Ada Malaysia di Belakang Teror

 

Saya ingin menulis tentang teror bom di Indonesia, kalau kalian udah bosen dengan hal ini silahkan di skip aja, tapi buat yang masih tertarik silahkan diterusin bacanya. Karena nanti kalian akan menemukan hal-hal yang selama ini tidak pernah terpikirkan oleh kalian.

Sejak awal tragedi terror bom di Indonesia, kita selalu terpaku kepada siapa pelaku dan apa motifnya. Mengenai pelaku mungkin saat ini sudah terang, mulai dari pelaksana seperti Amrozi, Imam Samudra dkk, sampai dengan otak pelaku seperti Noordin M Top dan Azahari.

Tapi yang tidak pernah diperhatikan dan sampai sekarang masih belum jelas adalah motif dari pemboman tersebut. Bila sudah ada peristiwa seperti ini maka pertanyaan yang relevan bukan lagi siapa, tapi MENGAPA?, MENGAPA INDONESIA?, Siapa yang paling diuntungkan dengan adanya peristiwa ini?

Setelah saya coba membaca banyak sumber dan bahan maka, semua nya terarah kepada Malaysia. Ya Negara tetangga kita yang sudah sejak lama jadi musuh dalam selimut dengan berbagai keusilan dan keisengannya, adalah tersangka kuat dibelakang semua kasus pengeboman di Tanah air ini.

Kenapa saya berani berasumsi seperti itu? mari kita lihat beberapa fakta dan alasan yang melatar belakangi asumsi saya ini.

Sudah jelas tentu bagi kita, bahwa otak dibelakang semua teror ini adalah Noordin M Top dan Azahari, yang kedua-duanya adalah warga negara malaysia. Lalu pertanyaannya kenapa mereka tidak melakukan pengeboman di Malaysia saja kalau alasannya adalah ingin melenyapkan Amerika dan kaum kafir di muka bumi? Di Malaysia ada pusat perjudian Genting highlands, di malaysia banyak turis asing sejak mereka gencar berpromosi dengan Truly Asia nya (yang ternyata isinya maling semua itu). Oh ya, dan jangan lupakan juga satu hal, semua yang dijadikan sasaran oleh teroris tersebut, mulai dari Hotel JW Marriott, Hotel Ritz Carlton dan Kedutaan Amerika serta Australia, semuanya juga memiliki cabang di Malaysia! 

lalu kenapa yang di Bom Indonesia bukan Malaysia? sudah jelas, jawabannya, karena pelakunya adalah Malaysia. Alasan yang mencuat di pengadilan dari para pelaku yang tertangkap yang mengatakan untuk memerangi kaum kafir sepertinya hanya akal2an dari Noordin dan Azahari saja, sayang sampai sekarang Noordin belum tertangkap dan Azahari udah keburu mampus sebelum di interogasi.

Lalu pertanyaan selanjutnya adalah apa untungnya Malaysia melakukan aksi teror di Indonesia? Nah, hal ini yang sebenarnya banyak dilewatkan oleh banyak orang, sebenarnya dari semula ketika pengeboman di Bali di lakukan seharusnya kita sudah bisa menarik kesimpulan, begitu juga dengan pengeboman di Kedutaan Australia.

Bali dipilih, karena itulah salah satu lokasi wisata yang paling terkenal di Dunia, setiap tahunnya kunjungan turis asing ke Bali bisa mengalahkan kunjungan turis asing ke Malaysia. Merasa tidak mampu menandinginya, maka Malaysia diduga berada di belakang pengeboman tersebut, dan hasilnya? jumlah turis ke Bali menjadi sepi dan hampir semuanya berpindah ke Malaysia, yang pada saat berikutnya kemudian gencar berpromosi dengan tagline Malaysia Truly Asia nya. Hal yang sama yang mendasari keinginan Malaysia untuk merebut sipadan dan Ligitan dari Indonesia, tahukah kalian semua kalau Sipadan dan Ligitan ini dimaksudkan oleh Malaysia untuk menandingi Bali? jika kalian tidak percaya silahkan buka website tourism Malaysia, dan lihatlah betapa Malaysia dengan tidak tahu malunya mendaftarkan Pulau Sipadan sebagai nominasi untuk salah satu keajaiban dunia bertanding dengan Pulau Komodo dari Indonesia.

Lalu kenapa kedutaan Australia? bila memang mereka menganggap bahwa Amerika sebagai biang kekafiran dan harus diperangi, mengapa bukan kedutaan Amerika yang di Bom? dan mengapa yang di Bom justru kedutaan Australia yang di Indonesia, bukan yang di Malaysia? pertanyaan yang bagus. jawabannya adalah, kita harus melihat kembali hubungan pasang surut antara Indonesia dan Australia. Bukan rahasia lagi bila selama ini hubungan antara Indonesia dan Australia bisa dibilang tidak terlalu mesra-mesra amat, kadang sering terjadi konflik antara kedua negara. Tapi sebaliknya kunjungan wisatawan asing ke Indonesia terutama ke Bali justru sangat banyak yang berasal dari Australia. terbukti dengan korban Bom Bali terbanyak adalah warga Australia, dengan mengebom keduataan Australia di Indonesia, Malaysia mengharapkan akan terjadi konflik terbuka antara Indonesia dengan Australia, dan disaat yang bersamaan, Malaysia berharap bisa menangguk wisatawan dari Australia dengan asumsi negara Australia akan mengeluarkan Travel warning ke Indonesia dan mengalihkan wisatanya ke Indonesia (suatu hal yang kemudian benar2 terjadi).

Dan silahkan kalian cek lagi dari jumlah korban yang berjatuhan akibat teror bom di Indonesia, maka kalian tidak akan menemukan satu orangpun warga negara Malaysia yang menjadi korban, mengherankan bukan?

Oh ya ada satu fakta yang baru saja saya ketahui, tentunya kalian sudah mafhum bahwa selama ini semua kegiatan terror di Indonesia selalu dikaitkan dengan sebuah pesantren asal Solo, dimana banyak para pelakunya yang jebolan santri disana. Dan Pimpinannya Abu Bakar Baasyir yang sempat diajukan ke pengadilan, ternyata pada tahun 1982 pernah melarikan diri ke Malaysia dan menetap disana untuk beberapa lama. dan sampai dengan tahun 1999 dia aktif di sana bersama dengan Hambali (terorist yang kabarnya kini meringkuk di penjara AS). lalu kenapa tidak pernah ada aksi teror di malaysia seperti halnya di Indonesia? padahal kuartet yang dituduh teroris kelas kakap (Abu Bakar, Hambali, Noordin, Azahari) itu pernah pada saat yang sama berada di sebuah negara.

Semua hal yang diatas adalah kejadian yang sudah lampau, sudah lebih dari lima tahun yang lalu, dan bagaimana dengan pengeboman yang baru terjadi kemarin? saya masih menduga kuat pengeboman tersebut juga didalangi oleh Malaysia melalui orang suruhannya si Noordin keparat itu. kenapa saya bisa sampai bisa menduga seperti itu? jawabannya sederhana karena motif ekonomi yang mendasarinya.

Gak Ngerti? begini, sejak Dunia dilanda resesi global, maka kita lihat bahwa satu persatu negara di dunia ini keadaan perekonomiannya ambruk. Yang selamat di Asia hanya 3 negara, Indonesia, China dan India. lalu dimana Malaysia? Malaysia jeblok dengan pertumbuhan ekonomi yang minus 6%!.

Produk andalan mereka seperti Kelapa sawit dan karet harganya hancur2an di pasar dunia, mau gak mau mereka harus mencari sumber baru untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka? dan sumber baru itu bernama Ambalat. 

Sudah bukan rahasia lagi bahwa blok lepas pantai ambalat menyimpan banyak cadangan minyak bumi yang konon kabarnya nilainya bisa untuk melunasi hutang luar negeri Indonesia. nah berhubung Ambalat ini secara garis teritorial berada di Indonesia, maka mau gak mau malaysia mencoba memainkan jurus lamanya ketika berhasil merebut sipadan dan Ligitan dulu, yaitu dengan mencoba melakukan provokasi kepada Indonesia.

Apa yang sebenarnya diharapkan dari Malaysia dari provokasi tersebut? mengapa mereka melakukan provokasi tapi kemudian menolak untuk berperang, padahal persenjataan mereka jauh lebih lengkap dan modern dari Indonesia? nah disinilah letak kelicikan mereka. Seperti halnya Sipadan dan Ligitan dulu, Malaysia mencoba memprovokasi dengan harapan Indonesia akan merespon dan melakukan penyerangan terlebih dahulu, kalau sudah demikian dan terjadi perang terbuka, maka Malaysia akan mengadukannya kepada Mahkamah Internasional untuk menengahinya. dan kalau sudah sampai di Mahkamah Internasional, bisa-bisa Indonesia lagi-lagi kalah lobby seperti dahulu. Untung nya Indonesia tidak terpancing, dan tetap menganggap bahwa Ambalat sebagai bagian dari NKRI dan tidak membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional. Karena dengan membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional maka akan menjadi blunder bagi Indonesia, dan sama saja artinya bahwa Indonesia juga tidak yakin dengan status Ambalat saat ini.

Lalu hubungannya dengan Bom Ritz Marriott kemarin? sabar bencong! begini penjelasannya. Dengan gagalnya Malaysia memprovokasi Indonesia di Ambalat maka kemudian Malaysia mencoba mencari jalan lain, dan jalan itu adalah dengan kembali ke cara lama yaitu terror. malaysia menunggu saat dan waktu yang tepat untuk melakukannya. 

Disaat Indonesia baru selesai menghadapi Pemilu dengan kisruh DPT nya, dan Indonesia bersiap untuk bersolek menyambut MU, ditambah lagi kepercayaan dunia Internasional yang sedang tinggi2 nya (sadar gak kalian kalau kemaren2 banyak banget konferensi berskala internasional yang dilakukan di Indonesia?), nah Malaysia mencoba mencuri di saat kita lengah.

Dengan harapan bahwa pengeboman bisa terjadi karena alasan orang yang tidak puas dengan Pemilu, maka mereka kembali melakukan kekejiannya dengan melakukan pengeboman. Hal yang menarik dari pengeboman ini adalah waktunya, mengapa mereka lakukan di tanggal 17 Juli? bila memang ingin menarik perhatian dunia internasional mengapa tidak di lakukan di tanggal 19 atau 20 ketika MU sudah berada di hotel tersebut toh mereka sudah berada didalam hotel? mengapa mereka melakukannya di saat yang masih terhitung pagi sekali (belum pukul 8), bila memang mereka mengincar banyak korban mengapa tidak dilakukan saat lebih agak siang dimana keadaan lobby dan restoran pasti sangat ramai (apalagi hari itu hari Jum’at). Jawabannya adalah karena yang mereka incar adalah kegiatan CEO Breakfast meeting yang berlangsung saat itu. Coba perhatikan, bahwa meeting itu adalah pertemuan rutin yang diselenggarakan dengan dihadiri oleh para petinggi perusahaan TAMBANG yang ada di Indonesia. Itulah yang mereka incar, harapannya? tentu ingin memberikan image kepada mereka bahwa Indonesia bukan tempat yang aman untuk berinvestasi, dengan harapan juga pengerjaan blok Ambalat yang notabene adalah pertambangan, akan jatuh ke tangan mereka.

Bila kalian tidak percaya coba perhatikan beberapa nama-nama korban dibawah ini yang saat itu hadir di CEO Meeting beserta dengan jabatan dan perusahaan mereka berasal:

Kevin S Moore, Presiden Direktur Husky, perusahaan multinasional yang bergerak di bidang energi papan atas dunia. Berpusat di Kanada, Husky merupakan salah satu perusahaan energi besar dunia.

Gary Ford, Presiden Direktur Anadarko Indonesia Company. Anadarko Petroleum Corporation adalah salah satu produsen minyak dan das terbesar di dunia. Salah satu operasinya di Indonesia.

Garth McEvoy, Dia adalah Presiden Direktur Thiess Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan asal Australia. McEvoy adalah mantan pengacara yang aktif sebagai anggota Jakarta Golf Community.

Peter Van Wessel, Warga negara Belanda ini merupakan presiden Direktur Oil Tanking Ltd, sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang layanan penampungan minyak dan bahan tambang lainnya.

James Castle, Chairman dan pendiri Castle Asia, perusahaan konsultan bisnis yang didirikan di Jakarta pada 1980. Di dunia bisnis, Castle adalah tukang lobi terkemuka bagi perusahaan asing yang ingin investasi di Indonesia.

Noke Kiroyan, Mantan CEO PT Newmont Pacific Nusantara dan Presiden Direktur PT Rio Tinto Indonesia. Sekarang, Noke menjabat sebagai Managing Partner PT Komunikasi Kinerja, perusahaan konsultan dengan klien perusahaan multinasional.

Adrianto Machribie, Mantan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia pada 1996 -2006. Sekarang, dia masih menjabat Presiden Direktur Atlantic Copper, anak usaha Freeport-McMoran Copper and Gold. Dia juga Penasehat Senior Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.

Dave Potter, Warga negara Amerika Serikat ini adalah Direktur PT Freeport Indonesia, perusahaan emas besar dunia asal Amerika Serikat. Salah satu tambangnya beroperasi di Papua, Indonesia.

Timothy Mackay, CEO PT Holcim Indonesia, salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia. Holcim merupakan raksasa semen dunia asal Swiss yang memiliki pabrik di berbagai negara.

Jadi sudah jelas kini dengan siapa kita berhadapan, saya menulikan ini bukan bermaksud untuk menghasut atau apapun, saya hanya mencoba menjalinkan semua fakta dan peristiwa yang ada kedalam suatu gambaran yang sebenarnya bisa menuntun kita. Apakah benar Malaysia yang berada di balik semua ini? tugas aparat Indonesialah yang lebih berwenang untuk itu. Sementara kita sebagai warga negara yang masih mencintai tanah air kita, mari kita serukan untuk boikot semua produk Malaysia. 

Dengan semua hal yang sudah merek lakukan, mulai dari menyiksa TKI, mencuri kebudayaan kita dan diaku2 sebagai kebudayaan mereka, lalu mencuri pulau-pulau kita, memprovokasi, maka saya secara pribadi bersumpah tidak akan pernah mau ke Malaysia. Saya tidak akan mau memberikan dollar saya kepada negara busuk itu.

Semoga kebenaran cepat terungkap, HIDUP INDONESIA!!! 


Kabar Singkat dari Orang Panik

Saya sempatkan nulis ini di sela perjalanan saya dari Yogyakarta menuju ke Semarang, lumayan 3 jam daripada buat tidur mending ngupdate blog yang udah lama gak kesentuh ini. sebenarnya sih banyak banget kemaren2 yang pengen saya tulis, mulai dari masalah Manohara, Prita, debat capres, pilpres dan lainnya, tapi ya itu tadi, gak ada yang sempet.

Saat-saat sekarang ini nulis dan ngeblog merupakan sesuatu yang sangat mewah bagi saya, himpitan pekerjaan di kantor baru yang menggunung, dan of course ditambah rencana pernikahan dalam waktu dekat membuat saya akhirnya merasa panik. 

Panik?! Yup! Saya bukan orang yang gampang panik, bahkan dalam level tekanan tinggi pun saya masih bisa santai, tapi kalau sekarang ini sepertinya saya sudah masuk ke tahap panik. Panik Gila edan lebih tepatnya!

Gimana gak, pernikahan saya tinggal 3 minggu lagi, sementara desain undangan sampai dengan tulisan ini saya ketik masih belum clear, belum nyetak dan ngebagiinnya. hal-hal kecil tetek bengek seperti seserahan, mas kawin, cincin kawin, gift buat orang tua dan seragam panitia sampai sekarang masih belum kepikiran kayak apa bentuknya. Nanti suatu saat kalau kalian akan menikah dan dihadapkan pada keadaan seperti saya ini saya yakin kalian akan make celana dalem di muka!.

Di sisi pekerjaan, saat ini adalah hal yang paling gila, kegiatan marketing sedang gencar-gencarnya, dan semuanya membutuhkan handling satu persatu yang gak bisa ditinggalin begitu aja, pernah nyoba ninggalin tapi jadinya malah amburadul. Sekarang aja ada 5 report dalam bentuk powerpoint yang harus diselesaikan sebelum hari jum’at ini (saat ini hari selasa), belum lagi urusan MU yang mau datang ke Indonesia, dimana saya sudah positif gagal nonton MU, bukan.. bukan karena saya kena flu babi, tapi karena emang waktunya tidak memungkinkan. di tanggal yang sama saya dan keluarga saya harus berhadapan dengan calon istri saya dan keluarganya dalam acara yang disebut lamaran.. oh my god, maafkan aku Rooney dan van der saar, aku tau kalian akan bermain setengah hati bila aku tidak nonton, tapi tentunya adalah hal yang paling idiot kalau kalian kalah sama Indonesian all star. (tapi bisa jadi juga ding kalo pemain MU pada keracunan rendang padang!)

Oh ya, sebenernya ada satu hal yang kayaknya kecil padahal sih gak, yang bikin saya makin panik. itu adalah yang disebut dengan nazar. Bukan burung Nazar bukan juga Nazaruddin yang nikah siri (itu mah Nasrudin ya?). Nazar ini adalah semacam janji pada diri sendiri dan Tuhan untuk menepatinya bila terjadi kondisi2 tertentu (halah pake dijelasin pula!)

Jadi dari dulu saya sudah bernazar, kalau saya menikah nanti, maka saya akan main piano dan menyanyikan lagu buat istri saya di acara resepsinya nanti. nah untuk urusan ini, si Piano sudah di sewa dan sudah fix, lagu yang akan dimainkan sudah dipilih dan dihapal masalahnya adalah… bahkan sampai detik ini saya gak tau kunci C di piano itu yang bentuknya kayak apa! oh Tuhan selamatkan lah hambamu ini. Sempet kepikiran untuk cheat dengan fingersync (kan kalo nyanyi pura2 namanya lipsync, kalo piano ya fingersync), tapi bagaimana mungkin, kalau grand piano kan akustik jadi kalo kita pura2 pencet ya tetep aja dia bunyi, lain cerita kalo pake keyboard yang tinggal dicabut colokannya, duh! i really need Yovie Widianto so bad recently!

 


Sepertinya Saya Mau Menikah Saja

 nikah_1.jpg

Saat ini, jam 2 pagi saya sedang sendirian di kamar saya di sebuah Hotel di Tegal. Setelah semua kerjaaan selesai (hmmm… gak semuanya sih, tapi ya adalah beberapa), saya mulai mencoba merenung.

saya coba mereview lagi hidup saya, kalau sudah sendiri dan sepi begini memang suka membawa kita pada hal-hal yang kadang gak pernah kita pikirkan sebelumnya.

 

Saya adalah orang yang selalu merencanakan sesuatu, dan saya akan merasa kecewa bila apa yang saya rencanakan ternyata tidak berjalan sesuai dengan apa yang saya harapkan.

 

Alhamdulilah bukan sombong bukan takabur, jarang sekali saya menemui sesuatu meleset dari perkiraan saya. Tapi justru hal-hal yang jarang itu merupakan hal yang sangat krusial dalam hidup saya.

salah satunya adalah berumah tangga.

 

Dulu sewaktu saya masih ingusan, karena terpengaruh plang KB yang dipasang dimana-mana saya bercita-cita untuk menikah di umur 25 tahun. Tapi ternyata tidak terjadi, umur segitu waktu itu saya belum apa-apa. jangankan untuk menikah dan hidup berdua, untuk membiayai hidup saya sendiri saja waktu itu saya kesusahan.

 

Setelah itu saya kemudian mencanangkan untuk menikah sebelum usia saya 30 tahun. karena menurut pengamatan saya waktu itu, seorang laki-laki bila sudah melewati usia 30 tahun maka akan semakin enggan untuk menikah, entah kenapa tapi banyak yang seperti itu.

 

sekitar dua tahun kemudian saya mencanangkan untuk menikah pada tanggal 8 bulan 8 tahun 2008. dan tentunya hal ini gak kesampaian lagi. Saat itu bisa dibilang saya dua kali dalam keadaan nyaris menikah, tapi karena emang dasarnya belum jodoh lagi-lagi saya harus kubur dalam-dalam impian menikah di tanggal tersebut.

 

Tak terasa kemudian waktu terus berjalan, dan akhirnya terpaksa saya harus melanggar janji saya sendiri, ya saya sekarang sudah 30 tahun, berarti keinginan untuk menikah sebelum berusia 30 kembali gagal.

 

Tahun ini, saya gak mau gagal lagi, saya gak mau melanggar janji saya lagi. Saya juga kasihan dengan anak saya nanti, saya gak mau disaat mereka masih kecil-kecil sementara saya sudah tua bangka dan sakit-sakitan.

 

Di awal tahun 2009 kemarin saya merencanakan untuk menikah pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2009 (lagi-lagi terjebak angka cantik hehe…).

 

Belakangan saya baru tau kalo ternyata tanggal segitu adalah bulan puasa, tadinya saya tetep nekad dan mau tetep stick to the plan untuk menikah di tanggal tersebut, tapi setelah saya pikir2 pastinya agak kurang afdhol untuk menikah di bulan puasa, bakalan banyak hal-hal yang menjadi ganjil, misalnya tamu-tamu dan teman saya jadi pada gak makan (hal yang sangat aneh), dan pastinya akan menghalangi untuk melakukan “pertempuran” sesegera mungkin sesudah ijab kabul hehe…

 

Well gak habis akal, saya mencoba untuk kemudian berkompromi, tetap mencari tanggal yang cantik di tahun ini, tapi juga tidak melewati bulan puasa. dan akhirnya pilihan saya kemudian jatuh kepada sebuah tanggal yang menurut saya cukup unik.

 

07-08-09

yup, 7 Agustus 2009. dengan angka yang semakin meningkat tentunya doa saya kehidupan dan keluarga saya akan terus meningkat nantinya (aminnn…)

Dan asyiknya lagi, ternyata tanggal segitu adalah hari Jum’at, hari yang sangat baik bagi umat Islam. tentunya di hari itu saya hanya akan melakukan akad nikah saja, sedangkan resepsinya saya mau adakan keesokannya di hari sabtu.

 

Masalahnya sekarang adalah, bila memang jadi tanggal segitu, maka itu artinya waktu saya tersisa hanya tinggal kurang dari 2 bulan lagi. terus terang saat ini saya gak punya tabungan, apalagi tau sendiri kalau biaya menikah sekarang ini tidak sedikit. dan bukan hanya biaya menikah, biaya-biaya pasca menikah justru terlihat jauh lebih mengerikan mulai dari mengontrak rumah, membeli perabotan, membeli peralatan rumah tangga mulai dari yang gede-gede kayak lemari dan tempat tidur sampe dengan yang remeh-remeh tapi penting kayak pering gelas dan sendok!

 

Well, apapun itu, saat ini saya coba untuk meluruskan niat saya, kata orang-orang kalau kita mau menikah itu memang ada saja cobaannya, tapi kalau kita sudah lurus niatnya maka akan selalu ada jalannya. semoga Allah menunjukkan keajaiban nya di hidup saya untuk hal ini. Saya sendiri belum kepikiran gimana caranya dan gimana jalannya (sementara waktunya tinggal 2 bulan lagi, oh my goat!), tapi semoga ada “invicible hands” yang membantu jalan saya selama dua bulan kedepan. Aminn..

 

Doakan saya ya teman-teman…

 

 

 

 


Saya dan Yogya

tugu-yogya.jpg 

Sesuai dengan judulnya, kali ini saya mau nulis tentang hubungan gila bin geblek antara saya dengan sebuah kota yang bernama Yogyakarta.

Pertama kali saya datang ke kota ini sekitar pertengahan tahun 1997, gak kerasa udah lama juga ya, udah lebih dari 10 tahun, bendungan! (dam=dem hehe maksa..) Cepet bener waktu berlalu. Saat itu saya pertama datang jauh dari Lampung sana dengan tujuan mau kuliah (maklum orang pinter jadi lulus UMPTN hehe).

Sebelum tahun 1997 itu saya belum pernah ke Yogya, dan you know what sodara-sodara, saat itu saya datang ke jokja sendirian, bawa koper satu, ransel satu dan modal sedikit uang sama secarik kertas alamat sodara. Alhamdulilah waktu itu saya nyasar sampe ke Solo dan baru nyampe jokja dini harinya haha…

Nah setelah itu saya mulai kuliah, lulus dan sempat kerja di salah dua Radio di jokja selama kurang lebih 3 tahun.

Saat itu sekitar tahun 2004, dan saya mulai berpikir kalau saya harus pergi dari Jokja, saya mau melakukan sesuatu yang lebih besar dan menantang, saya pengen kerja di Jakarta. Kesempatan itu datang waktu itu dan saya mulai kerja di salah satu stasiun TV yang terkenal (terkenal dengan gajinya yang kecil haha..).

Dan ternyata, saya di Jakarta ternyata cuma setahun lebih dikit, selama setahun itu saya kerja di 3 perusahaan yang berbeda (4 malah kalo di gabungin ama freelancenya), dan ketika pindah ke perusahaan yang ke empat pada tanggal 4 Juli 2005, mereka menempatkan saya dimana? yes! Jokjakarta… asem tenan!

Selanjutnya saya kembali ke Jokja dan mulai kerja, perjalanan hidup ternyata membawa saya untuk bekerja di jokja sampe kurang lebih 3 tahun. Karena ketika memasuki tahun 2008 saya di promosikan untuk pindah ke Bandung.

Nah… di Bandung ini, saya gak sampe setahun, karena seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya saya mendapat tawaran dari perusahaan lain untuk gabung dengan mereka.

Jadi ceritanya, ketika mereka menawarkan ke saya:

Mbak Yang Nanya (MYN) : “Mas mau gak gabung dengan kita, sekarang kita ada posisi yang mungkin pas dengan mas.”

Saya : “oh ya, sebagai apa mbak?”

MYN : “Ini ada posisi sebagai x (sengaja disamarkan, ntar dikira sombong hehe)”

Saya : oh gitu, dimana mbak?”

MYN : “ini kebetulan yang kosong ada di 3 wilayah mas, Di Sumatera bagian utara, di Kalimantan dan di Sulawesi, silahkan mas nya pilih kira-kira mau dimana?”

Sampai disini saya kemudian berpikir. Kalo di Sulawesi or Kalimantan kayaknya gak lah yaw, selain saya belum pernah hidup disana (kalo sekedar mampir dan jalan-jalan sih pernah), saya juga gak tau bagaimana mengimplementasikan kerjaan saya disana coz saya gak kenal karakter wilayah dan orang-orangnya.

Kalo Sumatera Bagian Utara nah ini menarik, karena saya dulu pernah 3 tahun sewaktu SD di sana tepatnya di Pematang Siantar. Lagian Sumatera Utara dekat dengan Sumatera Barat, Kampung Ibu saya dan tempat masa kecil saya saya habiskan.

selanjutnya dengan mantapnya saya jawab:

Saya : “kalo gitu saya pilih Sumatera Utara deh mbak”

MYN : “Oke deh mas kalo gitu, nanti kita bakal kontak lagi mas nya ya, untuk atur pertemuan dengan Pak X”

Seminggu kemudian, saya kemudian bertemu dengan calon atasan saya untuk interview dan ngobrol-ngobrol. Nah, dari pertemuan itulah kemudian, menjadi jelas akan dimana saya ditempatkan.

Ternyata tanpa dinyana tanpa diduga saya dipercaya untuk pegang wilayah Jawa bagian Tengah, dan guess where is the Head Office is? Yup! YOGYAKARTA! haha… so here I am Now. Can’t u believe it?

Saya juga kurang tau dan kurang ngerti kenapa bisa kayak gitu, saya juga gak tau apa utang saya dengan kota ini kok saya selalu dipulangkan kesini. Yah apapun itu, saya cuma anggap sebagai kebetulan saja kalupun sudah dua kali terjadi ya anggap saja kebetulan yang berulang hehe…


Its Time to Move on…

picjob.jpg 

Halo lagi readers…

Nah kali ini saya mau cerita babak baru dalam hidup saya, well tepatnya sih kehidupan karir saya.

Mungkin ada beberapa dari kalian yang tau saya sebelumnya kerja dimana, ya katakan saja perusahaan X (padahal tinggal nambahn satu huruf lagi ketahuan deh namanya haha…). saya sudah hampir 4 tahun disana, itulah perusahaan yang paling lama saya bekerja didalamnya.

Sekitar sebulan yang lalu saya dapat tawaran dari perusahaan lain untuk bekerja dengan mereka, tadinya saya tidak anggap serius tawaran itu, coz bukan sombong dan takabur tapi sebelum2nya saya juga pernah dapat tawaran tapi saya gak gubris coz saya benar2 sedang merasa enjoy membangun karir di perusahaan saya yang lama.

Malamnya dari saya dapat penawaran itu, mulailah saya berpikir dan mereview kembali tentang apa yang sudah saya lakukan dan saya dapatkan dari perusahaan yang lama itu. Udah banyak banget saya dapatkan disana (tentunya selain gaji ya, itu sih emang kewajiban perusahaan bayar saya hehe). Dari berbagai macam ilmu dan pengetahuan baru, pengalaman yang mematangkan dan terutama teman2 sekantor (ada yang lucu, yang baik, yang cakep, walau gak sedikit juga yang jelek dan menyebalkan hehe…).

Tapi ketika saya berpikir lebih jauh dan dalam lagi (gw kok malah kayak Romy Rafael ya?), saya mulai tau bahwa ternyata secara gak sadar saya sudah berada di Comfort Zone, segala sesuatunya berjalan begitu-begitu saja, semua pekerjaan sudah teratur seperti auto pilot, tidak ada lagi tantangan-tantangan yang berarti, dus tidak ada lagi lonjakan2 euphoria ketika menghadapi satu masalah dan berhasil melaluinya. Tidak ada kekecewaan ketika apa yang kita usahakan ternyata tidak sesuai harapan, semuanya berjalan terlalu biasa-biasa saja.

Dari situlah kemudian saya berpikir, betapa akan sia-sianya sisa umur saya ini kalau kehidupan saya flat begini. Saya masih muda, saya butuh tantangan untuk memperkaya diri saya, selain itu saya juga rindu dengan saat-saat ketika menghadapi sebuah tantangan dari perusahaan dan mampu melewatinya. Saya kangen dengan euphoria yang timbul ketika ada lonjakan kesuksesan akan sebuah perencanaan, I miss all of those moments dan itu kayaknya gak bakal mungkin saya dapat dari perusahaan saya sebelumnya karena seperti yang sudah saya sampaikan diatas.

Esok paginya saya bangun dan menelpon kembali perusahaan yang mengajukan tawaran kemarin, entah kenapa baru di titik itu saja saya udah merasakan ada lonjakan semangat. Proses selanjutnya ya sudah bisa di tebak, memutuskan untuk pindah. Dan yang lucunya adalah perusahaan saya sekarang adalah competitor dari perusahaan yang lama, so mau gak mau yang dulu menjadi kawan kini berubah menjadi lawan (in professional ways ya bukan as a friends). Dan ternyata itulah tantangan yang saya dapatkan dan saya cari, bagaimana caranya mulai mencoba mengalahkan apa-apa yang dulu saya bangun, bagaimana menghancurkan apa-apa yang dulu saya rencanakan di perusahaan yang lama, karena dalam dunia professional kita hanya mengenal satu asas yaitu “membela yang bayar!” haha…

1 Comment more...

Life Begin at 30

Wah udah lama bener ini blog gak kesentuh. Maklum teman2, beberapa minggu terakhir ini saya sibuk berat, sibuk apa? nanti kita bahas di tulisan selanjutnya yah hehe…

Saya mau ngucapin banyak terimakasih buat yang kemaren udah ngucapin selamat ultah buat saya. Ada sesuatu yang unik dalam hal ucap mengucapkan met ultah kali ini, kalo dulu jaman kuliah saya banyak dapet ucapan ultah berupa kartu (maklum mantan playboy kampus cap gayung hehe), trus maju lagi ke jaman HP saya banyak dapet ucapan via SMS/telpon. Nah kemaren ini, karena kayaknya lagi booming facebook so wall saya banjir dengan ucapan selamat ultah. Saking banjirnya sampe kerepotan sendiri ngebalesinnya satu-satu, maaf banget ya buat yang gak kebales.

Masih ngomongin soal ulang tahun, kali ini gak banyak hadiah (dalam bentuk benda) yang saya dapet, at least gak sebanyak tahun lalu. Mungkin berkaitan dengan status kali ya, kalo tahun lalu saya masih milik rame2, alias gak punya pacar. Banyak sih yang deket, tapi itu pacar orang semua haha…

Well gak papa, hadiah dalam bentuk benda mungkin sedikit, tapi hadiah dalam bentuk cinta banyaaaakkkk banget dan gede bangeeetttt!! hehe.. Saya terus terang terharu sendiri ngeliat pacar saya (suittt… suit… punya pacar juga akhirnya) gimana usahanya untuk menyenangkan saya dan ngebuat saya merasa jadi raja sehari di hari ulang tahun saya. Terus terang saya baru kali itu ngeliat ada orang nangis karena kecewa rencana surprise gift nya gagal… duh I love you… kalo mau baca cerita lengkapnya baca di blog dia di sini ya)

Life begin at 30, walau berkurang jatah hidup saya di dunia, but show must go on. Entah kenapa setelah saya mereview hidup saya di usia yang kelipatan 10 (10, 20, 30) baru kali ini saya ngerasa begitu bersemangat dan merasa bahwa memang hidup itu sewajarnya dimulai pada usia 30. Karena umur 10 tahun kita masih terlalu kecil, umur 20 tahun kita masih kuliah, baru umur 30 inilah kita bisa merencanakan segala sesuatunya sendiri.

Umur 30 ini jugalah saya banyak buat target untuk diri saya sendiri, semoga semuanya tercapai. Impian terbesar saya adalah nanti ketika saya masuk usia 40 tahun saya sudah pensiun, menikmati hidup, mendidik anak2 saya (maklum pendidikan di Indonesia geblek berat, masak Ujian Nasional aja di contekin guru, setan!), dan bersenang2 keliling dunia dengan istri saya aminnn….

Well sekali lagi terima kasih untuk semuanya, terima kasih untuk segala ucapan dan doa nya. Love u all my friends…

Terakhir ini di bawah ada gambar mug yang lucu sekali, Confucius bilang kalo life begin at 30, karena dia meninggal di usia 29 tahun haha…

confuciusmug_1.jpg 


Do We Still Need an Office??

 in-office-1.jpg


Kantor saya saat ini sedang mencanangkan program “berhemat”, semua pos-pos pengeluaran yang bisa dihemat akan dipotong. Kadang saya suka geli sendiri, karena beberapa kebijakannya sangat-sangat kontroversial. Saya pikir memang kita saat ini perlu berhemat, tapi ya gak gitu2 banget. Walau bagaimanapun juga namanya sebuah perusahaan kan membawa citra, coba kalau ada tamu dari perusahaan lain yang datang dan melihat “kegiatan-kegiatan” berhemat ala kita (saya gak mau ngasih tau apa itu kegiatannya karena sangat-sangat aneh), pastilah tamu tersebut akan berpikir bahwa kantor saya agak-agak “keterlaluan” dalam menterjemahkan kata “hemat”, dan tentunya membawa image buruk.

Dari dulu sebenernya ada hal yang sangat mengusik pikiran saya, dan ini masih sejalan dengan penghematan tadi.  Bisa dikatakan bahwa banyak sekali biaya operasional yang harus di keluarkan untuk mengelola sebuah kantor. Mulai dari biaya listrik, biaya kebersihan, keamanan, dan masih banyak lagi.Nah pertanyaannya adalah, apakah memang kita masih membutuhkan sebuah tempat yang bernama kantor?

Kalau pertanyaan itu diajukan ke saya, maka akan saya jawab “Tidak!”

Kenapa? mari sekarang kita berpikir dan mulai kita urutkan lagi kegiatan kita di kantor dari mulai senin sampai Jum’at, dari mulai jam 8 sampe jam 6 sore. apakah kegiatan kita itu memang membutuhkan sebuah tempat bernama kantor untuk melakukannya? sepertinya tidak. Mau contoh nyata? baik saya akan tuliskan disini kegiatan saya di tempat bernama kantor:

1.       Datang pagi, duduk di ruangan, menyalakan laptop dan memeriksa email-email yang masuk.

2.       Follow up dari email-email yang masuk.

3.       Mengerjakan laporan dan report2 dari kegiatan yang telah dibuat.

4.       Berdiskusi/meeting dengan atasan dan bawahan.

5.       Siangnya makan siang sambil haha hihi ama temen kantor.

6.       Setelah makan siang kegiatan mengulang kembali dari nomor 1-4

7.       Pulang ke rumah.

8.       Kadang-kadang tugas ke luar kota.

Nah itulah yang saya lakukan, 5 hari dalam seminggu, lima minggu dalam sebulan, 12 bulan dalam setahun. so kembali ke pertanyaan semula, apakah saya membutuhkan kantor? sepertinya tidak.Untuk kegiatan nomor 1 -3 sepertinya adalah kegiatan yang bisa saya lakukan dimana saja, bisa di rumah, bisa di warnet, bisa di cafe, bisa dimana saja selama kita selalu tersambung dengan Internet. dan dijaman mobile seperti sekarang, kayaknya bejibun deh operator yang nawarin fasilitas mobile internet.Untuk kegiatan nomor 4, sepertinya diskusi atau meeting jaman sekarang udah gak perlu lagi deh ketemu langsung kecuali kalau benar2 penting dan membahas sebuah detail pemaparan. Meeting atau diskusi bisa di lakukan lewat telephone, video conference, chatting dll. Kalaupun memang memerlukan tempat ya sudah janjian saja ketemu di cafe atau di warung mana gitu.

Lalu apakah semua benar-benar tidak membutuhkan kantor? Tergantung, kalau orang dengan pekerjaan seperti saya dan jutaan orang Marketing, sales dan lainnya sepertinya tidak perlu kantor. kantor hanya dibutuhkan untuk tempat service pelayanan misalnya Bank, customer service, dan sejenisnya. Ya gak lucu aja kalo misalnya kita mau complaint tapi tempat complaintnya pindah2. atau kalau kita nabung di Bank tapi Banknya pindah2.

Kesimpulannya, sepertinya kebutuhan kantor perlu ditinjau ulang.Dengan tidak lagi “berkantor”, coba kalian bayangkan berapa banyak biaya yang bisa dihemat, ketimbang biaya sewa gedung jutaan dan pembayaran listrik lebih baik kita meeting di cafe, cukup dengan memesan kopi panas seharga 10 ribu selesai sudah perkara! Bayangkan juga, dengan tidak “barkantor” berapa juta liter BBM yang bisa dihemat, kemacetan akan reda dengan sendirinya. Bayangkan juga bagaimana kita tidak akan pernah kehilangan Quality time kita bersama keluarga kita dirumah, dan masih banyak imbas baik lainnya.

So… Do we still need an Office??? I don’t think so!


  • Random Quote

    I love Hitler, because I Hate Jews!

  • Copyright © 1996-2010 . All rights reserved.
    iDream theme by Templates Next | Powered by WordPress