Kantor saya saat ini sedang mencanangkan program “berhemat”, semua pos-pos pengeluaran yang bisa dihemat akan dipotong. Kadang saya suka geli sendiri, karena beberapa kebijakannya sangat-sangat kontroversial. Saya pikir memang kita saat ini perlu berhemat, tapi ya gak gitu2 banget. Walau bagaimanapun juga namanya sebuah perusahaan kan membawa citra, coba kalau ada tamu dari perusahaan lain yang datang dan melihat “kegiatan-kegiatan” berhemat ala kita (saya gak mau ngasih tau apa itu kegiatannya karena sangat-sangat aneh), pastilah tamu tersebut akan berpikir bahwa kantor saya agak-agak “keterlaluan” dalam menterjemahkan kata “hemat”, dan tentunya membawa image buruk.
Dari dulu sebenernya ada hal yang sangat mengusik pikiran saya, dan ini masih sejalan dengan penghematan tadi. Bisa dikatakan bahwa banyak sekali biaya operasional yang harus di keluarkan untuk mengelola sebuah kantor. Mulai dari biaya listrik, biaya kebersihan, keamanan, dan masih banyak lagi.Nah pertanyaannya adalah, apakah memang kita masih membutuhkan sebuah tempat yang bernama kantor?
Kalau pertanyaan itu diajukan ke saya, maka akan saya jawab “Tidak!”
Kenapa? mari sekarang kita berpikir dan mulai kita urutkan lagi kegiatan kita di kantor dari mulai senin sampai Jum’at, dari mulai jam 8 sampe jam 6 sore. apakah kegiatan kita itu memang membutuhkan sebuah tempat bernama kantor untuk melakukannya? sepertinya tidak. Mau contoh nyata? baik saya akan tuliskan disini kegiatan saya di tempat bernama kantor:
1. Datang pagi, duduk di ruangan, menyalakan laptop dan memeriksa email-email yang masuk.
2. Follow up dari email-email yang masuk.
3. Mengerjakan laporan dan report2 dari kegiatan yang telah dibuat.
4. Berdiskusi/meeting dengan atasan dan bawahan.
5. Siangnya makan siang sambil haha hihi ama temen kantor.
6. Setelah makan siang kegiatan mengulang kembali dari nomor 1-4
7. Pulang ke rumah.
8. Kadang-kadang tugas ke luar kota.
Nah itulah yang saya lakukan, 5 hari dalam seminggu, lima minggu dalam sebulan, 12 bulan dalam setahun. so kembali ke pertanyaan semula, apakah saya membutuhkan kantor? sepertinya tidak.Untuk kegiatan nomor 1 -3 sepertinya adalah kegiatan yang bisa saya lakukan dimana saja, bisa di rumah, bisa di warnet, bisa di cafe, bisa dimana saja selama kita selalu tersambung dengan Internet. dan dijaman mobile seperti sekarang, kayaknya bejibun deh operator yang nawarin fasilitas mobile internet.Untuk kegiatan nomor 4, sepertinya diskusi atau meeting jaman sekarang udah gak perlu lagi deh ketemu langsung kecuali kalau benar2 penting dan membahas sebuah detail pemaparan. Meeting atau diskusi bisa di lakukan lewat telephone, video conference, chatting dll. Kalaupun memang memerlukan tempat ya sudah janjian saja ketemu di cafe atau di warung mana gitu.
Lalu apakah semua benar-benar tidak membutuhkan kantor? Tergantung, kalau orang dengan pekerjaan seperti saya dan jutaan orang Marketing, sales dan lainnya sepertinya tidak perlu kantor. kantor hanya dibutuhkan untuk tempat service pelayanan misalnya Bank, customer service, dan sejenisnya. Ya gak lucu aja kalo misalnya kita mau complaint tapi tempat complaintnya pindah2. atau kalau kita nabung di Bank tapi Banknya pindah2.
Kesimpulannya, sepertinya kebutuhan kantor perlu ditinjau ulang.Dengan tidak lagi “berkantor”, coba kalian bayangkan berapa banyak biaya yang bisa dihemat, ketimbang biaya sewa gedung jutaan dan pembayaran listrik lebih baik kita meeting di cafe, cukup dengan memesan kopi panas seharga 10 ribu selesai sudah perkara! Bayangkan juga, dengan tidak “barkantor” berapa juta liter BBM yang bisa dihemat, kemacetan akan reda dengan sendirinya. Bayangkan juga bagaimana kita tidak akan pernah kehilangan Quality time kita bersama keluarga kita dirumah, dan masih banyak imbas baik lainnya.
So… Do we still need an Office??? I don’t think so!









