Setahun Sudah…

Sebenernya postingan ini sudah di rencanakan dari sebulan yang lalu, tapi baru sempet di posting sekarang.

Tanggal 7 Agustus kemarin saya dan istri saya genap sudah setahun menikah. Syukur Alhamdulillah kami bisa melewatinya dan masih tetap bersama seperti janji kami setahun yang lalu. Memang sih baru setahun, gak ada apa-apanya di bandingin sama engkong-engkong yang udah ngerayain pesta perak atau bahkan pesta emas pernikahan mereka.

Kalau ditanya apa yang beda dari masa sebelum dan sesudah menikah? Dari segi fisik gak ada bedanya ya, kalau dulu sebelum menikah perut saya rata, sekarang perut saya masih rata (rata sama hidung maksudnya haha…). Ya memang berat badan saya bertambah, celana saya udah gak ada yang muat. Saya juga gak tau kenapa, dulu waktu masih bujangan susah sekali rasanya mau ngegemukin badan, sekarang gak usah digemukkin udah kembang sendiri.

Saya dulu mikir yang namanya nikah pasti gak jauh-jauh bedalah sama pacaran, ditambah dengan track record pengalaman pacaran yang sudah mumpuni, maka saya pikir semua akan mudah saja. Ternyata saya salah besar.

Pacaran itu jauh banget kalau dibandingin ama pernikahan. Jadi buat yang udah kelamaan pacaran belum menjamin loh kalau pacar kalian masih akan seperti yang kalian kenal ketika kalian kenal dulu hehe…

Sederhana nya aja kita ambil beberapa contoh:

Kasus 1, orang pacaran yang lagi ribut:

Laki                        : “ah aku gak suka kalau caramu kayak gitu!”

Perempuan        : “aku juga gak suka dengan kelakuanmu!”

Laki                        : “ ya sudah kalau begitu kita break dulu, aku pengen jauh dulu dari kamu”

Perempuan        : “oke, kalau itu mau kamu!”

Nahhh… dalam pernikahan dijamin gak akan ada itu yang namanya break-breakan atau pengen menyendiri atau pengen jauh dulu. Lha gimana mau break kalau malemnya orang yang kita sebelin tidurnya ada di sebelah kita?

Kasus 2, laki-laki sudah punya pacar sedang nelpon ceweknya

Laki                        : “Sayang, aku mau jalan nih sama teman aku”

Cewek                  : “mau kemana?”

Laki                        : “ini diajak ke café nonton dangdut”

Cewek                  : “oke, pulangnya jangan malem-malem ya”

Dan si laki kemudian pulang pagi tanpa sepengetahuan ceweknya, toh rumahnya beda.

Coba kalau kalian sudah menikah, terjadi pembicaraan seperti diatas dan kalian pulang pagi, dijamin isi celana kalian udah gak di tempatnya lagi J

Banyak banget hal-hal yang saya pelajari dalam setahun menikah ini, bukan berarti pernikahan saya terus lempeng-lempeng aja aman tentram gak ada konflik, itu sih gak mungkin, kalian kawin sama monyet aja pasti ada konflik waktu ke pasar buah, apalagi kawin sama manusia.

Tinggal bagaimana kita kemudian sedikit demi sedikit mempelajari dan mencoba memahami pasangan kalian,  maka saya pikir semua akan baik-baik saja.

Banyak hal luar biasa yang kami jalani di tahun pertama ini, semoga semuanya bermuara pada kebaikan dan kemakmuran Amin. Next Anniversary Insya Allah we will have a new member in our house dan akan makin banyak lagi cerita-cerita seru lainnya.

posted by rasyefki in Uncategorized and have Comment (1)

Met Ultah Istriku

Tanggal 2 Juli kemarin istri saya ulang tahun. Saya terus terang bingung banget bagaimana caranya untuk bisa membahagiakan dia di hari bertambahnya usia nya ini.Saya belum bisa memberikan hadiah yang spektakuler, karena you know saat ini kita sedang menantikan anggota keluarga yang baru so semua resource yang ada kita siapin untuk menyambut kehadirannya, termasuk dana tentunya.

Anyway OOT bentar, kemarin kita ke dokter dan USG si janin, dan terlihat dia lagi bergerak2… amazing! Alhamdulilah kata dokter semuanya dalam kondisi baik dan sehat.

Ok, now back to topic ultah, akhirnya setelah bertapa di Gunung Kembar saya memutuskan untuk merayakan hari ulang tahun istri saya ini dengan sesuatu yang lebih special, gak perlu mengeluarkan dana banyak tapi tetap berkesan, apa itu? Ini, sehari sebelum dia ultah saya bilang ke dia,

“sayangku, maafkan aku kalau besok untuk ulang tahunmu gak akan ada kejutan atau hadiah yang menarik…”

“hmmm… lalu?” jawabnya sedikit kecewa…

“Tapi aku janji akan menyenangkan kamu besok dengan caraku sendiri…”

“Apa itu?” mulai penasaran do’i

“Aku akan menjadikanmu besok Ratu Sehari, kamu gak perlu ngapa-ngapain, just sit down and ongkang-ongkang kaki, aku akan masak untukmu, aku akan beresin rumah pokoknya membuatmu senang!”

“Wah… makasih ya sayangku… gak sabar menunggu esok”

Selanjutnya saya yang pontang-panting untuk memenuhi janji, bukannya apa-apa, saya udah lama gak masak, dalam artian masak beneran ya, kalo cuman masak air, masak nasi, goreng telur, bikin mie instant, sih udah sering, tapi memasak yang serius saya udah lama gak (beda tipis antara udah lama dengan gak pernah hehe…)

Pikir-pikir, kira-kira makanan apa yang gak merepotkan banget tapi bisa enak dan dinikmati serta jatohnya gak biasa aja, so pilihan saya jatuh pada…

Untuk surprise malam saya akan beli Chocolate Cake.

Untuk Sarapan Pagi saya akan memasak Nasi goreng suwir telur (standar yak hehe…)

Dan untuk makan siangnya saya masak Dendeng Balado dan Tumis Kangkung, yess!!

Nah masalahnya adalah bagaimana cara memasak Dendeng Balado dan Tumis Kangkung nya???!!!

Syukur Alhamdulilah saya punya emak yang sangat bisa diandalkan dan sangat jago untuk urusan satu ini, Dendeng Balado mak saya adalah salah satu yang terbaik di dunia (menurut saya hehe..), so dengan tanpa ba bi bu lagi, langsung saja saya telpon emak saya dan mulai saya interogasi gimana caranya memasak dendeng balado dan Tumis kangkung tsb.

Setelah menerangkan dengan panjang lebar, saya catat dan saya cermati saya mulai mempersiapkan diri untuk acara besar ini, saya mulai latihan fisik, push up, sit up, menenangkan pikiran, bersemedi (ini sebenarnya mau masak apa mau tanding tinju yak?)

Pulang kantor saya segera ke toko roti yang menurut saya enak, lalu saya beli cake coklat, di toko roti itu sedang ada diskon dengan syarat kita harus punya nomor handphone dari operator tertentu, segera saja saya tunjukkan nomor handphone saya, lumayan buat ngirit! Tapi akibatnya adalah, handphone nya ketinggalan!

Malam jam 12.00 saya berikan kue itu ke istri saya, sambil menyanyikan lagu Selamat ulang tahun dengan nada yang paling indah menurut saya (walaupun setelah saya denger-denger kok malah mirip suara knalpot bajaj!) tapi no problem, show must go on, istri saya senang sekali, terlihat dari raut wajahnya.

Besoknya pagi-pagi saya sudah bangun, saya akan menjalankan rencana menjadikan istri saya menjadi ratu sehari dengan memasakkan sarapan untuknya. Saya mulai ulek cabe, bumbu-bumbu, nasi putih dan mulailah saya memasak nasi goreng. Tepat di saat nasi goreng sudah jadi istri saya terbangun. Langsung deh saya kasihin.

Menurut saya nasi goreng ini agak-agak gagal, coz rasanya gak karu-karuan, tapi istri saya memuji dan mengatakan enak sekali (piringnya bersih gak bersisa), saya gak tau apa emang enak atau dia lagi kelaperan hehe…

Setelah itu kita berdua belanja ke pasar, tadinya saya mau pergi sendiri aja, tapi istri saya ngotot minta diajak, ya sudah sekalian, Di pasar saya langsung hunting bahan-bahan yang kemarin sudah di beritahu oleh emak saya, dan yang paling susah dari semua bahannya adalah air kelapa!, untung setelah pasar diubek-ubek akhirnya ketemu juga penjual kelapa yang mau menjual air kelapanya.

Pulang ke rumah, saya langsung in action, mulai dari merebus daging, mengulek bumbu, menggoreng, menumis dan semuanya. Singkat kata, itu dendeng balado akhirnya jadi, awalnya saya gak yakin dengan rasanya, tapi setelah saya coba edddaaaaannnnn!!!! Mak nyus pemirsa! Walaupun gak sedahsyat dendeng emak saya tapi at least sudah hampir mirip-mirip!

Langsung saya lanjutkan dengan menumis kangkung, nah disinilah ada sedikit agak kebingungan. Soalnya menurut petunjuk emak saya

“nanti setelah semua bumbu di goreng, masukkan setengah gelas air ya…”.

Nah kata setengah gelas ini yang membingungkan, gelas apakah yang menjadi ukuran? Gelas besar? Gelas kecil? Cangkir? Atau apa nih? Walhasil tebak-tebak buah manggis saya memutuskan untuk menggunakan gelas kopi yang gede. Dan hasilnya! Kangkung rasa aer! Hehe…

Setelah semua selesai, istri saya terus memuji-muji dendeng buatan saya, yang katanya enak banget, dan tidak mengomentari tumis kangkung nya haha… (ya iyalah, setelah saya coba saya sendiri gak bisa bedain, ini sebenarnya tumis kangkung apa kangkung by PDAM yak?!)

Anyway, akhirnya kesampaian juga cita-cita untuk menyenangkan istri dan menjadikannya ratu sehari, semoga dia senang dan bangga dengan suaminya ini hehe…

Well, happy birthday sayangku, semoga Allah menganugerahi kesehatan, umur yang panjang, kebahagiaan dan kesenangan selalu di sepanjang hidupmu, maafkan suamimu bila ada yang kurang dalam hari yang penuh bahagia bagimu. Semoga Allah selalu menunjukkan jalan bagi kita berdua.

At last,

Istri saya senang

Calon anak kami sehat,

Bapaknya encok!

posted by rasyefki in Life and have Comments (2)

Cabul Jadul

Kalau kalian punya blog, biasanya di halaman statistic  nya kalian bakalan nemu sebuah fituryang menurut saya cukup unik. Fitur ini namanya “Search Engine Terms”. Fitur ini gunanya adalah untuk memberitahu kita kata-kata apa saja sih yang diketik orang di google sehingga mereka kelempar ke website/blog kita.

Nah dari dulu, saya selalu suka ngeliatin bagian ini, karena biasanya tuh orang ngetiknya suka lucu-lucu dan suka ngawur, yang paling sering sih mereka pada ngetik mesum dan cabul (apa bedanya yak?).

Tapiii…. tadi saya liat lagi fitur ini dan gak bisa berenti ngakak, menurut saya orang ini walaupun cabul tapi cabulnya jadul! haha… liat sendiri dah dibawah…


posted by rasyefki in Kampang Jaya and have No Comments

13 Years Unspoken Story…

Saya tidak pernah menceritakan hal ini kepada siapapun, bahkan dengan Ibu saya sendiri saja saya tidak pernah menceritakan hal ini, sampai dengan hari ini mungkin hanya saya dan Bu Oca yang tahu tentang kisah ini. Tadinya cerita ini mau saya simpan saja, tapi karena kemarin saya mendengar dari teman bahwa Bu Oca saat ini sedang berjuang melawan penyakitnya, maka akhirnya saya coba untuk menuliskan hal ini, hanya sekedar untuk mengingat bahwa mungkin tanpa campur tangan bu Oca saya tidak akan pernah menjadi seperti ini.

Saya masuk SMUN 2 tahun 1994. Saya di terima di kelas 1.5 kemudian setahun kemudian naik ke kelas 2.5 dan ketika masuk penjurusan di kelas 3 saya di masukkan ke kelas 3 IPS 1.

Sebelumnya selama di kelas 1 dan 2 saya hanya mengenal bu Oca sebagai seorang wakil kepala sekolah, tidak lebih, maklumlah beliau tidak mengajar di kelas kami dan saya sendiri juga bukan seorang yang cukup menonjol di SMU sehingga jarang berhubungan dengan beliau, dan saya juga yakin beliau tidak mengenal saya hehe…

Selama saya kelas 2 Cuma satu hal yang saya ingat dari beliau, yaitu beliau menghukum saya dan beberapa teman sekelas lainnya dengan menjemur kami di lapangan upacara karena ketahuan main basket di saat jam pelajaran berlangsung. Kami waktu itu sempat sedikit berargumen karena kelas kami kosong, guru yang mengajar sedang tidak masuk. So kami piker daripada bikin ribut di kelas atau melakukan yang nggak-nggak, maka kami main basket, eh malah ketahuan dan berakhir di lapangan upacara dengan kulit yang tidak lagi putih (emang udah gak putih dari sononya).

Saya mulai mengenal beliau dan beliau juga mengenal saya (kali ini saya yakin sekali hehe…) ketika saya sudah duduk di kelas 3. karena beliau mengajar mata pelajaran Tata Negara.

Gara-gara beliau juga saya kemudian mengenal kalau di Universitas itu ada yang namanya jurusan Hubungan Internasional, dan belliau juga yang membuat saya tertarik dan merasa tertantang untuk masuk ke Jurusan tersebut nantinya. Padahal sebelum itu saya gak pernah tahu yang namanya HI, yang ada dipikiran saya ketika iotu adalah kalau saya lulus nanti maka saya akan masuk ke jurusan Ekonomi, kalo gak Akuntansi ya Manajemen (padahal Akuntansi saya jeblok berat hehe…)

Oke hal-hal yang diatas Cuma pengantar saja (buset pengantar nya panjang amat), yang ingin saya ceritakan adalah (jadi dari tadi itu belum cerita??? Riki please deh!) kejadian ketika kita semua akan menghadapi ujian akhir, atau yang waktu itu terkenal dengan sebutan EBTANAS.
Mungkin sudah umum di semua sekolahan, kalau hendak ikut ujian maka kita kudu melunasi semua kewajiban kita. Waktu saya di SMU 2 dulu ada dua jenis kewajiban bayaran yang harus di lunasi. Yang pertama namanya SPP yang jumlahnya adalah Rp.2.500/bulan dan satunya lagi namanya uang BP3 yang jumlahnya Rp.30.000 perbulan, nah dari sinilah cerita ini bergulir (akhirnya mulai juga ceritanya hehe…)

Jadi saya itu dulu bukanlah dari keluarga yang mampu, dibilang anak orang mampu jauh dari itu dan dibilang anak orang susah ya emang bener. Dan anehnya satu sekolahan gak ada yang percaya kalo saya anak orang susah, entah kenapa semua menganggap saya adalah anak yang mampu secara materi dan keuangan, sehingga kalo saya bilang ke temen-temen saya kalau saya gak punya uang gak ada yang percaya sama sekali.

Dulu itu uang jajan saya sehari termasuk ongkos angkotnya adalah Rp.1500 (untuk ukuran tahun 1997 itu sangat jauh dari memadai, sebagai gambaran waktu itu harga semangkuk mie ayam asal kenyang adalah Rp.700, dan harga sepeda motor Tiger adalah 12 juta perak, buset apa hubungannya ya? Jelas ada dong, artinya kalau saya mau beli motor Tiger maka saya harus nabung uang jajan saya selama 1000 hari dan pulang pergi sekolah kudu jalan kaki, padahal rumah saya ke sekolah jaraknya sekitar 20 Km, ogah kan!).

Balik lagi ke soal bayar-bayaran kewajiban, waktu itu ongkos angkot sekali jalan adalah Rp.300, bila dihitung PP maka totalnya adalah Rp.600. setiap jam istirahat siang saya selalu membeli Mie Ayam asal kenyang di kantin sekolahan seharga Rp.700, so total pengeluaran saya sehari adalah Rp.1300. itu artinya setiap hari saya punya tabungan 200 perak. Nah tabungan itulah yang saya kumpulin setiap hari untuk membayar SPP saya yang Rp.2500 sebulan itu.

Lalu darimana saya dapat uang untuk bayar uang BP3 yang 30.000 perbulan itu? Gak ada! Sekali lagi gak ada! Nothing, nihil!. Walhasil saya dari bulan ke bulan selalu nunggak membayar uang BP3 tersebut, dan ketika saatnya datang Ujian maka otomatis tunggakan saya sudah mencapai 12 bulan, yang artinya kalau di total adalah Rp.360.000
Dan boro-boro buat bayar yang 360.000 itu, untuk bayar SPP aja saya udah kesulitan, belum lagi 4 bulan terakhir di kelas 3 tersebut ada yang namanya pemantapan mengahadapi ujian akhir yang membuat kita pada pulang sore, yang menjadi masalahnya bukan pulang sore nya tapi biaya makan siangnya hehe…

Lalu ketika akan datang ujian maka otomatis saya dipanggil dong, ya namanya orang nunggak setahun dan bentar lagi mau ujian. Saya dipanggil Bu Oca waktu itu, ketika itu saya disuruh ke ruangan nya.

“Nak, kamu ini mau ikut ujian apa gak?” Tanya waktu itu

“Ya mau Bu..” jawab saya pelan

“Lha terus ini kenapa kamu kok masih belum bayar uang BP3 nya?”

“Maaf bu, saya gak bisa bayar uangnya, saya sama sekali gak punya uang..”

“Ah, kamu ini nak, kalau kamu ya gak punya uang tapi orang tuamu kan punya” sambut Bu Oca cepat.

“Bu… saya benar-benar gak mampu bayar uang sebanyak itu, dan saya gak tega minta ke orang tua saya” jawab saya

“Loh kenapa, kamu ini kan sepertinya anak orang yang mampu, masak gak bisa bayar?” Alhamdulilah Bu Oca Husnudzon ke saya…

“atau jangan-jangan uangnya udah kamu pakai untuk main kali?” Loh kok sekarang malah Suudzon? Hehe…

“Gak bu, sungguh saya bukan orang yang mampu, dan saya gak pernah pakai uangnya”

“Lha terus ini gimana? Kamu mau ikut ujian apa nggak?”

Dan kalian tahu apa yang saya lakukan saat itu? Saya bernegosiasi kawan!, saya kemudian menceritakan keadaan saya yang sebenarnya (kalau yang ini kalian gak perlu tahu, off the record aja hehe..), menceritakan kesulitan saya, menceritakan tentang sekelumit uang jajan yang pas-pasan untuk bayar SPP, dan semuanya.

“Begitulah bu… saya benar-benar gak bisa bayar…”

“Lha terus ini jadinya gimana?” Tanya Bu Oca lagi.

“Kalau saya boleh memohon Bu, tolong saya untuk dapat dibantu untuk hal yang ini, saya memohon kepada Ibu dan sekolah ini untuk membebaskan saya dari kewajiban membayar uang BP3 itu…”

“ya gak bisa nak, itu sudah menjadi persyaratan bagi yang akan mengikuti ujian, dan itu udah ketentuan dari sekolah” Tukas Bu Oca…

“Saya minta dan mohon sekali Bu, tolonglah saya kali ini, bila memang tidak ada keringanan dari ibu maupun pihak sekolah maka saya sepertinya tidak akan mengikuti Ebtanas bu”

“hmmm…” bu oca tampaknya berpikir keras sambil mengamati wajah saya, masih penasaran apakah saya sungguh-sungguh atau bo’ongan.

“Sungguh Bu, saya ingin sekali mengikuti ujian ini, saya juga ingin lulus Bu seperti anak-anak yang lain, tapi kalau disuruh bayar uang BP3 itu saya benar-benar gak mampu…” Suara saya sudah hamper nyangkut di tenggorokan, dan kayaknya kalau diterusin malah saya nanti nangis, jadi saya putuskan untuk berhenti bicara…

Bu Oca masih diam dan masih terus mengamati saya, sepertinya dia membaca perubahan di air muka saya.
Lalu saya menguatkan hati dan perasaan dan mengatakan kalimat yang gak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya
“Bu… saya janji, kepada Bu Oca dan kepada diri saya sendiri, Insya Allah saya tidak akan mengecewakan Ibu dalam ujian nanti…” Saya sendiri gak tau entah kenapa ngomong kayak gitu, karena terus terang saya mempersiapkan diri saya selama setahun terakhir untuk UMPTN dan bukan untuk Ebtanas, which is soal-soalnya beda jauh banget!

Setelah lama terdiam, akhirnya Bu Oca angkat bicara.
“Baiklah nak, ibu mengerti, kamu boleh ikut ujian, kamu gak usah bayar BP3 nya…”

“Alhamdulillah, terima kasih banyak bu, saya akan ingat ini selalu…” ucap saya kegirangan seperti mau meledak rasanya dada saya saat itu.

“eh tapi satu lagi, jangan bilang sama siapa-siapa ya, bisa kacau nanti ini sekolahan kalau semuanya gak bayar kayak kamu” hehe… tapi maaf banget Bu Oca, akhirnya setelah 13 Tahun berlalu saya harus menceritakan ini.

So, mungkin saya bisa agak sedikit berbangga karena mungkin sayalah orang pertama yang bisa meraih “beasiswa” di SMU 2 haha… walaupun beasiswa nya penuh negosiasi dan penuh liku-liku tapi tetap saya syukuri sampai sekarang.

Well at least itulah sedikit kenangan saya dengan Guru kita yang baik hati ini, mungkin kalau waktu itu beliau tidak mengizinkan saya ikut ujian saya tidak tahu akan jadi apa saya sekarang. Kalau beliau tidak ada saya juga gak tau saya akan kuliah dimana kemarin dan akan jadi apa saya saat ini. Sekali lagi Butterfly effect itu memang ada.

Terakhir sekitar tahun 2000 an saat saya masih kuliah di Yogya, ada seorang anak SMU 2 yang baru masuk di kampus dan bertemu saya.

“Mas, yang namanya Rasyefki ya?” tanyanya

“Iya, kenapa ya?” jawab saya

“Saya alumni SMU 2 mas, ada salam dari Bu Oca, oh ya mas, dia sering nyeritain mas di kelas loh…” balasnya

Alhamdulilah ternyata Bu Oca masih mengingat saya dan semoga yang Bu Oca ceritakan ke anak-anak itu yang baik-baiknya saja hehe…

Anyway, semoga cepat sembuh Bu, do’a saya selalu bersama Ibu, dengar-dengar ibu juga mau menunaikan Ibadah haji tahun ini, semoga diberkati, diberikan kekuatan dan kesehatan sehingga bisa lancer ibadahnya dan Insya Allah menjadi Haji yang mabrur. Aminnn…

posted by rasyefki in Life and have No Comments

Hanya Umur yang bertambah, Tiada yang berubah pada Wajah…

Udah lama banget saya gak update blog ini, setelah saya liat lagi ternyata tulisan terakhir saya bulan Oktober 2009! Buset, udah hamper setengah tahun saya absen di dunia perblog an ini.

Bukannya gak mau nulis, tapi entah kenapa ada aja yang bikin saya males nulis lagi, tapi alasan terbesar sih sebenernya karena kemalasan saya yang udah se Tibet (saking malasnya sampe se Tibet!)

Saya pengen menandai babak baru dalam tulis menulis ini (bahasa gw tinggi kayak Yao Ming!) dengan mengubah lay out blog saya yang sekarang menjadi sangat simple dan readable (opo kuwi!), agak pusing juga ngeliat lay out kemarin yang agak ngacak dan iklan dimana2, sekarang saya lebih suka dengan simple lay out begini, kesannya clean dan elegan, mungkin karena faktor “U” juga kali ya, jadinya males macem2.

Oke mulai satu-satu dulu aja kali ya, sekarang saya pengen nulis soal Ultah kemaren.

Makasih banget buat semua teman, saudara, orang tua dan handai taulan yang sudah mengucapkan selamat Ulang tahun kepada saya, ada ratusan ucapan di FB, ada puluhan lewat SMS (sepertinya semakin hari makin dikit ya yang pake SMS), ada puluhan lewat BB Messenger, ada juga yang mengucapkan langsung.  Yang saya sayangkan adalah tidak ada teman yang mengucapkan lewat Klik BCA, atau M-Banking gitu… haha…

Melihat ucapan-ucapan kemarin saya tak henti-hentinya bersyukur sama Tuhan, karena di usia yang bisa diistilahkan dengan “Tua belum, Muda lewat, Remaja kejauhan!” ini saya masih di anugerahi banyak berkah yang gak terhitung. Orang tua yang selalu perhatian dan menyayangi, adek2 yang kadang lucu kadang gak (hehe… ), istri yang cantik (walau sudah tidak muda lagi hehe… kayaknya pulang gak dibukain pintu nih!), pekerjaan yang cukup buat makan sekeluarga, kesehatan yang masih Primaraga, wajah yang masih Ganteng, Perut yang masih rata… ini lama kelamaan kok jadi Narsis begini ya. Ya intinya terlalu banyak nikmat yang sudah saya peroleh di kehidupan saya ini, untuk itu saya ucapkan Alhamdulillah tak henti-henti kepada Allah.

Ultah kali ini juga terasa agak berbeda, pertama karena ini adalah ulang tahun pertama saya yang bersama dengan Istri (tahun-tahun sebelumnya saya belum kawin, bukan karena Istri saya jauh ya). Dan rasanya beda loh (makanya lo tong buruan kawin!).

Kejutan tepat jam 12 malam itu sudah saya duga sebelumnya, (cerita lengkapnya baca disini ya) kejutan kue dengan bentuk unik juga saya udah bisa duga, tapi ada satu kejutan yang tidak bisa saya tebak sebelumnya. Kado!

Ya kalau soal kado kan kita gak bisa nebak ya, istri saya dengan sangat baik hatinya memberikan suami nya ini kado yang sangat apik. Sebuah Bag Golf Taylor Made berwarna putih. Mantep banget! Dia tau saya suka warna putih, dia tau saya suka golf, dan dia tau kalo bag golf lama saya sudah rada lusuh, oh I Love my wife J semoga istri saya juga tau kalo TV di rumah belum berjenis LCD hehe…

Ulang Tahun kali ini saya juga merasa sedikit berbeda. Entah kenapa, semakin kita bertambah usia maka makin banyak penyesalan dan renungan yang kita bikin. Terus terang saya kemarin agak menyesal, karena di usaia saya saat ini saya merasa masih belum memberi apa2 kepada orang banyak. Kalau kepada keluarga sih emang udah kewajiban semua orang kan, tapi kalo sama orang banyak? Boro-boro mau memberi sesuatu sama bangsa dan Negara, sama orang di sekitar kita aja kadang kala kita masih cuek. Saya bertekad mulai dari kemarin dan seterusnya untuk terus memperbaiki ini, saya gak pengen menjadi orang yang gak dikenal dan gak diketahui selama hidup saya, saya gak mau jadi orang yang istilahnya “just another face in the crowd”.

Kalo ditanya soal keinginan, masih banyak banget cita-cita yang belum kesampean,pengen punya anak,  pengen naek haji rame2 sekeluarga, pengen jalan keliling dunia, pengen jadi presiden, pengen jadi pemain golf professional, pengen jadi ahh.. banyaklah pokoknya, entah mana yang diberi sama yang di atas, bisa semua bisa sebagian, yang penting usaha dan berdoa. And Insya Allah, whatever you gave me, I thank to you my BIG BOSS…

Kayaknya cukuplah ya untuk sekarang, nanti kita lanjut lagi.

posted by rasyefki in Uncategorized and have No Comments

a Letter To the son who never born…

Never born, never die, just visited to this planet, what a perfect journey do you have…

Hi dear…
Gak tahan juga untuk tidak menuliskan ini untukmu
Lagi apa kamu sekarang, pasti senyummu salah satu dari jutaan cahaya bintang diatas sana..

Hi son..
Taukah kamu Papap and Momy disini sedih dengan kepergianmu.
Taukah kamu kita berdoa setiap malam untuk kehadiranmu.
Taukah kamu, kita bahkan sudah menyiapkan nama untukmu
MIKAIL
Bagus kan nak? Namamu adalah doa kami agar kamu jd pembagi rezeki buat semua umat.

Tahukah kamu nak kalau Momy dan Papap punya 5 dokter kandungan berbeda yang kita datangi untuk menjagamu.

Hi Mika…
Mungkin bukan kuasa kami untuk meminjammu berlama2. Big boss kita tampaknya lebih membutuhkanmu dan menyayangimu ketimbang kami disini.

Sekarang pasti kamu sudah senang disana nak, hibur hati Momy ya dari kejauhan biar tidak selalu sedih, doakan Papap juga ya biar selalu bisa bersyukur atas nikmat dan ujian Allah..

Hi nak, sekarang kami sudah ikhlaskan kamu disana, jagain Momy dan Papap disini ya, ikhlaskan juga kalau namamu nanti kita berikan kepada adikmu, meneruskan cita2 Momy dan Papap untuk punya keturunan yang berbakti dan berguna bagi semua..

Luv u …

posted by rasyefki in Life and have Comments (6)

Bini Gw Bunting

Ya, kayak yg kalian baca di judulnya, istri saya sekarang sedang hamil, hamil muda, 5 minggu tepatnya.
Excited campur bingung sebenernya kalo udah kayak gini, kenapa? Karena kita sebagai laki2 dari jaman SD sampe kuliah gak pernah diajarin tentang how to treat ur pregnant wife.
Buku2 yg bertaburan jg semuanya ditujukan untuk perempuan, sementara buat laki gak ada sama sekali.
Kenapa ini jd penting? Penting banget! Karena kita gak pernah tau apalagi kehamilan anak pertama kayak saya ini, misalnya aja nih beberapa kasus dibawah ini:

Istri : pap, aku kok nge flek ya?
Saya: wah ya gak tau
Istri : bahaya gak sih pap, aku takut nih.
Saya: wah ya gak tau, mungkin bahaya kali ya..
Istri: kok mungkin sih, yang bener dong pap.
Saya: ya aku ndak tau say, aku kan laki2, aku gak pernah flek, kalo celana dalamku berdarah biasanya karena ee’ ku keras. Kamu ee’ nya keras gak?
Istri: ….

Itu belum seberapa, masih banyak hal2 lain yg menurut si istri kita akan lebih tau daripada mereka, which is we don’t know dan ngejawab sebisa mungkin walau ngawur, misal nih:

Istri : pap, aku kok sekarang bawaannya ngantuk terus ya?
Saya: wah gak tau, kamu kurang tidur kali. (Padahal tau banget kalo si istri skrg udah mirip kebo alias tidur mulu!)
Istri : pap, aku kok gendutan ya sekarang?
Saya: ya mungkin karena hamil.. (Padahal tau banget si istri skrg udah kayak brontosaurus, apa aja dimakan!)
Istri : pap, kok kalo orang hamil muda katanya gak boleh campur dulu ya?
Saya: yah mungkin nanti terguncang2 jd janinnya jatoh.. (Padahal sering banget liat ibu hamil naek bajaj yg guncangannya bisa bikin epilepsi!)

Dan masih banyak lagi hal lainnya yg ditanyakan ke kita yang laki2 n gak pernah bunting ini, bukannya saya kesel atau atau keberatan. Gak sama sekali, saya senang dan ikut deg2an dengan menanti anak pertama ini, cuman ya itu tadi kadang2 saya bingung n gak tau kudu ngejawab apa, contoh yang paling teranyar atas ketidak tahuan kita berdua adalah ketika suatu hari:

Istri: pap, aku lg di mal nih, itu ada es kunir asem enak kayaknya, aku boleh minum gak ya?
Saya: emmm… (Sambil mikir muter2 gak ngerti) boleh kali ya, gak papa lah minum aja.
Istri: oke deh!
Dan gak lama kemudian istri saya sampe rumah dan googling lalu menemukan bahwa perempuan hamil dilarang minum kunir asem! Dangg!!!
Saya yang panik berat langsung aja nelpon semua dokter yang saya kenal untuk mengkonfirmasi soal itu, alhamdulillah ternyata kata dokter2 itu gak papa asal jangan banyak2 dan sering2, fiuuuhhh…

Walhasil sekarang saya jadi rajin googling dan juga tanya2 temen yang udah pernah turun mesin soal kehamilan dan segala macam tetek bengeknya, sambil kadang2 saya mikir sebenernya yang bunting saya apa istri saya ya hehe…

Well son, if you old enough someday to read this note than you’ll know how much ur mom and dad here really love you, fight for you and wait for you…

Love my wife and my future kid!

posted by rasyefki in Life and have No Comments