritanya Pemilu kemaren saya pengen ikutan nyontreng, well entah karena emang niatnya udah jelek duluan atau karena aturannya yang agak ruwet walhasil ya gak jadi ikutan nyontreng. Tadinya saya pengen ikutan nyontreng, tapi sekalian iseng, saya pengen bikin foto2 caleg yang ada di surat suara kalo yang laki mau saya kasih kumis ala Hitler, sementara kalo yang perempuan mau saya kasih brewok haha…

Pagi menjelang siang saya yang udah rapi langsung menuju ke TPS deket kos2an saya, karena kos saya di deket perumahan elit jadi TPS nya ada usher nya bo! Buset dah, kirain mau beli susu anak aja yang ada SPG nya ternyata TPS juga ada SPG nya.

Saya       : Mbak saya mau ikut nyontreng dong…

Mbak Usher Yang Jaga TPS (selanjutnya disingkat MUYJT) : Boleh mas, silahkan cari namanya di daftar ini.

Saya       : Hmmm… kayaknya gak bakal ada deh mbak, soalnya saya kan anak kos…

MUYJT  : Kalo gitu mungkin mas bawa surat pengantar perpindahan pemilihan?

Saya       : Wah apaan tuh mbak? Ada juga ini surat kabar…

MUYJT  : Ya kalo gitu mas gak boleh ikut milih…

Saya       : Duh, mbak saya kan warganegara yang baik, saya juga mau ikutan pesta demokrasi (lebay) masak gak boleh?

MUYJT  : Iya mas gak boleh…

Saya       : Mbak…

MUYJT  : Mas…

Saya       : Mbak…

Halah… yah kesimpulannya saya gak boleh milih. Tadinya saya pikir Pemilu sekarang kayak Pemilu 2004 dulu, dulu saya ikut di Jakarta padahal KTP saya Lampung, cukup dengan menunjukkan KTP dan tangan yang masih bersih dari noda maka say bisa ikutan milih, ternyata sekarang udah gak bisa lagi…

Ya udahlah gak papa, yang penting partai warna merah itu gak menang, dan saya masih ada kesempatan di pilpres mendatang…

Haha.. siap2lah para capres, akan kubuat wajahmu berhiaskan kumis ala hitler semua hehe…

surat-suara-dpd.jpg

posted by rasyefki in Life and have No Comments

Nyang Tertunda


Well, ini adalah beberapa hal yang tertunda untuk di tulis dan di publish, udah kesimpen di draft lama tapi abis itu gak di senggol2 lagi. 

Kue Misterius

Tanggal 25 November yang lalu (buset lama juga yak!), saya dapet kiriman sekotak kue. si pengirim gak nyantumin namanya cuma ngasih alamat emailnya aja. Kalo di liat dari tulisan nya sih kayaknya dia bisa nulis.. (ya iyalah!). Dan justru karena misterius itu saya jadi agak curiga, jangan2 ini kue udah di guna-gunain (maklum gw kan tampan tiada terperi…),  jangan2 kue ini udah dikasih racun arsenik (kebanyakan nonton kasus Munir), jangan2 kue ini mengandung susu bermelamin (susunya saya mau, melaminnya buat kalian ajah!), jangan2 ini sogokan dari caleg partai tertentu.

Akhirnya karena curiga, saya gak makan2 itu kue sampai dengan suatu hari saya belum sarapan dan kue itu tergeletak dengan manisnya di meja saya, berhubung lapar dan godaan demikian besar akhirnya saya tergoda untuk makan kuenya, tapi tetep aja saya masih curiga. saya pikir2 gimana kalau prasangka saya selama ini benar? gimana kalau saya di guna-guna? gimana kalau saya harus mencoblos partai tertentu demi kue ini?

Begitu banyak hal yang berseliweran di pikiran saya (lebay..)Akhirnya karena tidak tahan juga, saya ikutin saran teman saya, kuenya saya langkahin tujuh kali dulu sambil berucap “do mikado estra estrado estrado bea beo…” lalu saya ludahi tujuh kali, lalu saya baca surat Al Baqarah (hehe… gak ding, kelamaan), lalu saya baca Bismillah dan langsung hlep!….sepuluh detik tidak ada reaksi, saya lanjut lagi hlep!, saya tunggu masih gak ada reaksi apa-apa, saya lanjut lagi hlep! begitu terus, dan barulah di hlep yang kesepuluh efeknya mulai terasa… apalagi setelah saya campur dengan air putih, efeknya menjadi semangkin mangkin… efek kenyang!

Nih foto kuenya lengkap dengan surat yang menempel, anyway siapapun kamu yang sudah mengirimkan kue ini makasih banyak ya, lain kali kirimin saya sepatu dong, lagi butuh sepatu nih… hehehe..

image002.jpg


Foto Bareng Seleb 

Oke lanjut lagi ya, selesai masalah kue, selanjutnya adalah saya pengen cerita soal bagaimana akhirnya saya tidak tahan untuk mengajak orang terkenal untuk foto bersama. Saya sejak dari dulu udah sering banget yang namanya ketemu artis, maklum dulu kerja di Radio, hampir tiap minggu ada aja artis yang mampir, entah sekedar hanya untuk wawancara, untuk rekaman jingle, untuk ngobrol2 doang ataupun sekedar nganterin siomay aja… wait itu bukan artis yak?

Sejak saya ketemu artis sejibun itu, saya selalu mampu untuk menahan diri untuk tidak mengucapkan kalimat “mbak/mas artis, boleh foto bareng gak?” kenapa??? karena menurut saya itu adalah hal yang memalukan bagi saya, ya gak tau saya malu aja gitu ngajak artis foto bareng. padahal kalo dipikir2 nyesel juga sekarang kenapa dulu gak minta foto setidak2nya bisa buat kenang2an, kayak dulu pernah interview sama Chrisye, padahal sekarang orangnya udah meninggal and gak mungkin banget minta foto bareng sekarang (emangnya gw sebangsa bisa panggil arwah apa?!)

Seingat saya dulu, saya minta foto sama artis cuma waktu pas Ladya Cheryl dateng buat interview and promo film Biarkan Bintang Menari aja (maklum saya ngefans berat ama orang satu ini), setelah itu udah gak ada lagi yang saya foto bareng artis.

Nah kemaren pas saya lagi jalan ke sebuah tempat, pas didalam di lift saya melihat seseorang yang sangat familiar. seseorang yang udah saya tahu sejak saya SD, orang yang namanya suka di sambungin ama nama saya kalo saya memperkenalkan diri, orang yang dulu pernah saya bela mati2an dengan teriakan histeris di sekitar tahun 1996, orang yang menikah dengan salah satu idola saya juga tapi kemudian memutuskan untuk bercerai.Dan karena semua alasan diatas itulah akhirnya saya memberanikan diri untuk ngajak foto bareng, saya pikir daripada nanti saya nyesel lagi hehe…pengen tau siapa dia? nih fotonya dibawah, silahkan tebak sendiri siapa itu hehe…

image003.jpg


Menang Lagi… Menang Lagi… 

sekarang update terakhir, ceritanya kemaren kantor saya ngadain acara sayembara fotografi, temanya tentang kartini masa kini. Iseng-iseng saya nyoba ngikut, and guess what? saya salah satu yang menang hehe… lumayan hadiahnya bisa buat beli nasi pecel (sekarung!) sama es cendol (segalon!) 

image048.jpg

posted by rasyefki in Life and have Comments (4)

Laptop Baru Yang Aneh

laptop-battery-fire-2.gif


Beberapa waktu yang lalu saya punya laptop baru, untuk menggantikan yang lama yang performa nya udah gak banget. Laptop ini saya seneng banget, duh hampir sebagian besar waktu saya saya curahkan buat laptop ini, mulai dari nulis-nulis (dari serius, curhat, nyoba ngelucu, ampe yang gak karuan), ngegambar-gambar, ngedit-ngedit, pokoknya semuanya lah, sayang banget saya sama laptop ini.

Bukan hanya disitu, saking saya seneng dan bangganya dengan laptop ini, saya pamerkan dia ke semua teman-teman saya, saya tunjukkin ke teman-teman saya gimana cemerlangnya monitornya, bagaimana batrenya yang tahan lama, bagaimana prosesornya yang cepat, bagaimana fitur2nya yang lengkap dan asik punya, pokoknya saya pamerin sampe temen-temen saya pada ngiri.

Tapi entah kenapa, beberapa hari ini laptop yang saya banggakan dan saya sayangi itu mulai ngadat, kadang-kadang kalo dipake chatting suka ngehang, kadang-kadang kalo dipake buat design suka lambat, kadang-kadang kalo buat nyetel musik suaranya fals, yang paling ngeselin sih mouse drivernya, pencet kemana larinya kemana, diarahin kemana perginya kemana bener-bener ngeselin.

Trus kemaren saya kayaknya udah sampe di puncak kesel, pas diidupin eh gak tampil-tampil, gak ngerti apa emang udah gak mau nongol lagi gambarnya atau emang udah crash. Padahal dulu kata yang jual ini laptop canggih bener, katanya sih saking canggihnya kita gak usah kasih perintah dia udah bisa jalan sendiri, dia bisa nebak pikiran kita mau kemana dan apa yang mau kita lakukan, saya bilang sih gak mungkin banget, kalaupun mungkin berarti itu laptop sok tau!

Nah sekarang terbukti deh nih laptop udah mulai sering ngehang, gak tau karena emang programnya kacau karena kemasukan virus atau karena emang gak bisa catch up with my pace kali ya.

Ya udahlah, saya sih orangnya males basa basi, kalo gak suka ya bilang gak suka, dan saya gak suka dengan kelakuan laptop ini. kayaknya saya mau balikin aja deh ini laptop. saya mau cari yang baru dan lebih bagus aja, dulu kata yang jual kalo gak suka sama laptop ini boleh ambil lagi laptop yang lama, ih gak sudi! orang saya beli laptop ini karena yang lama udah parah. Makanya ini saya mau balikin aja dan nyari lagi yang baru.

PS No.1 : “Mbak, itu sekalian kardus2 dan buku manual yang ada di kamar segera diambil aja ya sebelum saya bakar karena murka.”

PS No.2: “I don’t like being accused by your assumption, why? Because its not true at all. So you said that you really know about everything? You said that you know me? Well eat this!”

PS No.3: I’m facing reality that you act like a clown.. So stupid, trying to be funny but you’re not, melodrama with fake tears, and in the end you’re trying to please me with all your words but that’s not work for me.. well no worries, if you don’t like it don’t see or listen to it!

posted by rasyefki in Life,Uncategorized and have Comments (2)

Epilogue for My Old Friend


n6317442_34656748_6759899.jpg

Pertama kali datang ke jokja untuk kuliah saya sudah sering mendengar namanya, teman kuliah saya bahkan kemudian ternyata salah persepsi tentangnya. Teman kuliah saya dulu pernah bilang ke saya ketika seseorang lewat di depan kami,

“Eh ki, itu kan si Fulan..”

“Siapa itu?”

“Itu dia anaknya si Gondrong yang punya Geronimo” jawabnya. Buat yang gak tau Geronimo itu adalah nama salah satu stasiun radio yang cukup terkenal di Jokja.

“Oh ya? Emang dia yang punya itu Radio?”

“Iya, kok kowe malah ra percoyo!” teman kuliah saya mencoba meyakinkan.

Ternyata jalan hidup membawa saya menjadi kenal dekat dengan si Gondrong yang di sebutkan teman saya itu. Sekitar tiga tahun sesudah percakapan yang kurang penting dengan teman kampus saya itu saya diterima untuk kerja dan siaran di Geronimo. Dan dari sanalah saya tahu kalau si Gondrong itu ternyata bukan yang punya Geronimo hehe…

Awalnya kami hanya sebagai rekan kerja yang bisa dibilang jauh enggak, deket juga belum tentu hehe… namun keadaan itu kemudian berubah ketika suatu hari si Gondrong mengabarkan kepada saya kalau Ford Foundation mengadakan sayembara penulisan tentang naskah music etnik.

Tadinya saya gak begitu tertarik dengan tawaran si Gondrong ini, sampai kemudian dia bilang,

“eh kowe melu wae” ucapnya dengan logat jawa yang kental, dia memang jarang sekali menggunakan Bahasa Indonesia, kecuali kalau siaran! Dan dia siarannya seminggu sekali selama 1 jam, so bisa dibilang si Gondrong ini hanya berbahasa Indonesia selama satu jam/minggu hehe…

“ah, males aku, aku kan ra ngerti opo2 soal music etnik” sahut saya saat itu

“loh, mangkane kowe riset, ono biaya riset e loh kuwi, telung atus ewu sak naskah, kowe iso ngirim maksimal papat naskah” katanya. Buat yang gak ngerti bahasa jawa kurang lebih artinya begini

“lha makanya lo kudu riset dulu coy, ada duit nya tuh, tiga ratus rebu se naskah dan lo boleh ngirim maksimal empat naskah”

Nah saat itu lalu saya berpikir, dan karena pengaruh bokek dan etnis, maka saya mengambil keputusan, kenapa saya bilang etnis disini sangat penting, nah sini saya kasih gambarannya ya.

Seandainya saya orang Jawa :

“Edan ora kato’an! empat naskah, berarti kudu riset mendalam berminggu-minggu, mengurung diri di perpustakaan, kalo perlu bakar sajen dikit biar pengaruh etnik nya kerasa banget nih!”

Seandainya saya orang Sunda :

“Edun euy empat naskah, satu naskah aja gw males, duh belum lagi kudu segala pake riset, ah males bener, gak ada yang lebih gampang apa, makan lalapan kek, jual syaal di tangkuban parahu kek, or nyewain Villa deh!”

Seandainya saya orang Padang:

“Hmmm… tigaratuih ribu dikali ampek jadinya sajuto dua ratuih, onde mande banyak bana pitih tuh, pastilah awak ambiak, urusan riset2 sih gampang sajo!”

Dan.. yup! Saya orang Padang haha…

Dasar saya gak mau rugi, langsung saat itu juga saya riset dan nulis naskah, biar dapet duitnya banyak langsung saya tulis empat sekaligus!, setelah selesai semua langsung saya kasih ke si Gondrong.

“Ini naskahku, mana duitnya?” kata saya

“iyo ngko duik e di transfer, kene ta’ moco sikik, apik po ora iki?” kurang lebih artinya “buset dah lo nyet duit mulu, iye ntar di transfer, sini gw baca dulu, bagus apa gak sih ini coy?”

dari dia baca berubah menjadi review, dari dia review berubah jadi diskusi, dari kita diskusi berubah jadi adu debat, dan dari kita debat jadi marahan eh gak ding itu mah orang pacaran hehe… yang bener dari perdebatan itu kita capai kesepakatan bahwa ada beberapa hal dari naskah2 tersebut yang harus saya koreksi, ya sudah langsung saya koreksi saat itu juga.

Dan guess what, dari sekian puluh naskah yang masuk ke Panitia, ternyata salah satu naskah saya dinyatakan sebagai pemenang, dan untuk itu saya berhak mendapatkan uang pembinaan (haha bahasanya KNPI banget!), sebesar 1 juta rupiah, sebuah jumlah yang sangat2 lumayan saat itu, plus saya mendapatkan kesempatan untuk ikut workshop selama 2 hari dan mendapatkan sertifikat dari Ford Foundation.

Well dari sanalah karir tulis menulis saya berawal, dan sampe dengan saat ini, hampir sepuluh tahun kemudian, itu adalah satu2nya penghargaan resmi yang saya dapat dari menulis, terima kasih Gondrong hehe…

Sejak itu saya dekat dengan si Gondrong ini, tapi bisa dibilang kita dekat secara professional, tidak secara Pribadi. Saya selalu dilibatkan dalam proyek2 nya, tapi saya Pribadi tidak pernah mengenal terlalu dekat sosok si Gondrong ini, ada kesan segan dalam diri saya untuk mengenalnya secara Pribadi.

Saya sering diajaknya untuk ikutan siaran di acara musiknya yang kadang saya gak ngerti blas!, dan saya Cuma berkata

“ya itulah sebuah komposisi apik dari si Fulan bin Hindun, bagus banget ya kanca muda, coba tadi dengarkan deh itu pergantian iramanya dan letupan emosi dari perkusinya…” krik.. krik.. krik…

padahal terus terang saya gak mudeng blas haha.. sori ya Gondrong but I try my best in your show.

Kemudian dia juga mengajak saya terlibat dalam beberapa project pribadinya, dan dasar emang si Gondrong ini agak nyeleneh, nama acaranya juga gak ada yang waras! Ada yang namanya Amazing Gray (Cuma dia sendiri ama Tuhan kali yang tau apa arti dan maknanya), Pernah juga dia mengadakan konser bernama Teror Mata Sapi, saya saat itu ngegodain dengan bilang “udah gak musim lagi ah plesetan!” dia cuman bilang “biarin wek..”  hehe…

Project terakhir yang saya kerjakan bersama dia sebelum saya pergi dari Geronimo adalah saya diajak menjadi salah satu host dan councellor untuk salah satu program studi S2 di Universitas Gadjah Mada. Bayangkan, saya yang hanya lulusan S1 tapi diajakin buat ngurusin anak S2, tadinya saya bilang gak mau, tapi karena kepercayaan yang diberikannya membuat saya yakin, dan ternyata ya lancar-lancar aja, thanks my friend for giving me that much! I really appreciate that.

Dan itulah saat terakhir saya kerja bareng si Gondrong, manusia idealis, manusia kreatif, manusia nyentrik yang bajunya Cuma ada satu warna, yang selalu terlihat asik sendiri dengan laptop IBM andalannya dan tas nya yang beratnya gak karu2an, saya pernah bercanda dengan si Gondrong soal tas ini, saya bilang ke dia

“masih ikut wamil ya? Kok kemana2 bawa batu bata?” haha… dan dia cuma tertawa lebar

Jumat pagi saya mendapat SMS dari banyak kawan di Jokja, mengabarkan kepergian si Gondrong, saya terkejut dan shock, karena saya tidak pernah mendengarnya sakit, saya baru tahu belakangan kalau dia sudah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit. Cepat sekali kau dipanggil kawan, tapi menurut guru ngaji saya Jum’at adalah hari yang baik untuk dipanggil menghadap Nya, semoga kau juga tenang menghadap Big Boss kita disana.

Oh ya, buat kalian yang masih bertanya siapa nama teman Gondrong saya itu, well apalah artinya sebuah nama? Oke.. oke… kalau kalian masih memaksa juga. Teman saya yang hebat itu, teman saya yang nyentrik itu, teman saya yang sepertinya sudah full circle dalam perjalanan hidupnya itu bernama Sapto Raharjo…

posted by rasyefki in Life and have Comment (1)

GUE BANGET!!

firststep.jpg

Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat.

Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. “Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru,” katanya tak lama setelah bergabung. “Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir.” Tapi apa yang kemudian terjadi?, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. 

Sang CEO pusing terhadap pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules.

Penemuannya adalah sebagai berikut:

Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. “Orang meninggalkan manajer, bukan perusahaan,” tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules.

“Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus – dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer.” Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.

Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit.

Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti : dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yangdiperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.

Seorang pakar manajemen mengatakan, “Jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu.” Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda : dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti – biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: “Kamu tidak penting. Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu.”

Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan.

Dari Buku Haris Priyatna berjudul Azim Premji, “Bill Gates” Muslim dari India (terbitan Mizania 2007)

posted by rasyefki in Life and have Comments (3)